@hrdbacot@jellypastaa Iyaaa karena sppg itu taken kontrak langsung dari bgn, makanya mereka office hour kerjanya. Kalau relawan, gizi, akuntan itu taken kontraknya sama yayasan. Tapi tetep yg freelance cuma relawan kak
Anak dia ya tanggungjawab dia, jadi bodo amat. Tapi untuk kawan-kawan gue, semoga nggak melakukan yang kayak gini ya.
Pas SMA gue pernah nenangin kawan yang histeris karena dia “cuma” ranking 2 pas pra-UAS dan takut banget pulang ke rumah.
Cukup sampai generasi kita aja.
"'Saya udah capek, Pak. Capek ngomong tapi gak didengerin.'"
"Bukan selingkuh. Bukan KDRT. Bukan masalah ekonomi. CAPEK GAK DIDENGERIN."
"Dan kalau gw gali lebih dalam, ceritanya SELALU sama: dia udah coba bilang ke suaminya. Berkali-kali. Bertahun-tahun. Cara lembut, cara nangis, cara marah. Semua udah dicoba."
"Respons suaminya selalu salah satu dari tiga: 'Lebay lo.' 'Iya iya nanti.' Atau yang paling mematikan: FREEEEZE. Gak ditanggapin sama sekali."
Fyi... Super El Nino ini mengingatkan kita pada kejadian di zaman Nabi Yusuf as.
Di zaman beliau, tragedi panas dan paceklik yang sangat mengerikan itu berlangsung selama 8 tahun. Tentu susah banget itu ngadepinnya.
Tapi ternyata... beliau sudah memberikan trik bagaimana supaya selamat dalam menghadapi tragedi panas dan paceklik seperti ini. Intinya ada di dua hal:
1. Berhemat yang beliau gambarnya dengan menanam selama 7 tahun dan panenannya dibiarkan di tangkainya.
2. Memilih pejabat yang kompeten untuk menghadapi ini. Karena di saat genting gini, peran pemerintah itu vital. Dalam kejadian Nabi Yusuf, akhirnya beliau sendiri yang ditunjuk jadi menteri dan beliau berhasil.