Orang biasa harus bersaing sama 100ribu applicants, ngelewatin proses rumit.
Orang random bisa tiba2 dipilih jadi Komisaris dengan gaji ratusan jt di tempat yang sama.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia-nya mana?
Apply for as many jobs as you can. Target roles that are above your qualification. Go to the interviews that scare you. You will gain so much confidence from that experiece that you'll naturally become a better candidate. This is one of the things that job hunting taught me.
Dipikir2, mempersulit orang mendapatkan pendidikan itu zalimnya luar biasa ya.
Ibarat potensi sesorang di angka 10, cuma bisa dicapai kalau sekolah sampai level tertentu. Tapi karena prosesnya dipersulit, ybs putus sekolah dan terpaksa menjalani hidup yg kualitasnya di angka 5.
Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah 🇮🇩 tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yg terbunuh dlm serangan militer ilegal.
Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah 🇮🇩 tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri - tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita.) Akhirnya, yg hadir hanya Dubes RI di Teheran - yg dianggap oleh Teheran sbg sikap menyepelekan undangan ini, bahkan dianggap sbg tamparan. Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Kazakhtan, Mesir, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar dibawah) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. 🇮🇩 sbg negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yg ABSEN mengirim delegasi. Bahkan Malaysia nampak lebih bebas aktif dari Indonesia.
Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai LUNTUR krn 🇮🇩 takut/sungkan thdp Amerika ? Has “FEAR” become a factor in Indonesian foreign policy ? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan MANAJEMEN sistem politik luar negeri yang penuh masalah - sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yg berani mengambil keputusan. Paling tidak 🇮🇩 bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta - tapi beliau justru keliling Asia Tengah utk kunjungan yg sifatnya rutin.
Kita seakan melupakan bhw Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dgn hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi 🇮🇩 dlm acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yg sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bhw adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yg melanggar hukum dan norma internasional.
Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dlm situasi yg sensitif, kita bersembunyi.
Please remember : bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan
Boleh dikutip.
ada temenku gajinya 2jt dan cuma bisa dipake buat makan sama ngekos. trus dia cerita, “aku mending dapet uang 2jt daripada nganggur, karna kalo nganggur aku beneran gak makan”
kasian… padahal dia bisa dapet yg lebih baik dari itu, tapi yg di pikiran gapapa mau digaji berapapun asal bisa makan. dan ketidakberdayaan ini dimanfaatkan oleh kaum kapitalis biar bisa ngasih gaji di bawah umr
Indonesia nih ekonominya aneh, iya gw bisa kuliah tapi gw gak akan bisa ngeluar uang gw buat apa-apa selain makan sebulan (itupun 70% makan mie). Adek gw sekolah tapi bayar listrik dan air jadi susah. Rumah banyak yang rusak tapi gak bisa di perbaiki karena nanti gak makan—
❌ duh gimana ya biar masyarakat sejahtera, angkutan umum bagus, pelayanan publik mudah?
✅ ganti nama provinsi kali ya biar pada ngurus perubahan KTP, perubahan sertifikat, perubahan berkas-berkas, pemasukan daerah tuh
I don't know man, call me a pessimist, tapi udah berapa banyak cara dan acara upgrade diri? Tapi kita ttp susah cari kerja. Zaman orangtua kita rasanya gk sesusah ini. Kapan kita mengakui kalau ini masalah de-industrialisasi
Kalau kelen baca ini.
Sebenarnya ini alarm keras.
Masyarakat udah ga percaya sama pemerintah. TRUST sudah hilang.
Maka masyarakat pun makin ragu untuk membuka data aset mereka kepada pemerintah via sensus.
Yang bahaya di sini adalah:
Data-data jadi makin ga akurat
Kalau data ga akurat, kebijakannya juga jadi ga akurat.
Itulah pentingnya TRUST
Dan punya pemimpin yang bisa membangun TRUST.