Jika niatmu hanya untuk singgah, ku mohon bersikaplah seperti tetamu. Agar yang ku hidangkan adalah kopi bukan hati . π€
#sembari@MustaqimJiwa@Nmk11_
SEDANG DIUPAYAKAN
Sedang diupayakan apa yg membuat tenang. Karena rumah bukan sekadar dinding & atap. Tapi tempat pulang paling lapang,
Kutata sudut yang berantakan. Kusapu debu yang diamdiam mengendap.
Bukan supaya dipuji tamu. Tapi biar hati tak ikut tersendat
SEDANG APA?
Setelah kita gowes menantang arah.
Rantai masih hangat, napas belum lepas,
Keringat jadi medali tanpa upacara.
Mereka bersandar, lega tak bicara,
Tapi rodanya menyimpan cerita:
Tentang tanjakan yang nyaris menyerah,
Tentang turunan yang teriak merdeka.
MONSTERA DI SORE HUJAN
Sore itu hujan tanpa permisi, mengetuk daun, menyapa sunyi. Di pojok teras, dia berdiri anggun, Monstera king, raja tanpa mahkota emas. Daunnya bolong bukan karena kalah,
Tapi karena semesta paham:
Indah tak harus utuh tanpa celah
SembariHati π«Ά
Nak, Tawamu penenang, tangismu ujian, pelukmu rumah paling nyaman. Ingatlah nanti dunia tak selalu seindah malam ini, tak semua orang tulus memuji. Tapi ingat, ayah dan mamahmu selalu punya kursi, tempat kau pulang saat lelah berlari.
Daun lebar membuka tangan,
menyapa hujan, menadah harapan.
Monstera berlubang, Philo memanjang,
setiap uratnya cerita tentang berjuang.
Di sini sunyi tp tak pernah sepi,
tiap hela napas adalah rezeki.
Hijau adalah caramu bersyukur,
pd tanah, pada waktu yg luhur.
Mekarlah meski sepi, Menanglah meski sendiri ;
Meski malam tak bawa cahaya,
kau tetap nyala tanpa meminta.
Tak peduli gelap menelan sekeliling,
kau tetap pilih mekar dan bening.
Karena hidup bukan soal tempat,
tapi tentang berani untuk selalu menetap.