ustadz adi hidayat mengajak taubat nasional:
- ajakannya introspeksi, refleksi
- dan istighfar atas semua yang terjadi belakangan ini
- katanya bisa jadi negara ini masih berdiri di tengah kebinasaan
- karena masih ada orang yang beristighfar di dalamnya
WARNING! HUJAN ABU ERUPSI ANAK KRAKATAU SUDAH MASUK SEMARANG, INI BUKAN SOSIALISASI BISA NANTI-NANTI!
Sumpah harus ekstra waspada sekarang! Pergerakan debu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terkonfirmasi mulai mengarah dan memasuki area Kota Semarang dan sekitarnya. Ini bukan debu jalanan biasa, tapi partikel silika halus yang sangat tajam dan berbahaya kalau sampai masuk ke saluran pernapasan!
Beberapa warga di lapangan bahkan udah mulai ngerasain dada agak sesak, mata perih, dan lapisan debu yang makin intens nempel di kendaraan serta teras rumah.
LAKUKAN PERSIAPAN MANDIRI DARI SEKARANG :
1. Wajib APD Minimal (Masker & Kacamata): Gunakan masker (minimal N95 atau masker medis berlapis) tiap kali keluar rumah. Pakai kacamata buat pelindung ekstra dari iritasi.
2. Siapkan Tisu Basah & Air Bersih: Gunakan tisu basah untuk mengelap area wajah/mata dan bersihkan permukaan tempat yang sering tersentuh. Jangan diusap kasar pas mata kemasukan debu!
3. Genjot Asupan Air Putih: Banyak minum air putih hangat buat bantu meluruhkan partikel halus yang tersangkut di tenggorokan.
4. Kurangi Aktivitas Luar Ruangan: Kalo gak ada urusan yang bener-bener mendesak, mending stay di dalam rumah. Tutup rapat jendela dan pintu!
5. Amankan Sumber Air & Makanan: Tutup bak penampungan air dan makanan agar tidak terkontaminasi materi vulkanik.
Ancaman debu vulkanik itu nyata dan dampaknya cepat banget ngerusak kesehatan paru-paru, terutama buat anak-anak, lansia, dan penderita asma/ISPA.
Warga Semarang yang baca ini, gimana kondisi di tempat kalian sekarang? Ada yang udah ngerasain dampak abu vulkaniknya?
Banyak perusahaan besar terbukti menggunakan jasa AVR Law Firm yang diduga binaan Febrie Adriansyah.
Daftarnya mencengangkan: PT Sinar Mas Agro, Jasa Marga, Intisumber Bajasakti, Arka Jaya Mandiri, Perwira Adhitama, Waskita Beton, hingga Sumatraco Langgeng.
Mereka diduga membayar miliaran rupiah melalui proxy Don Ritto atau Nurman Herin, dengan layering di Kafe De Clan.
Dari agribisnis sawit, infrastruktur tol, material konstruksi, hingga manufaktur besi baja semuanya terhubung.
Don Ritto hanya satu dari sekian banyak "tentakel" Jaksa Febrie dalam operasi cuci uang dan peras duit korupsi ini.
Seperti halnya Don Ritto, tentakel-tentakel lainnya siap untuk dikorbankan untuk melindungi Febrie, agar Febrie bisa lolos dari tangkapan layaknya cicak lolos dengan cara memutus ekornya.
Udah nonton TXT Parenting Diary episode 6 sampe part terakhir?
Di akhir bagian, baby Yoojun nangis kenceng banget sampe susah buat berhenti. Apakah dia lagi tantrum? Atau Meltdown?
Kita bahas dulu sebelumnya, apa itu 𝘁𝗮𝗻𝘁𝗿𝘂𝗺 dan apa itu 𝗺𝗲𝗹𝘁𝗱𝗼𝘄𝗻? Bedanya apa?
KONDISI ACEH TERKINI!
khususnya daerah ujung Takengon yaitu Desa Reje Payung💔
masih hujan dan ini tuh jembatan untuk menuju desa :’)
anw, mobil terakhir masuk desa ini pada tahun 1996 dan baru aja ketika banjir terjadi mobil baru masuk untuk melakukan pertolongan
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
Sebenernya belasan tahun yang lalu, dosen saya pernah bilang, Indonesia itu memang sengaja dibuat ga boleh maju, karena negara Indonesia dengan jumlah penduduknya dan kekayaan alamnya, memang diset sebagai negara “konsumen”. Rakyat Indonesia jadi marketnya produk teknologi, bukan produsen.
Sementara bahan baku dan segala sumber daya alam juga agar bisa dijual murah keluar negri. Misalnya saja silikon diexpor. Lalu setelah jadi chip dan elektronik, dijual lagi ke Indonesia dengan harga mahal.
Nyambung juga dengan bahasan ini dimana bagi kelompok atas tertentu, rakyat bodoh lebih mudah dikendalikan dibanding rakyat yang teredukasi.
Masyarakat bodoh dan miskin jadi santapan utama agar suara mereka mudah dibeli.
Yth Bapak Presiden.
Siapa yg membisikimu pak sampai pernyataan kaya gini keluar? Percayalah, orang2 itu yg berniat menghancurkanmu dari belakang pak.
Betul, rakyat desa ga pake dolar pak. Tapi bapak baca data kebutuhan dan impor kedelai belum? Bahan baku utama tempe dan tahu yg dimakan masyarakat desa itu dibeli pakai dolar pak.
Kalau dolar naik, apa bahan makanan utama itu ga ikut naik pak? Kalau bahannya naik, tahu dan tempe apa ga ikut naik pak?
Itu baru dari makanan aja, gimana dengan bahan bakar pak? Indonesia adalah negara dengan net impor minyak sejak tahun 2004. Bapak tau belum? Apakah impor ga pakai dolar? Apakah apbn akan tetap kuat mensubsidi itu semua kalau dolar semakin mahal?
