Ada masa ketika satu per satu manusia menjauh.
Percakapan berkurang. Pertemuan semakin jarang. Beberapa yang dulu terasa dekat, kini hanya tinggal kenangan.
Mungkin Allah sedang mengajarkan bahwa sandaran terbaik bukanlah manusia, melainkan Dia yang tidak pernah pergi.
Dah rezeki, enjoy your rezeki. Work harder lepas tu, doa. Be kind to your parents. Share your rezeki with them. Niat kena betul. Jangan lupa bersyukur. Thankful for all the blessings given by Him.
nemu kata kata yang ngena banget
"porsi manusia itu berbeda beda, beruntungnya beda, sedihnya beda, cobaannya juga beda, tidak ada yang berat maupun ringan, semua dipikul sesuai pundak masing masing."
Persahabatan itu memang gak mudah ditemukan.
Kadang butuh waktu lama buat ketemu orang yang benar-benar tulus, tapi anehnya… bisa rusak hanya karena ego kecil, gengsi, atau kurang saling menghargai.
Makanya menjaga persahabatan itu penting.
Dan salah satu kuncinya memang sederhana: pandai bersyukur.
Bersyukur kepada Allah karena masih dipertemukan dengan orang-orang baik.
Juga bersyukur atas kehadiran mereka yang tetap ada, bahkan saat hidup kita sedang tidak baik-baik saja.
Karena tidak semua orang beruntung punya teman yang benar-benar peduli.
Jadi kalau sudah punya, jangan hanya dicari saat butuh, tapi juga dijaga, dihargai, dan didoakan.
Percayalah, kalau dah tertulis itu adalah rezeki kita, ia takkan jadi milik orang lain. Samada rezeki duit, rezeki pekerjaan, rezeki biasiswa, rezeki tawaran belajar, rezeki jodoh sekalipun.
Berusahalah. Berdoalah. Tapi tetaplah tenang. Takdir Allah segalanya indah.
menikahlah dengan seseorang yang memahami sikap sakinah, mawaddah, warahmah.
— sakinah : ketika tau kekurangan pasangan tapi tidak mencela.
— mawaddah : ketika melihat kekurangan pasangan tapi memilih fokus pada kelebihannya.
— warahmah : kekurangan pasangan dijadikan sebagai ladang amal pahala.
- Diterima baik oleh orang tuanya.
- Dicintai hebat oleh anaknya.
- Dan diridhoi Allah pernikahannya.
“Semoga Allah pertemukan segera dengannya” AAMIIN
Apresiasi sebesar-besarnya untuk perempuan yang sedang bangun ulang hidupnya sendirian.
Tanpa warisan, tanpa jalan pintas, tanpa “orang dalam”.
Cuma modal kerja keras, proses yang nggak selalu enak, dan tekad yang nggak mau kalah.
Pelan tapi pasti. Capek tapi tetap jalan.
Tapi kamu tetap berdiri, tetap belajar, tetap melangkah.
Kamu hebat, dan kamu nggak sendirian.
I’m rooting for you, girl ✨
pada akhirnya, bukan lagi
"if he want, he would"
tapi "if Allah has written it for you, it will find its way to you, at the right time, in the right way"
inget, apa yang emang buat kamu, pasti akan jadi milikmu, dan gaakan jadi milik orang lain.