Character Development Fatimah ini kayaknya terus berkembang ya setiap ada debat terbuka.
Sebelumnya di CNN Indonesia, ekspresi dia saat mendengarkan itu dijadikan senjata oleh lawan politiknya
Sekarang, justru lebih banyak diam, mengangguk dan tersenyum. Dia seolah telah mengetahui celahnya di mana, memvalidasi argumen lawan, tetapi langsung mematahkannya.
Seluruh argumen Fatimah, sekali lagi, sangat baik dan bernas.
kalo kalian sadar sebenarnya prabowo
lagi nyindir fatimah mahasiswa ui
karna sebelumnya fatimah adu argumen dengan
salah satu juru bicara prabowo (orang gerindra)
jubir: ada anak- anak di desa sana nyebrang sungai kesekolah demi MBG
fatimah : lah itu bapak cerita, harusnya akses jembatan nya dulu gk sih, baru mikirin makanannya?
ternyata nyampe ke prabowo nih hasil debatnya
gatau masuk fyp dia atau kagak
tapi ngeliat respon hari ini wasalam guys
Repost utk anak2 muda yg tanya apa maksud saya dgn "wisdom without fear". Intinya: menyuarakan kebenaran lebih nikmat dari mengejar kekuasaan. You should try it too. Boleh disebar.
Gila parah banget ini, kasus orang2 Indonesia yg presentasi abal2 di konferensi pneumonia di Kopenhagen. Ternyata emang sering "jalan2" ke LN pake grant dgn alasan ikut konferensi
https://t.co/JUeidwO4wi
Seungyeon :
Honestly… I was scared that one day my younger sister might suddenly disappear. I was afraid she might suddenly let go of everything.
Because I didn’t really understand what kind of emotional state she was in, what kind of pain Jeongyeon was going through, or what exactly was hurting her… I tried a lot of different things too. Really, when Jeongyeon said negative things, I even reacted like, "Hey…!" and hit her lightly, and I scolded her saying, "Get a grip" I tried comforting her too,
and I cried together with her. I remember crying while saying, "Why are you doing this?"
But even so... in the end, just staying beside her was the best thing I could do for her at that time.
So I simply stayed by her side. That’s all. And when it was time to eat, I made sure she had meals too
Yoo Jaesuk:
But in a way, just like how Chanhyuk exercised together with Suhyun for her sake, (*Akmu)
people who each lived their own separate lives end up living together and supporting one another. In times like that, family really becomes a huge source of strength
Seungyeon:
That’s right. But back then, truly, there was nothing I could do except stay beside her. Because I didn’t understand what she was going through.
Yoo Jaesuk :
That alone becomes an enormous source of strength. When someone is struggling and hurting, simply staying with them, not necessarily doing something special. that itself becomes a tremendous comfort and source of support
Undressed ga relate sih, tapiii part "i don't want the children of another man to have the eyes of the girl i won't forget" kok nyessss yaa di hati moengilku hahaha deymm
Masih ingat kasus Wakil Bupati Sangihe yang tiba-tiba meninggal setelah menolak proyek tambang emas?
Tambang ilegal itu ada samgkut pautnya dengan ini tambang ini lho dan dibekingi seorang jenderal yang sekarang masih berada di lingkaran kekuasaan regime "nyawit".
Tahu nggak siapa jenderal itu?
SBY buruk, Jokowi buruk. Tapi mereka sama sekali gapernah ngomong kayak gini dalam forum resmi. Seorang presiden, pemimpin negara bicara dengan kapabilitas yang cuma seperti ini.
Orang-orang yang memilih dia karena kasihan atau karena apapun, kalian berdosa sekali untuk seluruh manusia di negeri ini. Bajingan kalian dan pilihan kalian. Bedebah.