Apakah ini apar? kalau iya, bahaya dab. Jangan diulangi lah kedepannya, kok gak ada yang ngingetin teman-temannya. Kejadian kedua tahun ini, setelah di Bandung, Sleman juga ada kejadian begini.
Ini lagi medsos klub kasih ruang merek dagang di luar sponsor tanpa keterangan apapun. Beberapa waktu lalu konten review bus bahkan kecolongan kata 'Aqua', padahal sponsor klub adalah 'Le Minerale' hahaha.
Siapa bilang kalau ribut-ribut di Divisi Utama, ISC B hingga Liga 2 gak ada pro-kontra? bahkan dikatakan diam ketika PSS dapat hukuman? coba dingat-ingat.
Setelah tak amati beberapa kejadian yang sama di twitter, yang membuat ramai ya dari sleman sendiri kok. Terlalu cerewet, reaktif, cari atensi, gampang misuh, gampang tersulut emosi ketika ada orang berkomentar.
Makanya dijaga itu ketikannya. Sing wangun sitik lho! 😉
Seburuk-buruknya tim ketika itu pun gak ada suporter turun kemudian merusak stadion sendiri. Perkara tingkat kekerasan di Liga 2 itu lingkup yang berbeda.
Orang lain ikut berkomentar mengenai kejadian kekerasan di tribun stadion pekan lalu? Gak masalah, itu hak dia juga. Toh yang dikritik memang tindakan kriminal.
Pundit senior, tentu sudah meninggalkan segala atribut, sentimen ke kelompok tertentu. Agar informasi yang Beliau sebarluaskan dapat dilihat secara berimbang. Sekali lagi, tak perlu diingatkan, cuma belum dibahas aja. Tenang Beliau masih nunggu waktu yang tepat.