Gue baru sadar hubungan 4 tahun gue harus selesai pas gue terbaring di IGD karena kolaps kerjaan, dan cowok gue cuma ngechat: 'Yang, makan siang aku gimana? Aku bingung cara redeem voucher GoFood yang di akun kamu.' Jam 2 siang, infus masih menggantung, dada gue sesek, dan di saat fisik gue remuk total, fokus utama laki-laki yang udah 4 tahun nemenin gue cuma seputar perutnya sendiri.
Sebagai anak sulung umur 27 tahun yang kerja jadi Senior Marketing Executive di Jakarta, gue terbiasa jadi 'penyelamat'. Nanggung bayaran kuliah adik, kelarin revisi deck jam 2 pagi, sampai ngurusin hal sepele cowok gue—mulai dari bayar listrik kosannya sampai urusan laundry. Gue selalu merasa, untuk bisa dicintai dan dihargai, gue harus terbukti 'berguna' dulu buat semua orang.
Tapi hari itu bener-bener puncaknya. Badan gue gemeteran, vonis dokter bilang gue burnout parah plus asam lambung kronis. Bukannya nanya keadaan gue gimana atau mau nyamperin ke rumah sakit, dia malah minta ditransfer uang kopi karena 'males top up e-wallet sendiri'. Di ranjang IGD yang dingin itu, kepala gue rasanya ditampar kenyataan paling pahit seumur hidup.
Selama 4 tahun ini, gue kira dia manja karena sayang. Ternyata itu weaponized incompetence—dia sengaja berpura-pura nggak bisa dan nggak paham biar gue yang ngerjain semuanya. Dan bodohnya, luka keberhargaan diri gue merespons itu sebagai bentuk kebutuhan. Gue ngerasa dibutuhkan, padahal gue cuma lagi dimanfaatin sama orang yang enggan bertumbuh dewasa.
Sambil nahan perih bekas jarum infus, jari gue gemeteran ngetik balasan: 'Login sendiri. Dan mulai hari ini, belajar ngurus hidup kamu sendiri. Kita selesai.' Dia langsung berondong telfon puluhan kali, panik—bukan karena takut kehilangan gue, tapi karena kehilangan fasilitas gratis yang selama ini gue sediakan atas nama 'cinta'.
Malam itu gue pulang naik Grab sendirian, bawa kantong obat yang berat. Tapi herannya, dada gue rasanya jauh lebih lapang dari biasanya. Gue baru sadar, kita nggak perlu terus-menerus terbukti berguna hanya untuk layak dicintai. Melepaskan orang yang sengaja bertindak tidak berdaya ternyata adalah bentuk tertinggi dari mencintai diri sendiri.
Misal nih, ditawarin uang 100jt. Tapi syaratnya selama 6 bulan
- Gaboleh ngopi
- Makan rebusan
- Ga buka medsos
- Cut off gula
- Jalan kaki 10 kilo/hari
Kamu bakal ambil ga?