Insya Allah aku ikhlas. Tapi akan aku pastikan semua anak perempuan mu merasakan bagaimana rasanya hak nya di makan tanpa bertanya bagaimana keikhlasan hatinya.
Video ke 2 gua record tepat setelah pemakaman. Semua punya pemikiran yang sama kalau Marapthon tidak akan terjadi atau the least semua plan dan jadwal mundur. Which is wajar dengan semua yang tau sifat gua yang seperti dulu dan ditambah situasinya lagi seperti itu.
But nah babe. I will do it in sadness. I will do it bleeding. I'll crawl. I will do it dying. I will keep my promises.
Reza yang biasanya, dengan mudahnya akan mundur dari segala plan.
Arap yang biasanya, hanya akan memikirkan ego dan perasaannya.
YB sebelum sama Lula, tidak akan peduli dengan apapun.
Tapi apa yang dia ajarin ke gua selalu terngiang2 di kepala sampai hari ini.
"Kamu mau ngeluh juga buat apa sayang? Mau ngeluh atau engga, kan memang harus kamu jalanin. Liat aku. I want to see you win in life. Sayang, aku mau kamu punya rumah lagi."
Oi, pendek. You wanna see me win in life? I will win. Kanarazu katsu.
08
02
26
MARAPTHON
"THE LAST TALE"
Tidak ada yang lebih layak untuk mendapatkan dukungan dari segala bentuk "grief" dan "duka" selain keluarga dan sahabat-sahabat terdekat yang sudah menemani Almarhumah selama bertahun-tahun.
Walaupun gua mengenal Almarhumah sejak lama, tapi gua hanya mengambil sebagian kecil dari kenangan/memori Almarhumah selama hampir 1 Tahun ke belakang dan (yang tadinya)rencana-rencana kami berdua dan keluarga di masa depan.
Kesampingkan apa yang kalian proyeksikan tentang apa yang gua rasakan, dan fokus ke keluarga dan sahabat-sahabat Almarhumah.
Sementara itu, biarkan gua fokus sama diri gua sendiri, sampai nanti akan ada saatnya gua butuh kalian. Bohong kalau gua bilang gua tidak lemah dan hancur.
When the time's comes. Pasti... Gua pasti akan minta tolong...