Untuk teman2 army, yang nanya kapan gformnya aku keluarin, nanti di bulan november ya, aku taruh di bioku karena lewat postingan sekarang sangat sensitif kalau post link gform.
Nanti aku bakal kasih tau lewat postingan di akunku ini🫰🏻💜
Yuk! Yang punya tix jangan jual overprice bgt untuk #ArmybantuArmy , masih banyak banget army yang effortnya besar buat dukung bts gak dapat tiket sama sekali 💜🫶🏻
lahir di keluarga yg ga pernah ngajarin buat bisa terbuka ataupun ngeluh, ga disupport, ga punya tempat buat cerita, sampe skrng semuanya di pendem sendiri, kadang sakit pun ga berani ngomong is another level of pain.
Barusan nemu tulisan ini:
"Hanya karena gue nggak pernah banyak nuntut, bukan berarti gue harus nerima yang ala kadarnya. Gue emang nggak suka ribet, tapi bukan berarti gue nggak punya standar."
Maknanya ngena banget karena sering kali orang ngira kalau seseorang itu sabar, pengertian, sederhana, atau nggak banyak protes, berarti dia bakal nerima apa aja yang dikasih.
Padahal nggak gitu.
Ada orang yang jarang mengeluh bukan karena dia nggak punya keinginan. Ada orang yang nggak banyak minta bukan karena dia nggak tahu nilai dirinya. Dia cuma memilih untuk nggak mempersulit keadaan dan nggak menjadikan tuntutan sebagai ukuran kasih sayang atau penghargaan.
Tapi tetap ada batasnya.
Tetap ada standar tentang bagaimana dia ingin diperlakukan, dihargai, dan diperjuangkan.
Kadang orang yang paling mudah diajak kompromi justru paling sering dianggap remeh. Kebaikannya dianggap kewajiban. Pengertiannya dianggap kelemahan. Dan karena dia nggak pernah banyak menuntut, orang jadi merasa cukup memberi usaha yang seadanya.
Padahal seseorang bisa saja sederhana dalam permintaan, tapi tetap tinggi dalam harga diri.
Dia nggak butuh yang berlebihan. Dia cuma ingin usaha yang tulus, rasa hormat yang konsisten, dan perlakuan yang menunjukkan bahwa dirinya memang dianggap berharga.
Karena pada akhirnya, nggak banyak menuntut adalah pilihan sikap. Sedangkan punya standar adalah bentuk menghargai diri sendiri. Dua hal itu nggak pernah bertentangan.
are u ok? yakin?
kamu membohongi dunia dg berlindung dibalik kata "gapapa", maksain diri terlihat happy, mau sampai kapan? gausah gengsi, kamu itu manusia biasa.
sesekali luapin emosimu, nangislah & teriak; "aku sedang ga baik-baik saja."
seenggaknya bisa bikin kamu sedikit lega.
Buat para people pleaser, saya menemukan kutipan yang bagus banget dari Quora.
"Jangan terlalu menimbang rasa sungkan.
Hingga ubi yang kau tanam di ladangmu sendiri enggan kau nikmati demi menjaga perasaan seekor babi."