Masih ngga paham sama konsep pola pikir manusia yang selalu merasa dirinya pantas untuk menilai orang lain yang padahal tidak dimintai pendapat. Itu sebenernya menilai atau menjatuhkan?
Hal lain yang harus ada berdampingan dengan rasa syukur itu menurut saya adalah perspektif hidup. Ketika cara pandang kita terbiasa melihat dari berbagai sisi, insha Allah hidup terasa lebih ringan dan ngga nyinyir.
Hal tersulit setelah menikah adalah harus menjalankan peran seorang ibu, istri, menantu, anak, adik dan kakak secara bersamaan tanpa bisa mengeluh atau merasa terbebani.
Semenjak menikah, ngejalanin hidup itu di dasari 1 hal, yaitu bersyukur dan tidak pernah mengandalkan orang lain. 2 hal ini sih yang membuat ekspektasi semakin ngga ada dan semua drama atas dasar perasaan berganti jadi logika yang masuk akal.