Aku tahu ke mana hatiku tertuju,
namun aku memilih berjalan pelan.
Bukan karena ragu,
melainkan memberi ruang
agar waktu ikut meneguhkan.
Ada keyakinan yang tumbuh dalam diam,
tak tergesa untuk dinyatakan.
Jika ia benar,
menunggu tak akan mengubahnya—
ia akan tetap tinggal.
Senyum itu seperti pulang—
tanpa janji, tanpa rencana besar,
namun membuat hati percaya
bahwa kebersamaan memang seharusnya sesederhana ini.
Dan di momen kecil seperti ini,
kita tahu:
bahagia bukan tentang ke mana kita pergi,
melainkan dengan siapa kita merasa utuh.
Haii 2026 aku menaruh harap padamu.
Kalau tulisan bisa mewakili rasa,
Aku akan menulis banyak cerita tentangnya.
Cerita yg baru dimulai tapi aku tidak tahu ujungnya.
Aku mau menapaki tahun ini dengan harapan yang baru.
Aku memastikan kalau aku masih disini dan tidak akan pergi.
Terselip doa dalam gurau,
tersimpan harap dalam sapa,
semua kutata rapih
agar tak terbaca terlalu jelas
di matamu yang tajam.
Aku hanya ingin,
suatu hari kau menyadari
tanpa aku mengucap tegas,
bahwa di setiap percakapan singkat
ada diriku yang diam-diam
merajut dekat.
Pagi ini seperti dejavu 7th yg lalu (1 Mei).
Pagi ga nafsu makan, sampai sore rasanya mual.
Jam tidur kacau, mimpi yg melelahkan.
Hari ini dapat kabar KIP adik yg ga lolos.
Dobel combo.
Lama tidak memikirkan dan mendoakan tentang pasangan, tiba² bulan ini harus kenalan dengan orang baru yg ga sat set.
Ahh rasanya kok kok lelah dan butuh effort lebih kalau seperti ini.
Lama tak berkunjung,
Masih sama, sepertinya tidak ada yg berubah.
Hari² ini banyak sekali pikiran yg mengganggu.
Ketika teman² kantor semua sudah PPG, dan saya menunggu antrian entah sampai kapan,
Perasaan yg campir aduk.
@tyoksat berawal dari lihat audisi X-factor di youtube bersama teman2 kantor, lalu sering putar lagunya dan karaokean bersama. Ga nyangka yg awalnya hanya akan menemani siswa ikut festival pelajar malah gurunya dapat bonus ketemu idola 😍. Tetaplah menjadi orang yg membumi yaa 😊
Tapi krna biasanya si Kakak hanya diam saja maka komentar itu brlanjut.
Tapi si Kakak sudah sangat dongkol krna tdk pernah sekalipun dipuji tapi seringnya dkomentari.
Maka si Kakak mberanikan diri brsuara, yaa sudah tdk usah dimakan kalau tidak enak.
Tapi sekali lagi KAKAK SALAH.
Malam ini si Kakak disinggung masalah masakannya.
Si Kakak sekalipun tidak pernah dipuji ketika masak enak, tapi setiap kali ada masakan yg sedikit cacat langsung ada komentar. Kata si Bapak ini demi kebaikan si Kakak. Si Kakak yg biasanya cenderung diam saja malam ini bersuara.
Ketika adik ada yg melakukan kesalahan seperti ada pembiaran.
Sedangkan si Kakak seperti tidak boleh ada cacat sama sekali.
Hal ini sudah berlangsung lama, 30th lebih.
Sepertinya punggung si Kakak sudah tidak sekuat dulu untuk penopang perasaan yg lelah ini.
Jadi anak pertama itu dituntut harus menerima kondisi apapun.
Siap untuk diperlakukan bagaimanapun.
Harus siap disalahkan walaupun sekadar hal yg sepele sekalipun.
Siap untuk mengalah dalam hal apapun.
Tidak boleh protes atas apapun.
Terkadang menangis pun harus dalam diam.
@DTS_kominfo Selamat siang Kak..
Mau tanya teman saya sudah buat akun untuk mendaftar pelatihan Thematic Academy,
Nah ketika mau login untuk pendaftaran keterangannya email salah, tapi seingat teman saya email sudah betul..
Apakah ada solusi mengubah email atau pasword atau bagaimana yaa?
@BkppdSurakarta Min mau tanya tentang pendaftaran P3K..
Teman saya saat ini guru TK, dia mau daftar P3K yg linear dengan Ijazahnya yaitu guru mapel, tp dapodiknya terdaftar sebagai guru TK..apakah bisa Min?