This is why travelling IS political and I wish more people would realize it. Wdym an outsider cuma perlu 2/3 minggu untuk menjelajahi setengah negara ini, meanwhile we as a local who was born and raised here, probably won't even have that chance.
Arif kecelakaan. 1 ton telur tumpah.
Warga yang datang bukan mengangkat , tapi mengambil.
Sampai 1 peti, 2 peti. Sampai habis.
Arif rugi Rp26 juta. Itu modalnya.
Orang yang menjarah bukan jahat dari lahir.
Mereka miskin dari sistem yang sudah lama membiarkan mereka begitu.
Tapi korbannya tetap Arif , pedagang kecil juga.
Kemiskinan yang dikelola buruk akhirnya memakan sesamanya sendiri.🥲
Gue bukan ahli perpajakan
Tapi serius gue bertanya
Kenapa ya buku itu jadi objek pajak?
Padahal, buku itu:
Bukan barang mewah
Bukan barang tersier
Bahkan punya fungsi pendidikan..
Contohnya nih, bacaan seperti fiksi dan novel itu melatih kemampuan imajinasi pembaca..
Atau bacaan populer yang justru membangun kebiasaan membaca.
Nah yang menariknya..
Hanya beberapa buku yang bebas pajak:
- buku agama, kitab suci dan buku pelajaran umum menurut PMK 5/2020.
Di luar itu malah dikenakan pajak. Kenapa ada pembedaan seperti ini?
Padahal, kalau negara serius ingin meningkatkan literasi...
Semua jenis buku jangan dipajakin. Kalau harganya lebih murah, makin banyak yang membeli buku.
Penerbit senang, penulis juga untung (apalagi kalau besaran loyaltinya memihak penulis)
Daripada rakyat asyik nonton video pendek,
Apa ga lebih baik rakyat jadi suka baca buku?
FOTO: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
teman-teman, barangkali ada yang lagi cari tempat buat baca buku atau laptopan, mungkin bisa coba ke AAJI Library. lokasinya nggak jauh dari MRT Cipete, tinggal jalan kaki sekitar 650 meter.
tempatnya memang nggak terlalu luas, tapi nyaman banget. tenang dan cocok kalau lagi pengen fokus. perpustakaannya terdiri dari dua lantai, jadi masih banyak spot buat duduk.
dan yang paling penting: GRATIS. jadi kalau lagi pengen baca atau laptopan tapi males keluar duit buat ngopi, tempat ini bisa jadi alternatif.
📍AAJI Library
Kemarin aku lagi jaga toko, terus ada driver ojol datang ambil pesanan kue.
Pas serah terima, sempat terjadi obrolan begini.
🍓: "Pak, hati-hati ya bawanya. Jangan sampai dimiringin."
🤵🏻♂️: "Yang penting nyampe, Mbak."
🍓: "Jangan gitu, Pak. Ini kue buat momen spesial. Kalau memang sampai tapi kondisinya rusak, ya momen spesialnya jadi ikut rusak."
🤵🏻♂️: "Ah, bayar murah tapi maunya barang sampai mulus."
Aku akhirnya nggak lanjut debat. Tapi aku langsung kasih tahu customer kalau drivernya sempat ngomong seperti itu meski sudah diingatkan.
Eh, customer malah bilang, "Iya Kak, dari tadi juga drivernya minta ongkos tambahan."
🥲
Yang bikin sedih, ini sudah hari keenam berturut-turut aku menerima laporan cake rusak karena dibawa ojol. Sebagai cake decorator, rasanya nyesek banget lihat hasil kerja yang dibuat dengan hati-hati malah hancur di perjalanan. Apalagi kalau itu buat ulang tahun atau acara penting, pasti bikin customer kecewa.
Buat teman-teman driver, kalau memang merasa tarifnya nggak sesuai, sebenarnya nggak apa-apa kok dibatalkan dari awal. Daripada tetap diambil tapi dibawa asal-asalan sampai barang rusak, yang akhirnya merugikan customer dan semua pihak. Kan pasti kalian juga nggak mau dapat rating jelek.
Soalnya kalau cake rusak, yang pertama kali disalahkan hampir selalu toko kuenya, bukan drivernya. Padahal kami sudah berusaha semaksimal mungkin supaya kue aman saat dikirim. Meski begitu, kami tetap akan terus belajar dan berusaha memberikan yang terbaik untuk setiap pesanan. 🥲
@karirfess Terus alurnya yang kena PHK pada disuruh berbondong-bondong nglamar kerja di dapur MBG dan Kopdes. Terus pidato lagi kalau proyeknya berhasil menyerap tenaga kerja. Padahal kena PHK akibat kebijakan plenger.
👨🦱: gmn tes kemarin hasilnya?
me : belum rezekinya
🧕: makanya daftar yg banyak kayaknya si x
me : emg aku keliatannya ga pernah daftar², emg aku keliatan ga berusaha ya??
🧕: iya
👨🦱: daftar yg banyak
me : udah ada kali 1000 apply
👨🦱: cuma 3 kali, 1000 mah pasti ada yg nyantol