ᅠ
"Raspberry dan plum / terutama yang telentang di meja dan melayang di bawah lampu." —— ketamakan manusia mengalahkan amarah Tuhan yang sebegitu besar murkanya.
(CW : Kekerasan (violence), kekerasan seksual (sexual abuse), dan sejenisnya. Silakan interpretasikan sendiri.)
ᅠ
I've always seen Holostars as comrades-in-arms, and I have so many fond memories with all of you, both as coworkers and as a fan. So please let me be a little emotional for a moment.
🦔💨 Temma-senpai, you've always been so kind and thoughtful. After our Mario Kart collab back in 2021, when I was feeling overwhelmed, you checked up on me. It might've seemed like a small thing to you, but it meant a lot to me, and it's a kindness I'll never forget. Thank you for always being such a caring person.
⚙️ Rikka-senpai, your songs have been with me through so many moments. I listen to your originals and covers all the time, and they've always brought me comfort. I do wish I had talked to you more, but even so, I've always admired you a lot. I'm wishing you nothing but the best moving forward.
🍕 Aruran-senpai, thank you for always accepting my collab invitations! And thank you for always being such a joy to be around. Seriously, there was never a dull moment whenever you were there. If "fun" was a person, it'd probably be you.
🟣 Shien-senpai, you're my little sister's oshi, and we both cried when we heard you were graduating. You're such a natural entertainer, and every time I see you, it feels like you're overflowing with creativity and ideas. Please keep shining the way you always have. The world needs more people like you.
🕯 Rio... hearing that you were leaving made me really sad. You're so honest and hardworking, and anyone can tell that you're always giving 100% in everything you do. I've always admired that about you. Wherever you go next, I hope amazing things are waiting for you every step of the way.
I was a fan before I became a talent, and honestly, that part of me is still here.
Thank you for all the memories you've given me as a fan, and thank you for all the memories we've made together as coworkers 🥹🥹
I'll be cheering for all of you, always!
Sejujurnya gue gak tau ini tulisan akan mengarah ke mana, hanya pikiran random jam 2 pagi setelah melihat demo seharian tadi. If you have time silakan baca or feel free to skip.
Gue tumbuh besar di lingkungan yang sekitarnya penuh dengan kemiskinan. Gue sendiri berasal dari keluar yang biasa-biasa saja, mungkin hanya sedikit lebih beruntung dari yang lain.
Orang-orang hidup dengan serba kekurangan. Boro-boro punya tabungan atau rencana masa depan, besok pun belum tau gimana caranya dapetin makan. Segala macam cara dilakukan untuk bisa dapat uang tambahan.
Dulu kalo pagi suka ada tetangga nenek-nenek, namanya Romlah, sering datang ke rumah bawa jualan kayak jajanan kue atau gorengan, kalo siang ke sore dia lanjut pergi ke sawah. Beliau rajin banget, tapi anak-anaknya pun tetap harus putus sekolah.
Ada juga ibu-ibu tetangga yang buka jasa cuci baju, namanya Bu Sop. Orang di kampung gak punya mesin cuci jadi nyucinya masih dikucek sendiri manual. Beliau meninggal dunia karena penyakit kronis dan tidak punya biaya untuk rutin berobat.
Pengangguran ada banyak, yang putus sekolah banyak, yang sampai ke perguruan tinggi cuma sedikit sekali. Semuanya terhambat masalah ekonomi. Semuanya terjebak dalam kemiskinan struktural.
Yang hidupnya nyaman dan berkecukupan bisa dihitung jari. Gue termasuk yang berkecukupan, tapi tetap ga bisa seenak jidat minta macem-macem ke orang tua. Kalo pengen sesuatu biasanya harus nabung uang jajan sekolah dan beli sendiri.
Gue udah gak tinggal di lingkungan tersebut, tapi sampe sekarang gue selalu ingat betapa susahnya kehidupan orang-orang di sekitar gue dulu.
Sekeras apapun mereka berusaha dan bekerja mereka gak akan bisa keluar dari kemiskinan tersebut. Entah karena keterbatasan ilmu, kemampuan, atau akses ke informasi dan kesempatan.
Mereka gak punya kemampuan untuk mengubah nasib atau memperbaiki kehidupan. Mereka gak tau musti ngapain. Mereka cuma bisa pasrah. Mereka gak peduli siapa yang jadi pemimpin karena buat mereka, siapapun pemimpinnya toh hidup mereka ya begitu-begitu aja.
Di setiap masa pemilu, siapa yang bisa ngasih imbalan itulah yang akan dipilih. Mereka gak punya pilihan lain selain menerima.
Mereka adalah golongan yang rentan dimanipulasi dan dimanfaatkan.
Memang zaman sekarang orang sudah punya smartphone bahkan di daerah. Tapi teknologi tersebut tidak seimbang dengan kemampuan memilah informasi dan berpikir kritis. Belum lagi banyaknya media yang dikontrol, disensor, dan buzzer di mana-mana.
Kita, yang punya akses ke pendidikan yang lebih baik, yang mampu berpikir kritis, yang mengerti apa yang sedang terjadi di atas sana, yang bisa melihat kebohongan dan tipu muslihat, adalah wakil mereka.
Suara kita adalah suara mereka.
Perjalanan mungkin masih panjang, kita mungkin masih butuh banyak belajar, tapi gapapa pelan-pelan aja. Gue tau sangat mudah untuk merasa frustrasi dan putus asa di situasi seperti ini, tapi kita gak bisa buang harapan.
Bareng-bareng yok.
----------
Even if I have to die, I will use the only voice I have to make some noise.
Masami Ito, the voice actor of Izumi Sena in Ensemble Stars!!, has issued an apology after allegations of an affair with fans went viral on social media.
On his statement, he expressed regret over his actions and the trouble and concern it caused. He admitted responsibility for the incident and apologized for breaking the trust of everyone that supported him.
His wife, Suzu Maihara, also released a statement apologizing for her husband’s behavior, saying she was sorry for the discomfort and distress it caused to many people.
The two said that they have already discussed the matter privately and Ito has received his wife's deep disappointment and reprimand. He promised to fulfill his responsibilities moving forward as a husband and a father.
Please, if everything ends up being true, I really hope they recast Izumi and fans don't blame the character... Izumi's voice is very unique, but I trust them to find someone good. They already did it with Mitsuru.
Is the ado feet outrage actually fr, are people genuinely mad over this?
like i get its not the best introduction to ado but its twitter shit goes viral and then disappears two days later it isnt gonna ruin her image and i doubt she cares much about the art