Kalau kayak gini mah kelihatan banget kalau:
1. Aldi Taher akan selalu mencari spotlight, tak peduli seberapa hinanya pun, agar dia selalu bisa jualan. Terakhir ya bagaimana dia menghina dina Baskara karena menolak pendiskriminasian berdasarkan orientasi seksual.
2. Aldi Taher tak benar-benar peduli dengan produk yang dia jual. Selama masih ada yang beli dengan asas yang awalnya "kasihan," lalu ke "penasaran," dia akan terus jualan. Dia akan terus berganti produk entah sampai kapan.
Apakah salah? Kalau cuma dari kacamata penjual, ya tidak. Dia hanya mencari cuan sebesar-besarnya, at whatever cost.
Tapi coba lihat dari sisi konsumen. Kemarin baru ketemu ayam goreng yang masih mentah. Ketika burgernya masih ngehype, kesegaran bahan bakunya jadi pertanyaan. Apakah produk seperti ini layak jual dan konsumsi? Tidak.
Kita semua butuh uang, tapi apakah cara mendapatkan uang kita sudah etis?