Salah satu jenis konten yang sepele tapi dibutuhin adalah pertama kali nyobain sesuatu
Misal
- Cara naik lift
- Tutorial belajar kopling
- Dimana parkir motor Grand Indonesia
Sadar gak?
Buat sebagian orang, hal-hal “basic” itu nggak pernah ada yang ngajarin
di halte TJ, tiba2 dapat wejangan..
👤: jam segini baru berangkat kerja mas?
😕: ga pak.. justru ini mau balik ke kosan, tadi abis tes di perusahaan dekat sini
👤: oh, gapapa mas, masih cari kerja. pulang ini coba masnya sholat dhuha terus lanjut baca doa ini ya.. "allahumma inni as aluka bii asmaikal Husna wasifatikal Ulya bi Anni asyhadu annaka antallah la Ilaha Illa antal ahadus Shomad lam yalid wa lam yulad wa lam yakullahu kufuwan ahad"
😕: oh ya, makasih pak, nanti saya praktekin
👤: sehat2 ya mas (sambil masuk bis)
Ternyata ada 3 partner dari Amsal Sitepu yg berhasil dipenjarakan oleh JPU Wira Arizona. @kejarikaro@kejatisumut
1. Toni Aji Anggoro sebagai pembuat website dipenjara 1 tahun 2 bulan.
2. Jesaya Perangin-angin divonis penjara 1 tahun,8 bln dan sekarang masuk DPO.
3. Amry KS Pelawi divonis 1 tahun 8 bulan penjara.
Amsal selamat krn kasusnya viral !
Semoga pak @hincapandjaitan
bisa menolong mereka.
Info dari temen yang kerja di notaris
Untuk menghindarin hal ini
dikasih beberapa hal nih
daftar simpel tips untuk menghindari kasus sertifikat ganda:
- Plotting Koordinat: Minta BPN memetakan lokasi untuk memastikan tidak ada sertifikat lain di titik yang sama.
- Cek Aplikasi "Sentuh Tanahku": Pantau status dan lokasi bidang tanah secara mandiri lewat aplikasi resmi BPN.
- Audit Riwayat (Warkah): Telusuri asal-usul tanah di BPN, bukan hanya cek keaslian fisik sertifikatnya.
- Investigasi Lingkungan: Tanya RT/RW dan tetangga sekitar untuk memastikan tidak ada klaim pemilik lain secara adat atau lisan.
- Kuasai Secara Fisik: Segera pasang pagar, patok, atau papan nama setelah beli agar tidak dianggap tanah telantar.
- Validasi Penjual: Pastikan penjual punya hak penuh (bukan sengketa waris atau gono-gini).
- Pilih PPAT Kredibel: Gunakan jasa Notaris yang teliti dan punya rekam jejak bersih di wilayah tersebut.
Btw, aku pernah dikasih tips sama psikologku dulu pas konsul.
Intinya gini, kalo idup mau ‘lebih’ bahagia dan rejeki lancar.
Coba deh lo lakuin ini:
- jangan dendam ke orang. Namanya manusia pasti ada aja kan cekcok sama temen dll? Tp coba deh, selesein masalah itu, dan jangan ada dendam. Klo temenmu gengsi minta maaf duluan, kalian sja dulu yg minta maaf. Urusan dia maafin/ngga, itu urusan dia dah. Yg pntg hatimu damai udh minta maaf dll.
- jangan pelit sama diri sendiri, selagi halal dan ngga dilarang agama, yowes turutin aja wl wl mu itu. Rejeki mah pasti ada aja kok.
- jangan negatif thinking ke org.
Org lain ngapain, udh bukan urusan kita.
- sering2 maafin diri sendiri, dan nerima apa adanya. Selagi udh berusaha, gapapa serahin hasilnya ke Allah. Klo belum sesuai keinginan? Gapapa, bisa dicoba lagi. Maafin diri sendiri jg klo misal kita sering gagal, jgn berlarut2.
Ada lagi?
Guys, Feri Amsari lagi ngebedah program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan poin utamanya tuh bukan soal niatnya baik atau nggak, tapi cara jalannya yang dianggap bermasalah secara hukum dan sistem.
Jadi gini… menurut dia, program sebesar MBG ini harusnya punya dasar hukum yang jelas.
Masalahnya?
- Nggak ada undang-undang khusus yang ngatur program ini secara detail.
Yang ada cuma masuk ke anggaran di Undang-Undang APBN.
Padahal angkanya nggak main-main:
- Bisa tembus sekitar Rp1,2 triliun per hari
-atau sekitar Rp300–360 triliun per tahun
Nah, di sini dia mulai nyerang logikanya:
Program segede ini, makan duit ratusan triliun,
tapi:
-Tujuannya nggak dijelasin secara ilmiah
-Mekanismenya nggak transparan
-Nggak ada kajian dampak (kayak RIA / analisis ekonomi)
-Bahkan nggak ada uji coba (pilot project)
Jadi menurut dia:
ini kayak program besar tapi lompat langsung jalan tanpa test dulu
Masalah makin keliatan di lapangan
Dia juga nyorot fakta-fakta kejadian:
-Ada makanan nggak layak (mentah, dll)
-Ada kasus keracunan
- Distribusi nggak rapi
Kenapa bisa dibilang berpotensi langgar konstitusi?
Karena di Undang-Undang Dasar 1945 itu jelas:
- Negara wajib melindungi hak warga, termasuk:
- hak hidup layak
- hak kesehatan
- perlindungan anak
Tapi kalau program negara justru:
- bikin orang sakit
-distribusinya kacau
-nggak dirancang dengan benar
Maka niat baik aja nggak cukup, bisa dianggap melanggar konstitusi
Dia bilang Indonesia itu problemnya bukan cuma program, tapi sistem politiknya juga:
DPR + pemerintah terlalu sejalan(koalisi besar)
Hampir nggak ada oposisi kuat
Akibatnya:
program pemerintah mudah lolos tanpa kritik serius
Program bagus + eksekusi ngawur = tetap bahaya
Kalau nggak, ya siap-siap aja digugat ke Mahkamah Konstitusi.
Tapi bukannya Mahkamah Konstitusi juga bisa di sogok ya sekarang???