Hehe gini ya, UMR Jogja Rp2,8 juta, UMR Jakarta Rp5,7 juta. Nasi goreng di Jogja Rp15 ribu, di Jakarta juga Rp15 ribu. Masih mau bilang Jogja murah?
Nanti pasti ada yang bilang, "Ya pinter-pinter aja nyari yang murah. Di Jogja yang nggak viral atau masuk gang juga masih murah," dan lain-lain. Tapi pernah kepikiran nggak? Itu kan kalau belinya cuma satu. Iya, satu porsi nasi goreng Rp15 ribu emang nggak terlalu kerasa. Tapi kalau gaji Rp2,8 juta terus harus beli nasi goreng buat lebih dari tiga orang, ya tetap kerasa juga.
Udahlah, akui aja kalau UMR Jogja itu memang rendah dan Jogja sendiri udah overrated.
Saya orang Jogja ya, pemirsa. 🙏
Prabowo: "Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira ga ada lebih genting dari perut lapar, orang perut lapar itu kalau ga segera diisi ya dia mati"
JUST IN : HARI INI PRABOWO BERPIDATO KEMBALI DI PUNCAK PEKAN NASIONAL PETANI NELAYAN
"Hanya di Indonesia Polisi ngurus Pertanian"
"Hanya mungkin di Indonesia Tentaranya sering ada di Sawah"
"Hanya di Indonesia Angkatan Laut tanam kedelai"
"Hanya di Indonesia Angkatan Udara tanam tebu"
"TAPI INI ADALAH STRATEGIS, INI ADALAH KENAPA INDONESIA AKAN BANGKIT DENGAN HEBAT, SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN!"
"KITA AKAN BANGKIT MENJADI NEGARA YANG HEBAT!"
"ADA YANG SELALU TIDAK INGIN KITA BANGKIT, KITA SUDAH TAHU MEREKA MEREKA ITU"
"Karena ada banyak Wartawan ini pidato harus aku atur, nanti yang dikutip yang agak keras keras dikit, TAPI KALAU SAMA PETANI NELAYAN, BICARANYA HARUS KERAS!"
"BETUL, GAK?!"
Bisa tapi tidak mau.
Kenapa tidak mau?
Kami menduga, imbal balik yang diperoleh pemerintah dari menaikan gaji guru hampir tidak ada. Bagi mereka.
Sedangkan 9 poin lain, pemerintah langsung mendapat imbal balik. Bisa dari segi perlindungan hukum, citra, lahan korupsi, bermewah-mewah, bagi-bagi kue dll.
Kalau menaikkan gaji guru, apa yang mereka peroleh?
Sejak awal, budaya politik di negara ini adalah imbal balik. “Kami kasih kalau ada keuntungan untuk kami.”
Itu juga alasan kenapa semua parpol berkoalisi jadi 1 kabinet. Supaya bisa saling memberi dan diberi.
Sebagai pendidik, kami sangat kecewa jika dianggap tidak memberikan manfaat kepada negara.
“Saya tau siapa yang bayar bayar demo itu. Gue tau itu”
Jangankan bapak, kita semua juga udah tau kok. Kan kemarin udah dibongkar sama mahasiswanya sendiri siapa yang bayar mereka 🤭
Training Manajer Koperasi Desa Merah Putih buat ngurus minimarket
Yang gak diajarin:
- Manajemen stok dan inventaris ❌
- Pengelolaan uang tunai ❌
- Pertanggungjawaban keuangan ❌
- Penerimaan barang dan hubungan dengan supplier❌
- Pencegahan kehilangan barang❌
- Penataan produk di rak❌
- Penjadwalan staf dan manajemen tim❌
- Standar pelayanan pelanggan❌
- Keamanan dan kebersihan produk❌
- Pembacaan laporan penjualan dan data dasar❌
- Regulasi penjualan dan barang❌
- Perizinan usaha❌
Yang diajarin:
- Kicau mania ✅
- Huu haaa ✅
- Teroreroteroret ✅
Bayangkan, Avatar dalam The Way of Water harus meninggalkan kemampuan menyelam mereka karena lautnya tercemar.
Itulah yang terjadi pada Suku Bajo, Desa Marbo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
dulu gw heran bgt tau kalau ada orang bilang males makan, kayak kok bisa males makan??? makan doang loh???
sampe akhirnya something hit me so hard, got stressed sampe bangun buat makan aja males berasa gada tenaga, emang kita tuh gakan ngerti suatu hal sebelum ngalamin sendiri
Peristiwa Gempa Bumi Yogyakarta yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006 merupakan salah satu catatan sejarah paling memilukan sekaligus momen yang memperlihatkan luar biasanya kekuatan gotong royong (solidaritas) masyarakat Jogja.
Tepat pukul 05.54 WIB, gempa tektonik kuat mengguncang wilayah Yogyakarta dan sekitarnya selama kurang lebih 57 detik. Meskipun episentrumnya berada di selatan, getaran hebatnya merata dan melumpuhkan aktivitas dalam sekejap.
Berikut adalah rangkuman data dan fakta penting dari peristiwa tersebut untuk mengenang kembali momentum sejarah ini:
Data Teknis Gempa
Kekuatan: 5,9 Skala Richter (update data beberapa lembaga mencatat hingga 6,3 Mw).
Kedalaman: Sangat dangkal, sekitar 10 km hingga 12 km di bawah permukaan tanah.
Pusat Gempa: Berada di landasan darat, tepatnya di sesar aktif yang kemudian diidentifikasi sebagai Sesar Opak, membentang dari muara Sungai Opak di Bantul hingga ke arah Prambanan.
Dampak dan Korban Jiwa
Karena terjadi di pagi hari saat sebagian besar warga masih berada di dalam rumah dan struktur bangunan saat itu banyak yang belum ramah gempa, kerusakan yang dihasilkan sangat masif. Wilayah Kabupaten Bantul dan Klaten menjadi daerah yang terdampak paling parah.
Di balik tragedi kemanusiaan yang begitu berat, peristiwa 27 Mei 2006 juga melahirkan istilah "Jogja Bangkit".
Gotong Royong Tanpa Pamrih: Ketika bantuan logistik resmi belum merata di hari-hari awal, masyarakat secara swadaya mendirikan tenda darurat, dapur umum, dan saling menolong membersihkan puing-puing bangunan tetangga tanpa melihat latar belakang.
Pembelajaran Mitigasi: Gempa ini mengubah total kesadaran struktural di Yogyakarta. Sejak tahun 2006, standar pembangunan rumah tinggal dan gedung fasilitas publik di Jogja mulai menerapkan konstruksi tahan gempa. Sesar Opak pun diteliti secara mendalam sebagai bagian dari peta risiko bencana regional.
Peristiwa ini menjadi pengingat abadi bahwa di atas tanah yang rawan bencana, ketangguhan masyarakat dan kesiapsiagaan adalah kunci utama untuk terus melangkah maju.