Jika dihadapkan pada:
1. Tetap tinggal dan merasa aman meskipun menahan rasa jijik.
2. Pergi dari hal menjijikkan itu meskipun kehilangan rasa aman.
Kamu pilih mana?
Terhadap sakit yang sama:
1. Ortu normal ke anaknya: ya udah gpp, tar sembuh.
2. Aku ke anakku: tak gawe geger geden.
Ya Allah ampuni aku. Sekaligus terima kasih, telah menyentilku. Sayangi kami, ampuni kami, ridhai kami, berkahi hidup kami 🤲
Bahkan seniorku pernah bilang padaku, "Lu kerja jangan rajin2. Jangan sampai elu kerja ampe sakit, amit2 MD. Kantor cuma kirim karangan bunga. Keluarga lu noh di rumah nangisin elu tahun2an!"
Selama kalau disuruh udahan g banting pintu mah udah biarin aja maen game.
Dari semua itu, smoga aku bisa jadi ortu yang kuat nirakatke anak lah wkwkwk.
Dia juga tipe pembelajar cepat. Maen game mengasah kemampuan kecepatan otaknya yang cepat itu untuk makin cepat lagi. Selain cepat, juga butuh kepemimpinan dan strategi yang cemerlang. Jadi, biarlah dia belajar dari game.
Sementara, aura alpa anak kami sekuat itu. Dia tipe pengatur yang tidak bossy, tipe pemikir, dan hanya melakukan dengan sungguh2 hal yang dia suka.
Dan dia suka maen game wkwkwk.
Mengizinkan kaisar maen semua game yang bahkan bagi sebagian orang dianggap, "Ih, anak kecil jangan maen game itu!", sudah dipertimbangkan matang2 oleh kami.
Kalau cuma belajar pelajaran sekolah kayanya kurang menantang n kurang mengasah skill yang laen. Hehe
Hidup itu pilihan. Termasuk gaya parenting. Selama anak masih bisa diatur n tidak melanggar larangan Tuhan, apapun itu benar.
Suamiku bilang: "wong lanang nek lurus yo lurus, tapi nek bengkok yo parah."
Dan anak kami laki-laki 😇
Bukan apa2, rasanya sakit hati aja.
"Teman" naek busku selalu berada di anak tangga yang lebih tinggi dariku. Padahal start kami sama.
Ah, hidup! Roda seperti apa yang aku naiki.
Entah, temen aku masih inget apa engga. Tapi aku inget banget, pernah nanya gini: "Kalau lagi sakit, kamu mikir apa?" Dia jawab, "Mikir sembuh, lah!".
"Gak mikir mati?"
"Engga, lah!"
Pasti dalam hatinya, "Wong iki ra waras." 😆
Lihat anaknya temen2 pada wisuda SD, di otakku: "Ya Allah,umur kami sampai gk ya sampai waktu itu."
Tanya ke suami, dia mikir hal yang sama gk. DENGAN KESADARAN PENUH DIA JAWAB: ENGGAK!