BMKG Peringatkan Gempa Megathrust Selat Sunda 8,9 Magnitudo dengan Potensi Tsunami
wilayah terdampak :
•Banten (paling parah) : Pandeglang, Serang, Cilegon, Lebak
•Lampung : lampung selatan, pesisir barat & lampung barat, teluk semangka & teluk lampung
•Jakarta : terparah di jakarta utara
•Jawa Barat : sukabumi, Cianjur, Bogor
Bukannya normalnya split bill tuh begini ya? Maksudnya bayar sesuai sama yang dimakan. Pajaknya dibagi rata sesuai jumlah orang. Dijumlahin, terus bayar deh ke yang nalangin
di circle temen gue ada satu orang yang selalu paling ribet kalau split bill.
bill rp1.286.000 buat 7 orang?
dia gak pernah bilang, “udah bagi rata aja.”
dia bakal buka kalkulator, cek pesanan, service charge, pajak, semuanya dihitung.
kita sering ledekin, “bro, selisih 20 ribu doang.”
sampai suatu malam dia gak ikut makan.
malam itu orang lain yang talangin dulu.
semua transfer seadanya:
“yaudah rp180 ribuan lah.”
“gue transfer rp175 ya.”
“kurang dikit gapapa kan?”
pas ditotal, ternyata yang bayar duluan nombok hampir rp140 ribu.
baru dari situ temen gue ngerti.
si “pelit” ini selama ini bukan sibuk memastikan dirinya bayar sesedikit mungkin.
dia justru selalu memastikan orang yang gesek kartu duluan gak diam-diam nombokin semuanya.
besoknya kita masih bercanda soal kebiasaan dia.
dia cuma bilang:
“kalau memang cuma 20 ribu, ya 20 ribu itu gampang dibayar dong.”
gak ada yang jawab 😭
sejak saat itu tiap split bill, grup mereka masih tetap pakai kalkulator.
bedanya, sekarang gak ada yang bilang dia pelit.
yang paling sering bilang, “udah, buletin aja...”
ternyata biasanya bukan orang yang nombok duluan.
Pembodohan Publik tentang Desil dan Orang Kaya
Pemerintah mewacanakan pembatasan Pertalite untuk desil 9–10 dengan menyebutnya “orang kaya”.
Ranking administratif dipelintir demi melegitimasi pencabutan subsidi ini layak Ini disebut sebagai pembodohan publik.
Kenapa?
Narasi “desil 9 = kaya” dan “desil 10 = elite” bermasalah sejak definisinya.
Desil pada DTSEN adalah peringkat relatif kesejahteraan, bukan kelas sosial absolut.
D1 = 10% terbawah
...
D9 = persentil 81–90
D10 = 10% teratas.
Sekarang bandingkan dengan distribusi kesejahteraan BPS September 2024:
• miskin: 8,57%
• rentan miskin: 24,42%
• menuju kelas menengah: 49,29%
• kelas menengah: 17,25%
• kelas atas: 0,46%
Artinya 82,28% penduduk bahkan belum masuk kelas menengah, sementara kelompok yang dikategorikan kelas atas hanya 0,46% populasi.
Kalau distribusi ini dipetakan ke persentil:
P1–P8,57 = miskin
P8,58–P32,99 = rentan miskin
P33–P82,28 = menuju kelas menengah
P82,29–P99,54 = kelas menengah
P99,55–P100 = kelas atas (kaya)
Kalau didistribusikan ke desil:
D1: 85,7% miskin + 14,3% rentan miskin
D2: 100% rentan miskin
D3: 100% rentan miskin
D4: 29,9% rentan miskin + 70,1% menuju kelas menengah
D5: 100% menuju kelas menengah
D6: 100% menuju kelas menengah
D7: 100% menuju kelas menengah
D8: 100% menuju kelas menengah
D9: 22,8% menuju kelas menengah + 77,2% kelas menengah
D10: 95,4% kelas menengah + 4,6% kelas atas
Jadi D9 praktis tidak memiliki kelompok kelas atas atau orang kaya sama sekali.
Kelas atas baru muncul sekitar P99,55, atau hanya setengah persen paling ujung dari distribusi.
Desil 10 mencakup 10% penduduk.
Kelas atas menurut BPS cuma 0,46%.
D10 sendiri juga sangat heterogen.
P91, P95, P99, dan P99,9 memiliki kemampuan ekonomi yang sangat berbeda.
World Inequality Report menunjukkan:
• top 10% menerima 46,2% pendapatan nasional
�� top 1% sendiri menerima 17,6%
Untuk kekayaan:
• top 10% menguasai 59,4%
• top 1% sendiri menguasai 19,9%
Jadi konsentrasi kekayaan di bagian paling atas sangat besar. Memasukkan profesional mapan, pengusaha, eksekutif, dan konglomerat ke satu kelompok lalu menyebut semuanya “elite” menghapus struktur distribusi yang sebenarnya.
Sebaiknya pemerintah berhenti melakukan pembodohan publik dengan menyederhanakan struktur kesejahteraan seenaknya.
Ketika kelas menengah, affluent, dan kelompok superkaya dicampur dalam satu label, kebijakan yang lahir dari kategorisasi itu sangat mudah salah sasaran.
Disampingnya aku adem dan gak perlu mikirin apa apa wkwk
Obrolannya bukan lagi hal yang aku sebelin kayak dulu😂 minus omongannya masih kotor aja wkwk
Sekali lagi, aku tetap gabisa berharap berlebihan. Aku hanya berdoa yg terbaik, baik orangnya dia atau bukan.
Bisingnya sekitar tuh kedengeran bgt ya kalo lagi gak baik baik aja. Even suara yang tadinya dianggap biasa aja dan gak mengganggu, suara yang kecil, jadi berasa ganggu bgt dan bikin gak tenang
Kombo maut lancar pup ala aku: chia seed 2 sendok makan, direndem susu apa aja boleh. Pas udah ngembang tambahin buah naga merah setengah buah, aku juga ada tambahin pisang raja(?) 1 buah. Makan buat sarapan. Mantapp wkwk