Naik Kereta Hampir Mati,
Dibalas Info Refund.
Sekarang Dia Balik Gugat Rp100 MILIAR!"
SIAPA DIA?
Pria yang duduk gagah di balik meja kantor hukum mewah itu bukan sembarang orang.
Ia adalah Rolland E. Potu, S.H., M.H., CBLC seorang advokat pemilik
Potu & Partners Law Office
yang juga dikenal publik sebagai pengacara dari artis Jessica Iskandar
Tapi kali ini, ia bukan membela klien.
Ia membela dirinya sendiri dan ribuan korban yang merasakannya.
APA YANG TERJADI?
Pada Senin, 27 April 2026, terjadi kecelakaan dahsyat antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Tragedi ini mengakibatkan 16 penumpang perempuan meninggal dunia akibat benturan lokomotif pada gerbong khusus wanita.
Total 116 penumpang menjadi korban dalam peristiwa ini.
Hingga Minggu, 3 Mei 2026,
24 penumpang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit wilayah Kota Bekasi.
Sementara 76 lainnya sudah diizinkan pulang.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi masih merampungkan investigasi, dengan fokus utama pada dugaan kegagalan sistem persinyalan khususnya keterlambatan pemberian informasi berhenti kepada masinis KA Argo Bromo Anggrek sebelum memasuki area stasiun.
MENGAPA DIA MENGGUGAT?
Rolland bukan hanya advokat yang tahu hukum.
Ia ada di dalam kereta saat tabrakan terjadi.
Sebagai pelanggan setia KA Argo Bromo Anggrek sejak 2017, Rolland berharap gugatan ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem penanganan darurat PT KAI.
Yang membuatnya paling marah?
Setelah kecelakaan dahsyat itu respons PT KAI yang ia rasakan hanya
Informasi administratif soal refund tiket.
Menurutnya, seharusnya ada mekanisme respons cepat yang memastikan kondisi setiap penumpang secara langsung.
Pendeknya:
Kereta hampir renggut nyawa saya, tapi yang dikirim cuma info refund.
DETAIL GUGATAN
Gugatan perdata dengan nilai total Rp100.000.754.500 telah resmi terdaftar melalui sistem
e-Court Pengadilan Negeri Bandung pada Kamis, 30 April 2026.
Pihak-pihak yang digugat:
PT KAI (Persero)
PT BKI
DANANTARA
Traveloka
Rincian gugatan:
Rp754.500 untuk penggantian harga tiketnya sendiri, sementara
Rp100 miliar dialokasikan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh penumpang terdampak baik korban luka maupun yang meninggal dunia.
Meskipun gugatan ini bukan berbentuk class action, posisinya sebagai penumpang yang mengalami langsung insiden memberikan dasar kuat untuk memperjuangkan kepentingan korban secara lebih luas.
APA KATA ROLLAND?
Gugatan ini saya ajukan untuk mendorong perbaikan sistem Good Corporate Governance PT KAI, khususnya terkait penanggulangan insiden kecelakaan. Seharusnya ada tim yang langsung turun memastikan kondisi setiap penumpang bukan hanya mengirimkan informasi refund.
ANALISIS
Gugatan ini menarik karena penggugat bukan korban sembarangan ia advokat yang paham hukum, ada di TKP, dan punya rekam jejak menangani kasus publik.
Ini bukan gertakan kosong.
Yang digugat pun tidak main-main KAI, Danantara, hingga Traveloka sebagai platform penjual tiket ikut terseret.
Pertanyaan besarnya:
Apakah sistem persinyalan KAI benar-benar gagal?
Apakah SOP kedaruratan sudah dijalankan?
Sejauh mana tanggung jawab platform tiket dalam keselamatan penumpang?
Semua akan terjawab di meja pengadilan
Untuk 16 jiwa yang pergi dalam perjalanan pulang semoga keadilan menjadi warisan terbaik bagi keluarga yang ditinggalkan
#ArgobromoAnggrek #KecelakaanKereta #GugaRp100M #PTKAI #RollandPotu #KeadilanUntukKorban #BekasiTimur #ViralHukum
FYI: the Tesso Nilo forest in Riau, which serves as an elephant conservation area, now covers only about 12,000 hectares. This is because the government has cleared most of the forest for mining and the expansion of oil palm plantations.
They are not victims of war, but victims of a flood disaster.
So far, reports confirm 1,068 deaths and 190 people missing.
📍 Central Aceh, Aceh Province, Indonesia 🇮🇩
Kenapa bodoh sangat pemimpin Indonesia ni? What’s wrong with them accepting aid from other countries no matter how small or big. This is beyond fucked up. I feel sympathy for my Indonesian brothers and sisters in Acheh. My God.
Berjuta2 rakyat teriak sampe berbusa2 minta ditetapkan bencana nasional gak didenger. Giliran Anis yg ngomong langsung kesenggol egonya, merah kupingnya. 😂 Pak Anies berhari2 di lokasi, sampe ke Tamiang, eh besoknya wowo lgs terbang ke Tamiang. Kudu dipancing sama Pak Anies 😄🙈