Gue lahir di agama konservatif, bahkan pernah sekolah agama pas remaja. Tapi ngelihat ada temen cwo yg kemayu pdhl baik, rajin tapi sering dihina sama murid lain. Disana gue mikir, ini org ga salah apa2, bahkan kalau ada yg minta tolong dia juga bantuin. Kebukalah pola pikir gue.
Om ku direktur di perusahaan ban terkenal di Indo, terus pas mudik kmren aku & suami stay di rumah beliau. Lagi ngobrol2, beliau bilang udah bikin perusahaan kecil lg buat anaknya (sepupuku ini blm lulus kuliah) dan nama anaknya udah jadi komisaris 😭
Sepupuku ini pdhl lagi demen2nya konseran k-pop & nonton anime 😆😆
Tapi memang anaknya pinter, pengen lanjut sekolah lgsg di Jepang (dia udah lolos N brp gt), but i can see her future is already bright.
I, too, wish to be able to provide a good education, safety net & wealth to my offspring. So they can pursue whatever they want without worrying if they can afford a food for the next day (like i used to be)
riil gue malemnya nangis sampe jam 3 trus ketiduran, bangun jam 6 otw ngantor pagi hectic dilanjut handle meeting semuanya harus berjalan normal.
hidup kan emang berjalan seperti bajingan ~
Salah satu aspek jadi dewasa adalah menyadari bahwa lo tetap harus show up dan function optimally.
Gak peduli seberat apa yang lagi lo alami dan rasain. Karena dunia emang gak peduli sama masalah pribadi lo.
Lo tetap harus hadir di meeting meskipun hati lo lagi hancur lebur. Lo tetap harus berangkat kerja meskipun seminggu lalu salah satu anggota keluarga lo baru aja meninggal. Lo tetap harus jawab email dan presentasi dengan suara tegas meskipun semalam lo nangis sampe pagi. Ya udah, mau gimana lagi.
Dunia nggak peduli soal itu semua. Dunia cuma peduli satu hal: apakah lo berhasil memenuhi tanggung jawab lo atau enggak.
Dunia gak akan berhenti berputar cuma karena lo lagi gak baik-baik aja. Bahkan pas lo lagi sakit, lagi patah hati, atau lagi kehilangan segalanya, roda kehidupan tetep jalan🥲
Salah satu aspek jadi dewasa adalah menyadari bahwa lo tetap harus show up dan function optimally.
Gak peduli seberat apa yang lagi lo alami dan rasain. Karena dunia emang gak peduli sama masalah pribadi lo.
Lo tetap harus hadir di meeting meskipun hati lo lagi hancur lebur. Lo tetap harus berangkat kerja meskipun seminggu lalu salah satu anggota keluarga lo baru aja meninggal. Lo tetap harus jawab email dan presentasi dengan suara tegas meskipun semalam lo nangis sampe pagi. Ya udah, mau gimana lagi.
Dunia nggak peduli soal itu semua. Dunia cuma peduli satu hal: apakah lo berhasil memenuhi tanggung jawab lo atau enggak.
Dunia gak akan berhenti berputar cuma karena lo lagi gak baik-baik aja. Bahkan pas lo lagi sakit, lagi patah hati, atau lagi kehilangan segalanya, roda kehidupan tetep jalan🥲
lah itu mah salah managing labour aja, dikira di sini ga ada yg kerja overtime/shift-shiftan malem apa
lagian kalo China segitu HEBATnya, ngapain juga warganya pada ngebet migrasi ke Australia
Sorry ya saya mah males normalisasi kerja 996 & gaji seadanya. 🙏🏻
Karyawan bukan business owner. Hak dan kewajiban sesuai dengan kontrak yang disepakati.
Memangnya karyawan mau dibagi saham dan dividen juga? Gak enggak. Aneh....
Kerja mati matian buat bikin kaya bos aja, terus kalo mati cuma dapet bunga papan. Kata gue mah sayangi dirimu, jangan mau digaslight begini. Eksploitasi berkedok etos kerja 🤣