Viral lele mentah disajikan sbg menu MBG. Ahli gizi SPPG mengatakan itu bukan mentah biasa, tapi mentah marinasi dgn tujuan makanan alamiah, gizi penuh, ketahanan pangan lele mentah bisa lbh lama, apalagi kalau msh hidup.
Selama dicium guru blm basi gak masalah, ini mirip sushi
Presiden ditanya jurnalis senior: cara yakinkan negara tetangga lewat diplomasi soal asap karhutla yg sudah lintas negara.
Prabowo: kita hidup di Nusantara, gugusan pulau2 yg disebut The Ring of Fire. Ini takdir kita.
"Karhutla bukan The Ring of Fire. Diplomasi bukan takdir."
Presiden ditanya jurnalis senior: cara yakinkan negara tetangga lewat diplomasi soal asap karhutla yg sudah lintas negara.
Prabowo: kita hidup di Nusantara, gugusan pulau2 yg disebut The Ring of Fire. Ini takdir kita.
"Karhutla bukan The Ring of Fire. Diplomasi bukan takdir."
Kan bener kataku 😭😭😭😭😭 Pak Purbaya keluar, siap-siap guncangan ekonomi RI 😭
Sebelumnya Pak Purbaya dengerin aspirasi rakyat, nunda pajak e-commerce sampai 2027, katanya nunggu ekonomi rakyat bagus dulu.
Eh sekarang Purbaya di-kick, orang-orang yang dipecat Purbaya balik lagi, dan pajak e-commerce gak jadi ditunda, berlaku mulai 1 Oktober.
Pak Prabowo, siapa sih yang adu domba Bapak sama Pak Purbaya? Sampai kemauan rakyat yang dipahami dengan baik sama Pak Purbaya, tapi Bapak gak ngerti 😭
@LambeSahamjja Ngomong sama orangtua kolot begini asli percuma deh. Persis kek ngomong sm orangtua yg susaaaaahhhh banget dikasih saran, dikasih tau salahnya. Mereka bakal tetep bilang "aku tuh melakukan ini demi kalian" ... Preett!
Padahal demi ambisi pribadi nya sendiri, taek!!
Yap benar sekali sebagai pribumi saya mengakui banyak sekali pungli yg tumbuh subur di Jogja, khususnya di area Tugu-Malioboro.
Terutama parkir, bayangkan operasi gabungan dishub-polisi cm menghukum korban parkir liar, padahal sipelaku jukir liar tiap hari ada disitu.
A Thread.
Realita jualan di alun-alun kidul Jogja
1. Izin resmi dari keraton
2. Pungli parkir kendaraan 2.5jt/hari di nego 1jt/hari
3. kasih makan 10 orang preman
4. DISURUH KASIH MAKAN TIGA POLISI 🤡🚩
5. Mau pake listrik bayar lagi
Jogja loh wes umr kecil, banyak pungli 😤👎
dino patti djalal cerita dulu waktu kerja di istana :
- ada teknologi di satu ruangan khusus
- alat itu bisa mantau kebakaran hutan di mana pun di indonesia
- akurasinya sampai nunjukin titik pohon yang kebakar, akurasi sekitar 1 meter
- alat itu juga bisa cross check sama wilayah operasional perusahaan
- waktu itu wilayah operasi perusahaan sawit udah dipetain detail
- jadi pemerintah bisa langsung tau titik apinya ada di lahan perusahaan mana
- info itu bisa jadi dasar buat nentuin siapa yang harus tanggung jawab
- dia berharap teknologi itu masih ada di istana
- dan bisa dipakai lagi secara maksimal
- dia minta presiden bareng kementerian dan lembaga terkait manfaatin alat itu buat nangani karhutla
SUDAH HIRUP ASAP BERACUN, MASIH HARUS ANTRI BBM LAGI. PULANG KE RUMAH MATI LISTRIK.
MASUK NERAKA LAH KALIAN, PARA PEMANGKU JABATAN YANG PUNYA WEWENANG TAPI MALAH ZOLIM SAMA RAKYAT YANG BAYAR PAJAK DAN MENGGAJI KALIAN.
