aku hilangin marahku, aku turunin semua egoku, cuma biar kita tetap baik-baik aja. aku peluk semua baik burukmu, aku terima semuanya, karena aku cuma pengen kita tetap bareng. mungkin sayangku masih bikin kamu ragu, masih jadi pertanyaan di kepala kamu. tapi serius, tiap hari aku usaha banget jadi versi terbaik buat kamu. aku cuma pengen kamu ngerasa tenang, ngerasa cukup dan ngerasa dicintai tanpa ragu.
i love provider man
"tenang, kan ada aku"
"aku anter ya"
“aku tau km bisa sendiri, tp izinin aku bantu kali ini”
"kamu mau apa sayang"
"dah aku tf ya, sana beli mam"
"aku usahain ya sayang"
siapa tau disela sela kesendirianmu tiba tiba datang laki-laki pinter, punya wawasan yang luas, soft spoken, family man, paham agama, pekerja keras, ga patriaki, ga drama dan ga gila perempuan
Jujur, gue paling sedih lihat perempuan yang kehilangan their spark cuma gara-gara useless men.
Yang lebih menyedihkan lagi, mereka tetap bertahan dan nggak mau walk away, padahal deep down mereka tau seharusnya sudah pergi dari dulu.
Apalagi kalau sebelum ketemu laki-laki itu, dia adalah perempuan yang driven, full of dreams and ambitions. Lalu perlahan orang itu bikin dia kehilangan dirinya sendiri.
I wish I could hug them and remind them to choose themselves again.
yes aku setuju “love should be fun”
kamu butuh cowo pinter yg bisa diajak tukar pikiran, yg bisa ngasih penjelasan logis tentang overthinkingmu, yg ga insecure an, ga banyak kode tapi langsung action, ga banyak janji tapi kasih bukti, dan bikin kamu nurut tanpa harus ngatur.
tolong banget ini mah, sebodoh-bodohnya lu, jangan pernah use someone to forget someone. alias, move on dulu yang bener sebelum mulai hubungan baru. jangan sampai orang baru yang nggak salah apa-apa malah jadi tempat pelampiasan dan ikut kena dampak dari luka lu yang belum selesai. ☺️🫵🏻
Kita usahakan laki laki yang bilang “aku mau usahain apapun itu, asal kamu happy sama aku”
bukan yang bilang “yauda aku pasrah, terserah km aja mau gimana. aku emang gini orangnya.”
@collegemfs Ini versiku yg jurusan hukum peminatan hukum inter ya. Jadi dlu pas datang aku bawa 2 judul, judul pertamaku ditolak. Yang diterima judul kedua tp ditanyain urgensinya apa, disuruh jelasin case studynya gmna, dan peraturan² apa yg dipake
relapse really sucks. kadang udah ngerasa baik-baik aja. hidup udah kembali normal, ngerasa semuanya udah selesai. tapi tiba-tiba, tanpa alasan yang jelas, the memories come rushing back. entah karena lagu, tempat, atau hal kecil. and for a moment, it feels like you’re back to where you started. 🥺💔