Menebak batin seseorang? Kalau konsep derivatif dalam kalkulus bisa digunakan untuk ukur seberapa sensitif perubahan nilai fungsi pada setiap input yang aku berikan dalam emosi seseorang, kayaknya membangun hubungan akan terasa lebih praktis deh.
@kudakembali Pernah nganggur 1 tahun, waktunya di abisin untuk pelajari banyak hal makro maupun mikro, supaya dapet arah dan pencerahan diri sendiri aja. Cari potensi diri sendiri bang, kalau ketemu, paluang untuk merasa confident ningkat, bisa lebih enjoy cari kerja
Produktivitas bukan cuma "menjadi sibuk" esensi dari kata produktif adalah dengan mengembangkan ATAU menghasilkan sesuatu, pada diri sendiri maupun luar. So, coba untuk kerja efisien lalu gunakan waktu sisa untuk melakukan kegiatan produktif mandiri.
Investasi tuh penting banget di era modern gini, gak perlu langsung di blue chip deh, coba kecil kecilan di emiten juga asal kritis dan tau metode untuk manage risk dan paham aset mana yang easy di likuid aja cukup, selain dapet return, portofolio juga bisa nambah tuh
Makin kesini, makin sistematis aja dunia. Entah dari sisi konflik, sosial, hukum, budaya, tradisi, moral dan etik, tech dll.
Tujuannya sih bagus ya supaya lebih rapi dan teknis, tapi apa benar ya kalau dunia modern ini gak punya celah untuk di manfaatkan? What if there is a gap?
US dan China ini sibuk banget di kala gaza dan Israel perang panas, konflik sudan dll, mereka berdua perang dingin dengan cara persaingan antar tech dan perekonomian...
Penasaran deh sama skenario apa yang udah di set, what is the purpose of these many conflicts in the world?
Dunia udah masuk fase polycrisis, jujur aja makin penasaran kedepannya gimana. Tapi jangan khawatir, kita kan rakyat biasa gak perlu melek sama ginian, gue setuju kalau tujuannya untuk sukses ketinggalan dan mati digerus zaman!
Liat orang diluar sana, baru tau kalau rata rata otak nya cuma dipajang doang, kenapa ya gak di taro aja gitu, untuk efisiensi massa aja, kan berat dibawa terus tapi malah gak kepake
AI gak salah, usernya yang salah. Tools diciptain untuk di gunakn sebaik mungkin, pisau aja bisa bikin tangan lecet kan ya kalau dari awal gak belajar/ceroboh, better action coba memahami dulu untuk manage resiko dan siapa tau nanti bisa bedain mana gerakan yang bkin tangan lecet
Kok kalian bisa sih judge orang seenaknya secara langsung tapi ngerjain soal aljabar linear malah kesusahan? Padahal variabel manusia tuh lebih kompleks loh ya, oh iya, situ nge judge apa emang cuma ngoceh doang tanpa dasar premis or reason yang solid?
Emng cari kesimpulan yang logis tuh merugikan kah? Apa ya salahnya dan ruginya kalau kita cari tahu sesuatu dulu sebelum ngoceh, daripada malu atau rugi sendiri kan nantinya. Giliran salah malah nyalahin keadaan, it's really funny
Rakyat sering membayangkan koruptor itu iblis bertanduk yang lhir lngsung dri kawah neraka. pdhal banyak dari mereka dulu mungkin sm kayak warga biasa marah liat ketidakadilan, bikin status idealis, ngomel soal pejabat busuk sambil ngopi di warung (โ .โ ย โ โโ ย โ แดโ ย โ โโ .โ )
Sekarang lagi zaman banget ya perang antar gender, saling debat mana yang lebih baik, padahal mah dua duanya juga saling melengkapi dan punya fungsi biologis tersendiri termasuk weak dan strength nya, emang dasarnya aja dangkal, ngeributin hal yang gak penting sama sekali.
@mochajellyy@iknoooican sorry ya kak, mungkin cowoknya gak ngeh deh soal tata krama kaya gitu, bisa jadi karena faktor nervous, untuk si ceweknya bisa di jadiin pelajaran kedepannya kalau emng dia ilfeel sama yang kaya gitu, better peringati aja si cowoknya sebelum mulai date