Selain di RS, Sekolah anakpun sama ..
Ada rapat : ibunya
Urus berkas ini itu : ibunya
PPDB : Ibunya
Seminar parenting : Ibunya
Ambil rapot : Ibunya
Antar jemput : Ibunya
Antar bekal : Ibunya
Anaknya bermasalah : Ibunya
Bayaran-bayaran : Ibunya
Bapak2 cuma tau TTD rapot aja, jelek marah2, bagus ... bingung .. kok bisa?
Pas ada case yang mengharusnya peran bapak2 sesekali di dalamnya, mereka bingung.
Kelas anaknya dimana gak tau, wali kelasnya siapa ga tau, mesti urus berkas ketemu siapa ga tau, mau bayaran totalnya berapa, ketemu siapa, bukunya dimana ga tau, anter bekel jam berapa ga tau, seminar parenting ga mau, ada rapat ortu ga bisa hadir, planga plongo ... pas anaknya kena masalah bilang "seumur2 papa ga pernah ngajarin kamu kaya gitu"
Gue kalo jadi anaknya jawab dah "kek tau aje urusan2 gue di sekolah, boro2 ngajarin"
Coba deh emak2 sakit 1 hari aja jangan lama2.
Mereka grasah grusuh siapin seragam, sarapan, antar anak 1, siapin anak lain, antar lagi anak lainnya, siapin dan anter bekel, nanti mesti jemput, anter les, jemput lagi, anter ngaji dan jemput lagi.
Sampe rumah kek ayam sakit. Kek energi 1 tahun penuh pindah di hari itu semua 😂😂😂😂
Emak2?
Sudah biasa, tradwife apalagi. Itu disambi masak, nyuci, jemur, beres2 dll ...
Mungkin akan ada yang ga terima dengan tulisan ini karena merasa dia bertanggung jawab juga soal sekolah anak2 ini. Tapi faktanya ... di luar X sana di kehidupan nyata BANYAAAAAK bapak2 kek gini 🙏
14,000 babies are at risk of dying in the next 48 hours in Gaza if aid doesn’t reach them, warns Tom Fletcher, the UN’s under-secretary-general for humanitarian affairs – a figure he called “utterly chilling.”
🔴 LIVE updates: https://t.co/tPCzcwe9jW
Jangan lupa,
Jangan merasa biasa,
Karena lupa adalah pengkhianatan.
Dan merasa biasa adalah kejahatan.
Bagaimana bisa bertemu Rasulullah kelak, sementara kita tak peduli pada umatnya sama sekali.
Hari yang ke-547.
Dalam bulatan itu bukan burung.
Tapi tubuh manusia yang melayang selepas dibedil Z.
Lebih tinggi daripada kepulan-kepulan asap.
Dengan suara-suara jeritan yang tak sempat didengari.
Dan tubuh-tubuh ini takkan dapat dikenal pasti lagi.
Tiada nama. Tiada wajah.
Hilang dalam puluhan ribu lagi angka kematian.
Ingatlah bahawa mereka ini bukan statistik.
Mereka ialah manusia yang punya cerita dan derita.
Ini di Jakarta. Kasus yg masih sama. Speaker itu sudah membahana sejak 2020an.
RT sudah turun tangan. JAKI sudah digunakan. Mas Rano sudah pernah dipukul. Pelaku sudah pernah dipenjara. Jera? Setelah keluar, speaker maut itu tetap membahana. Keras sekali.
Kami mohon kepada Bapak @pramonoanung dan Bapak Rano Karno untuk mengambil tindakan tegas atas gempuran suara tersebut.
temen temen ayo kita ramein tagar #IndonesiaGelap sebagai bentuk dukungan kepada rekan rekan kita yang turun ke jalan sampai hari kamis nanti
walaupun cuma bisa bersuara lewat sosmed dgn ngetwt ht / sg, gapapa lakuin aja. hal sekecil apapun bisa berpengaruh untuk perubahan.