📍Puruk Cahu, Kalimantan Tengah
🎥 Video antrean BBM — 15 September 2026
Kirain ganti baru yg lebih muda bakal oebih fresh dan lebih waras, jebul sama aja. Sama-sama sintingnya, sama-sama ga warasnya, jilaaattt terooosss pak
Suryadono: "MBG sebenarnya tidak pernah bermasalah, itu hanya masalah ideologis politik."
Ia implikasikan anak2 yg sakit itu karena berbeda ideologi, didukung oleh guru2, ortu2 anak yg sakit, wartawan2 yg ribut di sosmed akhirnya terdengar MBG menjadi masalah
Bodohkah org ini?
@atokdalangs4 Buseett ini tweet nggiring opini buat jelek-jelekin maudy banget wkwkwk dan lucunya banyak yg kepancing krn caption nyaa 🤣🤣
Ternyata emang serendah itu yaa literasi sdm kitaa 🤣🤣
momen flashback gibran jelasin program MBG:
" 400 triliun ini akan mengalir ke warteg warteg, kantin kantin , warung warung , ketring ketring dan ibu ibu di desa"
sementara hari ini gadaa tuh pake warteggg
pembual + pembhong besar
Dugaan Keracunan MBG 2026 :
08/01 di Semarang (75)
09/01 di Grobogan (803)
10/01 di Mojokerto (411)
12/01 di Majene (61)
12/01 di Wonogiri (206)
13/01 di Pekalongan (15)
13/01 di Siak, Riau (21)
17/01 di Lombok Tengah (38)
20/01 di Tulungagung (123)
20/01 di Kulon Progo (104)
21/01 di Magelang (80)
22/01 di Tulungagung (15)
23/01 di Aceh Timur (19)
23/01 di Tulungagung
23/01 di Gunungkidul (57)
26/01 di Tomohon (181)
27/01 di Cianjur (300)
27/01 di Tuban (14)
28/01 di Sukabumi (19)
28/01 di Buol (141)
28/01 di Kudus (600)
29/01 di Manggarai Barat (132)
29/01 di Pinrang (8)
30/01 di Grobogan (8)
30/01 di Muaro Jambi (150)
30/01 di Palembang (4)
02/02 di Surabaya (27)
04/02 di Dharmasraya (183)
05/02 di Jember (112)
05/02 di Ketapang (417)
05/02 di Palangka Raya (16)
05/02 di Singkawang (56)
06/02 di Wonosobo (26)
09/02 di Pati (22)
09/02 di Sidikalang (180)
09/02 di OKI (15)
10/02 di Tulungagung (24)
10/02 di Sidikalang (78)
11/02 di Penajam PU (25)
11/02 di Lombok Utara (30)
11/02 di Singkil (35)
11/02 di Manggarai (173)
11/02 di Malang (7)
13/02 di Bandar Lampung (247)
14/02 di Polewali (16)
14/02 di Ngawi (67)
23/02 di Tegal (3)
24/02 di Tulang Bawang (33)
24/02 di Nias Selatan (60)
25/02 di Cimahi (43)
26/02 di Bireuen (140)
27/02 di Pasie Raja (18)
27/02 di Sukadana (11)
01/03 di Banggai (12)
03/03 di Ngada
03/03 di Timor Tengah Utara (7)
05/03 di Jombang (31)
06/03 di Sukabumi (47)
11/03 di Nabire (7)
12/03 di Pemalang (1)
31/03 di Enrekang (17)
02/04 di Jakarta Timur (72)
04/04 di Bima (27)
07/04 di Kalikotes (81)
07/04 di Nganjuk (3)
08/04 di Bogor (106)
08/04 di Klaten Utara (70)
08/04 di Pundong (19)
08/04 di Tasikmalaya (114)
08/04 di Banten (100)
09/04 di Jambi (3 guru)
09/04 di Mojokerto (79)
09/04 di Pacitan (139)
10/04 di Praya Tengah (11)
13/04 di Jetis, Bantul (80)
15/04 di Anambas (162)
15/04 di Bojonegoro (17)
16/04 di Madiun (18)
16/04 di Cilegon (49)
16/04 di Karawang (46)
17/04 di Cianjur (134)
18/04 di Grobogan (34)
18/04 di Demak (187)
20/04 di Cilegon (9)
20/04 di Bangkalan
