Kenapa Dahnil seperti ini. Dia lama maen atas. Dia dari muda udah jadi ketua organisasi. Biasa bermain ide dan gagasan besar. Ketemu dengan orang-orang top. Orang kaya gini biasanya kurang kuat di detail. Krn terbiasa jadi ketua, cenderung anggap semua orang anak buah.
Video ini lagi viral banget di India. Seorang anak kesulitan bayar cicilan kredit iPhone, lalu ngancam orang tuanya bahwa dia akan loncat dari tebing kalo ga dibantu bayarin cicilan. Endingnya ngeri. Trigger warning.
Tadi saya telponan sama Mprop @picoez
Belum pernah ketemu sama sekali, tapi bisa mendengar obrolan beliau panjang lebar begitu. Paten!
Tidak sabar bisa ngopi bareng beliau. 🙏🏼
@yosephsamodra Saya pernah mendapatkan tindakan serius di tiga rumah sakit. Pertama RSUP M. Djamil (Padang), kedua RSUD Prambanan, dan yang ketiga RUMKITAL Mintohardjo. Secara pelayanan, RSUD Prambanan yang terbaik. Di Mintohardjo jadi rujukan terbaik untuk cabut gigi.
PDI Perjuangan berpeluang menggandeng Anies Baswedan pada Pilpres 2029.
Hal itu diungkap peneliti senior dari Citra Institute Efriza.
Dia mengatakan Anies bukan nama baru dalam kalkulasi politik PDIP.
“Anies sempat dipertimbangkan PDIP pada Pilpres 2024 maupun Pilkada 2024. Pertimbangan itu bisa menguat jika Prabowo-Gibran diusung dua periode,” kata Efriza kepada https://t.co/M5aQFMUPkP, Jumat (21/8).
Menurut dia, Anies berpotensi menjadi pilihan alternatif PDIP.
Namun, kemungkinan, opsi pertama partai tersebut tetap terbuka untuk membangun kerja sama dengan Prabowo dan Gerindra.
Jika kerja sama itu tidak terwujud, PDIP dapat menyiapkan poros lain dengan menggandeng figur eksternal.
Salah satu skenario yang mungkin muncul ialah duet Puan Maharani-Anies Baswedan.
Namun, Efriza menilai pasangan tersebut menghadapi persoalan dalam menentukan siapa yang menjadi calon presiden dan wakil presiden.
“Elektabilitas Anies lebih baik dari Puan, dan Anies punya pengalaman sebagai capres. Namun, PDIP adalah partai dengan suara yang banyak, sehingga menempatkan kadernya sebagai cawapres bisa menjadi persoalan,” ujarnya.
Alternatif lain yang dinilai lebih menarik secara elektoral ialah duet Anies Baswedan-Pramono Anung.
Efriza menilai Anies dapat membawa daya tarik nasional, sedangkan Pramono memiliki pengalaman pemerintahan sekaligus pengalaman sebagai Gubernur DKI Jakarta.
“Anies-Pramono lebih menarik secara elektoral ketimbang Anies-Puan,” katanya.
Meski demikian, Efriza menilai PDIP masih memiliki banyak opsi.
Skenario seperti Anies-Ahok, Anies-Ganjar Pranowo, maupun Pramono Anung sebagai calon presiden dengan figur nasional non-PDIP juga masih mungkin dipertimbangkan.
Menurut Efriza, PDIP tidak akan terpaku pada nama kader dalam menentukan pasangan calon.
“PDIP diyakini tidak akan terpaku pada nama kader sendiri. Intinya, PDIP akan lebih siap menghadapi Pilpres 2029,” katanya. (kkp/jpnn)
Baca berita ini dan berita Pilpres lainnya disini:
https://t.co/sBMBk8x6i5
#Pilpres2029
#AniesBaswedan
#PuanMaharani
#PramonoAnung
#GanjarPranowo
Laki-laki yang gak mabuk, narkoboy, judol atau dugem ngapain kalau healing?
Ada banyak cari lelaki healing memang. Memancing, touring, game online, jogging, daki gunung dan lain-lain. Ada yang melakukannya dengan cara yang baik, ada pula yang tidak. Tetapi bagi saya, memasak atau mencuci saja sudah bisa menjadi sarana untuk healing.
Sarapan dulu gaes. Seadanya saja, cukup untuk bekal energi ngerjain tesis.
@nonformal_id@gotmice18 Bhaaaa. Empat elemen, malah kayak avatar. Pengendali air, udara, tanah dan api.
Padahal aku ngomongnya tentang empati (Empat-i)
🤣
@picoez@gotmice18 Ini pernyataan jebakan ala dosen ini. Saya langsung jawab aja keempat “i” itu biar dikira nyimak dan nyatet. 😭
“Empat-i”dalam pemberdayaan ala Prof Picoez; inklusif, inovatif, integratif, dan impactfull.
@gotmice18@picoez Bener banget Kak. Saya saja, semalam itu, sepersekian menit awal tuh masih antara sadar dan tidak, apa benar ini? Wkwk
Tapi untunglah bisa mengendalikan diri dengan cepat, sampai-sampai saja diajari “empat elemen” oleh beliau.
Harga jadi naik gara-gara MBG ini persoalan serius, soalnya sampai ke pedagang keliling juga udah ngeluhin ini. Kemarin pas makan kupat tahu juga gitu, si bapaknya ngeluhin harga toge, kacang bumbu, dan bahkan harga kerupuk yang ikut naik gara-gara ada MBG. Lalu saya iseng tanya ke bapaknya, “kalo maju lagi bakal dipilih lagi gak, Pak?”
“Kalo bisa diganti hari ini, mending ganti hari ini aja. Gak perlu nunggu pemilu…” katanya.