di dunia ini hanya ada 3 spesies orangutan: orangutan kalimantan, sumatera, dan tapanuli.
semuanya terancam punah.
tapi yg paling ironis adalah orangutan tapanuli, karena keberadaan mereka baru diketahui tahun 2017, dan dalam kondisi tinggal 800an ekor.
🧵
Sumpah sakit hati dengernya, “emang gue pikirin” keluar dari mulut seorang presiden
Lebih sakit lagi disambut tepuk tangan yang meriah, dosa apa indonesia sampe punya presiden begini
Delivered by C‑section from her dead mother's body. 23 years old. 'israel' bombed and killed her. Buried them under rubble. The baby girl was named after her. Doctors gave her a 50/50 chance of survival. She died 5 days later and was buried next to her mum.
Check the date.
Istri Petani yang T3w4s di Labuhanbatu Utara sebut Suaminya Di4ni4ya hingga Leher Diinjak Anggota TNI
Desi Natalia istri dari Luis David, petani yang t3w4s di ladang sawit dlaniay4 oleh anggota TNI dan pensiunan TNI.
Selain dipiting, Luis juga diinjak pada bagian lehernya hingga m3ningg4l dunia.
Berikut adalah keterangan Desi, Selasa (23/6/2026).
18:00 kondisi terkini di depan gedung DPR RI
Indonesia gelap beneran, mahasiswa sudah demo dimana mana, tapi belum ada tanggapan pemerintah selain demo tandingan, rakyat vs rakyat
PRABOWO PEMIMPIN KOCAKKK
🚨 JUST IN: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
Salah satu peserta Latsarmil Kopdes (Pelatihan Dasar Kemiliteran Koperasi Desa) ada yang meninggal & tidak di up beritanya.
Cuma jaga toko, kenapa pake latihan militer sih? Mau perang sama warung madura?!! #IndonesiaGelap
Uda dibilangin tentara itu ngga bisa masuk ke ruang sipil sama sekali.
Urusan jogging gini aja pake aturan maen sndiri.
Ga heran smua tindakan tentara di ruang sipil bertentangan dgn nalar publik scr umum,
Ga heran jg klo disidangin di Pengadilan Militer vonisnya rendah terus.
“Aku ikut aksi demo ini tahunya dari mami”
Anak SD diajak ikut demo, dan banyak yang bilang ini arahan dari Kepala Dinas Pendidikan
SAKIT JIWA KADISDIK🤮🤮
Luis David Hutabarat, 32 tahun.
Kerjaannya nimbang sawit.
Selasa sore kemarin dia pulang naik motor dari kebun mertuanya.
Yang ditinggalin di rumah: istri, sama 4 anak.
Di jalan, dia dicegat 6 orang petugas keamanan PT Agrinas Palma Nusantara , perusahaan sawit BUMN. Motornya ditabrak gantian sampai jatuh.
Dia lari sekitar 100 meter, jatuh lagi, sembunyi di semak. Ketemu, dikeroyok.
Ditemukan tewas dengan memar di wajah dan leher.
TNI sendiri yang konfirmasi ke media: dua dari terduga pelaku, berinisial B dan BD, lagi bertugas BKO (Bawah Kendali Operasi) di perusahaan itu.
Satu prajurit aktif dari Kodim Iskandar Muda Aceh, satu lagi purnawirawan yang baru pensiun April kemarin.
Per kemarin, keduanya resmi jadi tersangka, bareng dua warga sipil.
Motifnya apa?
Dandim Labuhanbatu sendiri yang sampaikan ke pers: pelaku curiga korban mencuri buah sawit.
Dan sebelum hasil visum keluar, sebelum proses hukum jalan , pihak Agrinas sudah lebih dulu bicara ke media, menyebut korban yang sudah tewas itu sebagai pelaku pencurian.
Mati duluan, dituduh pencuri belakangan, tanpa pernah masuk ruang sidang.
Besoknya, ratusan warga membakar kantor dan mes perusahaan itu.
Bukan karena mereka tiba-tiba brutal.
Itu ledakan dari sesuatu yang sudah lama dirasakan: aparat negara dipakai menjaga kebun korporasi, bukan menjaga nyawa rakyat di sekitarnya.
Jadi pertanyaannya bukan cuma soal sawit siapa yang dicuri.
Pertanyaannya: kalau personel TNI resmi ditugaskan menjaga aset korporasi sawit, dan ujungnya seorang ayah dari 4 anak mati dikeroyok cuma karena DICURIGAI mencuri buah, bukan terbukti, cuma dicurigai ,
sistem macam apa yang lebih sigap melindungi tandan sawit ketimbang nyawa rakyatnya sendiri?