21/04 di Rembang (22)
22/04 di Sampang (19)
22/04 di Cilegon (11)
22/04 di Kediri (73)
22/04 di Lampung (172)
23/04 di Jeneponto (20)
23/04 di Bengkulu (8)
23/04 di Kubu Raya (6)
23/04 di Amuntai (61)
24/04 di Lombok Timur (51)
27/04 di Kediri (5)
27/04 di Bandar Lampung (112)
28/04 di Deli Serdang (12)
28/04 di Klaten (584)
29/04 di Cilacap (29)
29/04 di Tangerang (34)
29/04 di Timor Tengah Selatan (47)
30/04 di Sumba Tengah (100+)
01/05 di Cianjur (37)
04/05 di Belitung (54)
06/05 di Bantul (18)
07/05 di Wonogiri (242)
08/05 di Jakarta Timur (252)
09/05 di Kolaka (11)
11/05 di Surabaya (210)
13/05 di Kupang Barat (28)
18/05 di Temanggung (323)
19/05 di Garut (18)
20/05 di Jambi (8)
20/05 di Jember (22)
20/05 di Serang (71)
21/05 di Gorontalo (23)
21/05 di Sambas (15)
22/05 di Jakarta Barat (116)
29/05 di Majalengka (22)
04/06 di Bengkulu (16)
04/06 di Bangkalan (84)
13/07 di Deli Serdang (35)
14/07 di Jember (29)
20/07 di Blora (19)
21/07 di Wates (150)
21/07 di Malang (35)
22/07 di Tanggamus (8)
23/07 di Pandaan (14)
23/07 di Garut (63)
23/07 di Kediri (211)
24/07 di Pesawaran (33)
24/07 di Air Sugihan (38)
28/07 di Bojongkoneng (39)
28/07 di Kuala Pembuang (156)
28/07 di Tulungagung (103)
29/07 di Solo (105)
30/07 di Lombok Tengah (22)
31/07 di Semarang (707)
03/08 di Sebulu (70)
03/08 di Kulonprogo (178)
03/08 di Prambanan (25)
03/08 di Jepara (123)
04/08 di Dumai
04/08 di Rembang (299)
04/08 di Jayapura (543)
05/08 di Bontang (27)
06/08 di Bogor (29)
07/08 di Magelang (54)
10/08 di Bontang (56)
10/08 di Banyumas (165)
11/08 di Trenggalek (549)
13/08 di Dumai (45)
13/08 di Berastagi (353)
14/08 di Klaten (145)
15/08 di Sukabumi (134)
18/08 di Kampar (157)
20/08 di Banggai Kepulauan (52)
20/08 di Boyolali (122)
01/09 di Sidoarjo (294)
Kekacauan terkait data desil sedang menjadi sorotan nasional.
Banyak warga yang mengeluhkan lompatan angka desil secara drastis (misalnya dari desil 1 menjadi desil 9 atau 10). Akibatnya, masyarakat yang kondisi ekonominya pas-pasan atau kurang mampu justru dianggap sangat sejahtera di atas kertas.
Desil adalah cara pemerintah menurunkan angka kemiskinan tanpa menaikkan kesejahteraan masyarakatnya !
Kacau....Kacau.....
HUT KEMERDEKAAN 'KE 81 RI'
"Mereka rayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan 'KE 81 RI' dengan seremonial yang mewah dan megah, karena dibiayai oleh APBN!
Kami rayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan 'KE 81 RI' penuh dengan kesederhanaan, karena dibiayai oleh iuran & patungan warga!
Dari manapun anggarannya, ayo kita rayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan 'KE 81 RI' dengan semarak dan penuh suka cita!
Hidup Hari Ulang Tahun Kemerdekaan 'KE 81 RI' tahun 2026! Sekali merdeka tetap merdeka!!!!!
#Ngik ✍️✍️✍️
Kabut udah pekat, dada udah sesak, masih sempat2nya seremonial.
Pakai chequered flag lagi.
Emangnya bencana ini adalah festival meriah yg harus dirayakan secara meriah, penuh kegembiraan, dan rasa syukur?
Tobat, tobat.