Life update: just dismissed from hospital, these past two weeks been chaotic, my mind was on survival mode 24/7, juat hope August will end soon. Bismillah towards new chapter.
Dipikir-pikir belajar agama itu memang nomor satunya butuh iman. Kalau materinya udah oke, gurunya juga, tapi kita masih ga percaya, akan muncul "tapi kan..." "kok begitu..." Karena kita percaya bahwa yang kita tahu dari dunia itu lebih benar.
@argenti_luvbot Gurunya mungkin kurang ilmu atau cara penyampaiannya dia gatau, jadi gapapa kok marah sama gurunya. Karena tidak semua guru sempurna, tidak seperti agamanya.
Simpulannya: gamau punya anak karena masih mencari purpose yang paling pas itu perasaan valid, tapi ga perlu menolak sampai sekeras itu, pada akhirnya semua hak Tuhan buat ngasih anak/ga ke sepasang makhluk.
Ga pernah menentang konsep childfree yang diusung dia dari awal. Inget bgt awalnya dia keluarin statement ini di podcast sama psikolog lokal. Tapi mulai bergeser tuh konsepnya dari dia sejak banyak yang melintir statement-nya, dianya jadi defensif.
Tahun 2021, gitasav dihujat gara-gara ngomong ke publik kalau dia childfree.
Publik masih belum menerimanya.
3 tahun berselang. Fenomena childfree kini sudah tidak asing lagi, terutama di Jabodetabek.
Dan menurut gw, ini bukan karena Indo makin liberal, sekuler atau makin feminis atau gimana-mana
Salah satu faktor pemicunya sederhana: ekonomi.
Makin banyak sandwich generation, dan biaya untuk membesarkan anak di Indonesia semakin mahal.
FOTO: Screenshot dari video YouTube Gitasav