Btw itu yg diambil sama polisi namanya Hafidz Haernanda, beliau Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI 2026. Polisi kayaknya emang udah ngincer karena dia vokal dan beberapa kali jg di TV.
Tolong yg di lapangan update kabarnya terus ya 🙏🙏
@Hidupsebagai62 1,5jt buat 2 dewasa 1 anak makan 1bln berarti 50k/hari (dan itu belum belanjaan kayak sabun sampo deterjen gas beras minyak dll) padahal uang wiken 2jt. Hampir pasti "kasih istri" 3jt itu bukan uang jajan istri 😌
Gadak savings, asuransi kemungkinan unit link, debt tinggi.
Siapa belum ngantuk? Ini ada video yang isinya trivia singkat perihal Kopdes Merah Putih dari Mba Diana Nurindrasari sama Mas Harkan. Kabarin ke kami yaa kalo kalian tercengang;)
TW // dugaan femisida/suicide
2 VERSI KEMATIAN WINDA
Seorang perempuan Winda Lorenza Gowasa (30 tahun) ditemukan meninggal dunia pada 2 Agustus 2026 di kamar mandi sebuah rumah di Kota Medan, Sumatera Utara.
Versi keluarga Winda:
- Keluarga (terutama ayah Sanalui Gowasa) menolak keras kesimpulan polisi yang menyebut bunuh diri. Menurut mereka, ini hasil kekerasan/penganiayaan atau pembunuhan terhadap perempuan, bukan penembakan diri sendiri.
- Saat melihat jenazah, keluarga menemukan banyak lebam tidak wajar: di leher (diduga bekas pencekikan), mata, kaki, paha, perut, serta seluruh tubuh membiru.
- Akses ke jenazah dibatasi: hanya boleh melihat wajah, tubuh ditutup, dilarang mengambil foto, dan sempat diminta agar jenazah langsung dimakamkan tanpa disemayamkan di rumah.
- Hasil autopsi lengkap belum diberikan kepada keluarga, dan mereka merasa tidak dimintai izin secara memadai saat proses autopsi.
- Detail penting menurut keluarga: Sekitar dua bulan sebelum kejadian, ibu mantan suami (ibu Brigpol Iman Syahputra Harefa) menjemput Winda di Jakarta dan membawanya kembali ke Medan karena ada niat untuk rujuk kembali. Tapi bukan Winda yang minta rujuk dan berangkat sendiri ke Medan.
- Ayah korban mengaku baru mengetahui hal ini setelah putrinya meninggal. Sebelumnya ia mengira Winda masih tinggal di Jakarta.
- Winda sebelumnya tinggal di Jakarta, bekerja menjual pakaian sambil mengasuh anak mereka.
- Keluarga telah melapor ke Polda Sumatera Utara untuk meminta penyelidikan lebih mendalam dan keadilan, karena merasa kesimpulan “bunuh diri” terlalu cepat dan tidak sesuai kondisi jenazah.
- Keluarga mulai mendapatkan teror dan ancaman karena speak up kejanggalan ini
(1)
Testimoni keluarga korban:
Seadil apapun teori yang mendasari definisi operasional keberhasilan klinis tersebut, risikonya nyata; lebih aman RS menolak pasien sulit. Hal serupa juga mungkin sudah dipraktikkan RS jahat saat ini ketika plafon pembiayaan BPJS dianggap tidak untung untuk pasien dimaksud.
Menuduh jurnalis, LSM sebagai "Londo Ireng"
Padahal ayahnya nyediain senjata buat PRRI, garis keturunan dari ibunya yaitu Benyamin Tomas Sigar yang menangkap Pangeran Diponegoro. Dan dia kabur ke Yordania setelah menculik aktivis.
Kinda ironic