pantes pahala memaafkan itu besar sekali, kita yang dapet jeleknya (nangis, emosi, gemeter, trust issue) tapi yang melakukan hanya minta maaf dan melanjutkan hidup tapi kita dibayang-bayangi kesalahan mereka.
@unegrakyatindo aku belajar dari hubunganku yg kandas kemarin, kadang biar kita tetap waras adalah, dengan tidak mengulik isi hp cowok. jujur yang ada cuma bikin kita sakit hati doang. percaya aja "kalau emang kita yang dia mau, gausah ngomong sampe berbusa dia gak akan tega lakuin itu"
ayat-ayat closure:
1. aku bingung
2. u deserve better
3. aku lost spark
4. aku fokus diri sendiri dulu
5. i love u but im letting go
6. in another life ya
7. i hope we crossed path again
8. kita masi bisa temenan kok
pernah denger kalimat "not everyone deserves access to you." and that's true.
dulu aku pikir, aku harus selalu available buat semua orang kapanpun mereka butuh. tapi makin kesini aku sadar, energi aku ternyata ga sebanyak itu. some people drain you without even realizing it. and that's okay. tapi bukan berarti kita harus terusan jadi people pleaser. protect your energy like it's your most valuable asset. because it is.
kita usahakan yang serius-serius aja, yang gentle, yang ga labil sama perasaannya, yang full action tanpa menye-menye, yang ga gila wanita, yang tegas tapi lemah lembut, yang ga friendly ke wanita lain, yang bucin dan yang masa nakalnya udah habis.
Aku kasih bocoran dikit.
Kalau ada cewek nangis karena tidak diperlakukan baik oleh cowoknya, percayalah dia tidak sedang menangisi cowoknya itu. Dia menangisi nasibnya sendiri, karena di kehidupan yang sekali ini, mengapa dia harus menjadi perempuan yang tidak dihargai dan tidak diusahakan.
Dan yang paling menyakitkannya lagi, dia bukan kehilangan seseorang, melainkan menyadari bahwa hati, waktu, dan ketulusannya diberikan kepada orang yang tidak mampu menghargainya. Karena setiap perempuan pada dasarnya hanya ingin dicintai dengan layak, dihargai keberadaannya, dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.
i wish ketemu pasangan yang nggak cuma hadir buat seru-seruan, tapi juga bisa diajak ngobrol soal life plan, growth, dan masa depan. yang enak komunikasi, pikirannya terbuka, emosinya matang, dan bikin kamu merasa didengar tanpa harus menjelaskan semuanya berkali-kali.
one day, aku pengen anakku belajar tentang cinta bukan dari film atau novel, tapi dari cara ayahnya memperlakukan ibunya: yang sabar, lembut, tanpa nada tinggi. aku ingin dia melihat bahwa ibunya dipenuhi rasa cinta dan terimakasih setiap harinya.