Come on pak, kalau kata @BARASUARA, jangan jadi katak dalam tempurung. Merasa besar padahal tanggung.
Ttd.
Masyarakat desa
Teman-teman yang punya orang tua tidak bekerja diperusahaan. Jangan lupa daftarkan BPJSTK BPU (Bukan Penerima Upah).
Buruan gih, ini membantu banget.
Ayah kakak ini petani sudah didaftarkan BPJSTK, 2 tahun lalu meninggal dunia, dapat dana dukanya cair 42juta.
@herebanky@fridhodamora Yah sayangnya ini ya aku terkait ISO yg blm 🥹 karena kami standarnya dari brand, oke jalannya masih jauh. Kalo misal mau ikut training sndiri bsa ga sih? Lead auditor ISO 45001/14001/9001?
@herebanky@fridhodamora Nah ini ya setauku jarang bgt ada loker, keknya emg based on ditawari, jadi karir social compliance di perusahaan harus moncer biar dinotice third partynya tapi cmiiw ya
Pas udah sampe rumah, “baterai” langsung drop.
Capeknya keluar jadi:
overwhelmed, tiba-tiba nge freeze, atau emosi meledak.
Makanya banyak cewek baru ke diagnosisnya telat.
Kadang baru sadar di umur 20-an, 30-an… bahkan lebih dari itu.
Sebelum tau itu ADHD, biasanya udah —
Kisah nyata tentang CPNS.
Cerita ini viral di instagram, dari akun ceuk.ika.
---
Dia masuk CPNS dengan nilai tertinggi di angkatannya!
Sekarang dia belajar cara pura-pura sibuk.
Sebut saja Raka.
Fresh graduate terbaik.
Lulus seleksi CPNS yang diikuti 3.000 orang untuk 1 kursi.
Nggak ada titipan.
Nggak ada orang dalam.
Murni nilai.
Hari pertama kerja,
dia bawa notebook baru,
pulpen bagus,
dan semangat yang katanya “memalukan kalau diingat sekarang.”
Mulai kerja, mulai bingung.
Bulan pertama,
Raka menyelesaikan tugasnya dalam 3 hari.
Tugasnya dikembalikan ke mejanya dengan sticky note: “Tunggu dulu. Jangan keliatan kelar cepet.”
Dia nggak ngerti maksudnya.
Sampai akhirnya dia ngerti.
Sistem yang tidak menghargai kecepatan akan mengajari orang untuk melambat.
Bukan karena orangnya malas.
Tapi karena selesai lebih cepat = dapat lebih banyak tugas, tanpa tambahan apresiasi.
Lama-lama, otak yang cerdas belajar: kerja keras itu tidak aman.
PUNCAK CERITA.
Setahun kemudian,
Raka mengajukan inovasi sistem pelaporan.
Lebih efisien,
Lebih transparan,
Hemat waktu 40%.
Proposalnya… dipuji dalam rapat.
Lalu disimpan di laci.
Tidak pernah dibuka lagi.
Alasannya?
“Sistemnya sudah berjalan. Ngapain diubah.”
TITIK BALIK.
Raka tidak resign.
Dia tidak rusak.
Tapi dia membuat keputusan diam-diam:
Aku akan tetap kerja benar.
Tapi aku tidak akan lagi berharap sistemnya ikut benar.
Dia menurunkan ekspektasinya pada institusi.
Dan menaikkan standarnya pada dirinya sendiri.
Ada ribuan Raka di luar sana.
Bukan PNS yang gagal.
Tapi orang baik yang sedang bertahan di dalam sistem yang belum siap menerima mereka.
Mereka tidak apatis karena tidak peduli.
Mereka apatis karena terlalu sering peduli dan terlalu sering dilukai.
Kalau kamu bukan PNS dan sering berpikir:
"PNS itu males, ya?"
Coba bayangkan ini:
Kamu masuk kerja dengan semangat penuh.
Tapi setiap kali kamu berlari, lantainya licin.
Setiap kali kamu usul, pintunya terkunci.
Setiap kali kamu selesai duluan,
kamu justru dihukum dengan tugas tambahan.
Berapa lama sebelum kamu juga belajar berjalan pelan?
Tapi inilah yang jarang diceritakan:
Raka masih di sana.
Masih kerja benar, diam-diam.
Masih menolak tanda tangan sesuatu yang tidak bisa dia pertanggungjawabkan.
Masih membantu rekan yang baru masuk, supaya mereka tidak kehilangan diri secepat yang lain.
Bertahan dengan integritas, tanpa tepuk tangan.
itu bukan kekalahan.
Itu salah satu bentuk keberanian yang paling sunyi.
---
Btw, penulis cerita juga PNS.
dan perlu kami pahami, tidak semua instansi pemerintah seperti instansi raka.
Setelah membaca cerita itu,
apakah kamu yakin tetap mau menjadi CPNS?
Kalau kamu yakin tetap mau menjadi CPNS,
tapi kamu belum puas dengan hasil belajar kamu,
atau bahkan kamu belum mulai belajar,
atau bingung mau mulai dari mana,
atau hanya pingin lihat bagaimana soal CPNS,
atau ga sanggup bayar tryout yg harus bayar ratusan ribu hingga jutaan (seperti ratusan followers kami yang lulus di CPNS sebelumnya tanpa tryout)
atau stuck dan belum bisa mengerjakan 110 soal SKD di bawah 90 menit (karena test aslinya 100 menit)
maka kamu harus ke https://t.co/HG9uJmAX7s
karena belajar pemetaan pola soal disitu bisa buat kamu ngerjakan 110 soal SKD CPNS, dari platform apapun, dalam 45-50 menit.