Suatu hari di dalam kehangatan rahim seorang ibu, dua bayi kembar, Bagas dan Bagus, berbincang. Mereka terapung dalam ketuban, terhubung dengan dua tali pusar yang memberi mereka kehidupan.
Bagas menoleh ke saudaranya. "Kamu percaya nggak sih, ada kehidupan setelah kelahiran?"
Bagus tersenyum kecil. "Percaya. Aku yakin ada sesuatu yang lebih besar menunggu kita di luar sana."
Bagas mengernyit. "Ah, nggak masuk akal. Hidup kita ya cuma di sini, dalam rumah ini. Gelap, hangat, dan nyaman."
Bagus menghela napas. "Mungkin di luar sana kita bisa berjalan dengan kaki, makan dengan mulut kita. Mungkin kita punya indra lain yang belum kita bayangkan sekarang."
Bagas tertawa pendek. "Ngaco, Kita dapat semua yang kita butuhkan dari tali pusar ini. Hidup di luar sini? Mustahil. Lagipula, kalau memang ada kehidupan setelah lahir, kenapa nggak ada yang pernah kembali ke rumah untuk cerita?"
Bagus berpikir sejenak. "Mungkin di luar sana caranya berbeda. Mungkin kita nggak butuh tali pusar ini lagi."
Bagas menggeleng. "Kelahiran itu akhir dari segalanya. Setelah itu, nggak ada apa-apa. Gelap dan kosong."
Bagus tersenyum. "Atau mungkin, itu justru awal dari segalanya."
Bagas mendengus. "Dan kamu yakin ada yang menunggu kita di luar sana?"
Bagus mengangguk. "Aku percaya kita akan bertemu Ibu."
Bagas menatapnya tajam. "Ibu? Kamu benar-benar percaya ada Ibu? Kalau dia memang ada, di mana dia sekarang?"
Bagus tersenyum, matanya penuh keyakinan. "Aku nggak tahu pasti. Tapi kadang aku merasakan kehadirannya. Kita dikelilingi olehnya. Kita hidup di dalamnya. Tanpa dia, kita nggak akan ada."
Bagas terdiam. "Kalau Ibu ada, kenapa kita nggak bisa melihatnya, menyentuhnya, atau mendengarnya?"
Bagus menatap saudaranya lembut. "Kadang, kalau kamu diam dan fokus, kamu bisa merasakannya. Kamu bisa mendengar detak jantungnya, merasakan kehangatannya, dan mendengar suaranya yang penuh kasih… memanggil kita dari atas."
Bagas tertegun. Ia pernah merasakan hal yang sama dan tidak bisa dia dijelaskan.
"Lalu kenapa ada saat-saat aku merasa sendirian? Kenapa kadang aku merasa takut dan gelisah? Kalau Ibu menyayangi kita, kenapa dia membiarkan aku merasa seperti ini?"
Bagus tersenyum, suaranya pelan. "Mungkin Ibu ingin kita belajar bertahan. Mungkin dia ingin kita tumbuh lebih kuat, biar nanti setelah lahir kita bisa menghadapi dunia di luar sana. Kita nggak bisa selamanya bergantung pada tali pusar ini. Mungkin Ibu ingin kita belajar percaya… bahkan ketika kita nggak bisa melihatnya."
Bagas merasakan sesuatu yang menusuk, membangkitkan pemikiran yang selama ini belum pernah ia bayangkan.
Ia menghembuskan napas perlahan. "Kalau memang benar ada kehidupan setelah kelahiran… kalau memang benar Ibu itu ada… apakah menurutmu Ibu akan mencintai kita walau kita tidak percaya dia ada?"
Bagus menatapnya penuh ketenangan, senyumnya menghangatkan. "Aku yakin dia sudah mencintai, bahkan sebelum kita sadar akan keberadaan diri kita. Kita hanya belum bisa memahami caranya. Tapi nanti, saat kita lahir, kita akan melihat wajahnya, mendengar suaranya, dan merasakan pelukannya. Dan saat itu… kita tak akan pernah sanggup meragukan Cintanya."
Bagas memejamkan mata. Untuk pertama kalinya, ia mulai memahami.
Di luar rahim, Ibu mereka mengusap perutnya dengan lembut. Ia bisa merasakan gerakan kecil dari dua bayi yang tumbuh dalam dirinya. Dua jantung yang berdetak, dua jiwa yang sedang mempersiapkan diri untuk kehidupan yang lebih besar.
Mereka hanya tinggal menunggu waktu.
dosa miftah ke abang itu gak bisa terhapus sekali pun dia taubat nasuha
dosa manusia sesama manusia hanya bisa terhapus ketika orang yang disakiti mau memaafkan
sakit hati abangnya bisa membinasakanmu. doa orang teraniaya gak ada penghalangnya. semoga kaca matamu ilang semua
Terjajah secara mental.
Pada saatnya nanti sudah malas untuk bekerja, berkebun, bertani.
Kebutuhan premier sandang pangan semua import.
Saat aplikasi ini dimatikan, selesai sudah semuanya.🥴
Buka ig tuh ngerasa capek ngos ngosan sendiri karena ngeliat org2 kok kayak pada perfect bgt idupnya dgn segala postingannya,
Balik ke twitter, ngerasa lega kalo ternyata banyak org yg jg lg berproses dgn segala sambatannya. Idk man, twitter bagi gue lebih manusiawi 😂🙏
Tablo cerita kalau yang dengerin lagu Umbrella naik setelah tayang di Lovely Runner.
Tablo bilang ini juga lagu yang mereka tulis sendiri, jadi copyrightnya mereka yang punya, ya lumayanlah
Compilation of Hye Yoon & Woo Seok's adlibs in ep16
• Caressing his hair & his head to his neck (HY)
• Moving closer to her when she caresses his hair (WS)
• Headboard, “I surrender.” (WS)
• Her caressing his face (HY)
• "30 more minutes" (WS)
• "I'm scared when I'm alone" *showering* (WS)
• "We look like newlyweds don't we" (HY)
• She hugs him right after that (HY)
• Family meeting "You look especially pretty today" (WS)
Pls do not repost on other platforms.
#LovelyRunner #변우석 #김혜윤 #KimHyeYoon #ByeonWooSeok