The concept of hajj is so capitalistic in a way that one of the holiest experiences in Islam can feel like something you have to spend years saving and competing for and every year it feels like it gets more exclusive.
“Pergi haji jika mampu” ya iya sih masih ada kata ‘jika’ but that doesn’t mean pemerintah boleh menyusahkan masyarakat yang mau naik haji.
when yh berhenti hustling gedebak gedebuk dan bisa mengerjakan hal2 yg comforting dan nyantai tanpa dibilang buang2 waktu & gak menghasilkan duit.... aaarrgh fak kapitalisme dan toxic productivity
Kurang BGST apa negara ini:
Warga Aceh patungan 1 Milyar untuk bikin jembatan yang harusnya dikerjakan pemerintah
Lebih anjing lagi Menteri PU hadir bak pahlawan mau ngecek konstruksi jembatan dengan alasan keselamatan
REJIM WOWOK BIADABBBB
Negara dengan pendidikan busuk core:
- Perguruan tinggi diburu"in
- Kalau udh lewat 3 tahun udh g bisa pakai jalur snbt lagi
- Lulus langsung disuruh cari kerja karena kbnykan maksimal tahun lowongan kerja 25 tahun
- MAGANG UNPAID
Dan negara tidak memprioritaskan pendidikan🤗
ya kan...... aku mau baca buku, mau crochet, mau poetry, mau ngelukis, mau crafting, mau berkebun, etc tanpa mikirin nanti ke depannya gmn... when yah slow living
sejak adanya MBG yang setau gue ngabisin uang negara 1,2 triliun perhari gue jadi sadar kalo negara mampu dan bisa bikin program sekolah gratis kalo mereka mau, but instead give us sekolah gratis they choose that stupid MBG yang programnya sendiri adalah ladang basah buat di korupsi.
but yeah we life in indonesia yang mana negaranya adalah negara korup turun temurun, bikin program ngaco semata mata agar bisa bagi-bagi kue. dari atas sampe bawah korup rakyat biasa cuma makan sisa dan kita harus nanggung ini seumur hidup.
Eks Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal, lewat akun IG pribadinya, menyampaikan kritik kepada pemerintah RI yang terkesan menyepelekan udangan Iran ke pemakaman Ayatollah Ali Khameini yang tewas dibunuh Israel pada 28 Februari 2026 lalu.
Pemerintah nggak memenuhi undangan dari Iran dengan mengutus delegasi resmi, dan yang hadir hanya Dubes RI di Teheran. Hal ini, oleh Teheran, dianggap sebagai sikap menyepelekan undangan.
This is why travelling IS political and I wish more people would realize it. Wdym an outsider cuma perlu 2/3 minggu untuk menjelajahi setengah negara ini, meanwhile we as a local who was born and raised here, probably won't even have that chance.
Kalau anak sampai dijadikan alat untuk membangun narasi politik, itu bukan lagi soal membela kebijakan. Itu sudah masuk ranah eksploitasi anak demi kepentingan politik. Anak bukan alat propaganda.
saamaaa. aku sekarang percaya yang jadi rejekiku gabakal melewatkan aku. kalo sesuatu itu kelewat yaudah belum rejeki dan aku juga masih sangat amat percaya sama Allah kalo aku bakalan sukses😭 (insyaAllah semoga dunia akhirat dah buah dari kesabaran ini)