Buat yang mau belajar bahasa inggris tingkat lanjut, gw ada tips. Caranya, ambil pulpen ama kertas, terus setel Schitt's Creek. Tiap Moira ngomong, lu catet dah. Karakter tersebut bahasanya ndakik-ndakik.
Sedang kehabisan buku... Buku apa lagi yang harus gw baca? Technically I have some unfinished books I can pick up again, but I want a completely unread one.
Eh gila ya kalo dipikir2 dulu. Gw msk ke sebuah komunitas, tp gwnya super minority. Bukan triple minority lg, tp septuple (7).
Dr segi usia, bahasa, ras, agama, gender, citizenship, dan jurusan.
Sbgai pembanding dl gw cewe sendiri di klub tenis, dan itu cuma minority dr gender.
Di rumah lagi beres-beres lemari. Kemudian tesis S2 gw muncul lagi ke permukaan. Gw buka tesisnya, riset tentang mobile web. Jadi inget kalo gw sangat suka bikin mobile web atau mobile app.
Wait for my return ๐ฅน
Being curious about someone is part of the package of liking them. That should be a pretty strong indicator to tell whether or not you actually like them, if you're ever in doubt.
Gw skeptis sama hasil ini. Mau lo IQ di bawah 75 atau di atas 125, semua rata-rata tidurnya di atas jam setengah 12. Apa kabar orang yang menjunjung tinggi hidup sehat, early to bed and early to rise, tidur di bawah jam sebelas.
Kalau tidurmu dibawah jam 12 malam, kemungkinan kamu BUKAN orang PINTAR
Aku gak ngasal guys, ada risetnya.
Menurut jurnal ini:
> Orang dengan IQ rendah (dibawah 75) rata-rata tidur jam 23:41
> IQ normal (90-110) tidur jam 00:10
> IQ jenius (diatas 125) tidur jam 00:29
Bedanya emang cuma sekitar 48 menit, tapi polanya konsisten di berbagai kelompok, mulai dari etnis, pendidikan, sampe agama.
OK this is interesting. Shirkah kan artinya sharing. La syarikalahu artinya tiada sekutu bagi-Nya. Trs gw br nyadar, syarika, syirik, shirkah, mgkn itu sama basenya yaitu sharing. Jd menyukutukan Allah literally bikin Allah sharing sama entitas lain dlm disembah. Which is no no.
Jadi kalo diliat dari historical datanya, yang mungkin terjadi adalah suatu saat musim kehidupannya A berubah, dan tau-tau align sama visinya B.
Nah, mungkin saat itu mereka bisa jalan bareng.
A madep kiri, B madep kanan. Mereka ga bisa jalan brg karena punya arah yg berbeda. But what's more likely to happen: A berubah ngikutin B, atau B ngikutin A?
B orangnya cenderung stabil. Dari dulu suka hal yang sama.
A orangnya berubah-ubah, tergantung musim kehidupannya.
Btw gw kemaren denger podcast, terus si tamunya bilang gini: "kamu itu dikasih IQ lebih, seharusnya bisa memberi manfaat lebih."
Terus gw bengong.
That stays with me. Jadi mikir gitu kan. Apa yang dapat gw lakukan untuk kebermanfaatan orang lain dan gw sendiri.
Di saat gw lagi butuh buku accounting, di saat gw lagi butuh berstrategi apa yang sebaiknya gw pelajari, apa yang bukan prioritas, eh... nemu buku accounting dari jaman kuliah puluhan tahun lalu.
Tebakan gw sih, work life balance mereka bukan jadi hal yang akan memicu kehancuran. Kalo suatu saat mereka males belajar, males sekolah, ngga ada ilmu, nah baru itu.
ini agak kontroversi sih, aku ga tau berapa lama lagi eropa akan bertahan dengan gaya hidup slow livingnya itu sebelum mereka tumbang digantikan asia.
belum lagi perihal unemployment benefit yang dimanfaatkan banget sama orang-orang malas sana untuk ga kerja dan pindah ke negara-negara asia biar bisa hidup enak.
kalau ini mereka atasi dengan makin banyak masukin imigrant dan nyuruh imigrant buat kerja biar bisa diperas pajaknya.
aku ketemu banyak banget orang eropa yang keliling asia dengan dana unemployment benefit itu, teman dekatku sendiri orang prancis, sudah 2 tahun nganggur tinggal di Bangkok. dapat tunjangan 1400 euro perbulan before tax.
Supervisor aku yang masih PhD student juga sama, kalo libur ya libur. Dosen aku, however, yang udah profesor atau asisten profesor malah di hari libur ngebalesin email, cepet pula balesnya ๐ *oh iya ini eropa juga ceritanya
Aku kirim email ke salah satu dosen di Jerman untuk berdiskusi mengenai risetku.
Dia jawab, "saya sedang menikmati liburan saat ini. Nanti saya akan baca tulisanmu, itu pun jika kamu tdk keberatan menunggu".
Aku dalam hati, "wowww... kalo dosen di Indonesia, kayaknya mau di luar negeri, mau subuh sekalipun, mereka jawab chatnya mahasiswa deh".
Indonesia cancel culturenya kuat ya. Lu ga perlu jadi artis, jadi orang biasa aja, juga bisa kena. Rumusnya: banyak tingkah/ngomong sembarangan/dosa masa lalu yang muncul ke permukaan โก๏ธ maka, cancel.