suatu hari nanti, kamu bakal ngerti kenapa semua kejadian di hidup kamu datang di waktu yang pas. kenapa harus ngelewatin semua itu persis seperti yang udah terjadi.
karena ternyata lewat semua itu Allah lagi jagain kamu, ngarahin kamu ke jalan yang terbaik, dan bawa kamu ke tempat yang emang udah dia siapin.
percaya sama prosesnya, setiap langkah yang kamu ambil, setiap rasa sakit yang kamu tahan, setiap tumbuhnya kamu, semuanya udah diatur sama Allah dengan waktu yang paling tepat.
cinta itu seharusnya menambah rasa tenang, bukan malah overthking tiap malam. kalo lebih sering nangis dari pada senyum, maybe it’s not love, it’s just attachment. karna hubungan yang sehat itu bukan bikin kita capek but makes life feel a little lighter, a little happier.
pantas saja pahala memaafkan itu tidak terbatas. bayangin, kita yang merasakan sakitnya, tangisnya, gemetarnya, sesaknya, sampai trust issue. tapi pada akhirnya, kita juga yang harus belajar mengikhlaskan dan memaklumi semuanya.
sementara, orang yang nyakitin kita bisa dengan mudah hidup tenang dan melanjutkan hidupnya seolah tidak pernah terjadi apa-apa. in the end, you don’t forgive because they deserve it. you forgive because you deserve peace.
kamu bisa beli apapun, tapi kamu gabisa beli waktu seseorang yg selalu luangin waktu buat kamu disela kesibukannya, kamu gabisa beli seseorang yg selalu exited sama apapun tentang kamu, kamu gabisa beli ketulusan seseorang yg rela memelukmu berkali-kali walau sering kamu lukai.
manusia tuh kadang suka lupa diri.
ngerasa semua yang dia dapat hari ini pure karena usaha sendiri, pedahal tanpa izin Allah, we would't even exist apalagi sampai di titik ini.
kenapa aku sangat menghargai orang- orang baik di hidupku?
because life is never easy for anyone. kehadiran orang baik itu sangat berharga banget. menemukan yang tulus dan mau nerima kita apa adanya di era sekarang tuh kayak nyari jarum di jerami. ngga semua orang punya hati yang peka buat ngga bikin luka.
jadilah manusia sewajarnya, kalau salah minta maaf. kalau belum bisa, belajar. kalau belum punya, berusaha. kalau tidak tau, bertanya.
tudak perlu merasa paling benar atau paling hebat. kurangi membuat penilaian tanpa dasar, dan perbanyak memperbaiki diri.
sudah memasuki fase:
oh ini seperlunya aja, oh ini muka dua, oh ini suka ikut campur urusan orang, oh ini engga setulus kelihatannya, oh ini nyaman diajak berteman, oh ini cuma manfaatin, oh ini yg suka drama, oh ini ngeri juga dan oh ini lainnya.
Perempuan juga suka kok diposesifin tapi yang kaya gini;
"Gaboleh ya sayangg"
"Maap ya cintakuu"
"Menurutku, baiknya gini sayangg"
"Kalo ga aku izinin, gapapa kan sayangkuu"
Kehilangan respect sama seseorang itu sebuah turning point, from that moment on, everything just feels different.
Kita ga marah ataupun dendam, tapi cara pandang kita terhadap mereka berubah total dan itu sulit untuk dikembalikan seperti semula.