when lu tau lu punya potensi yang gede banget. tapi udah ga punya ambisi lagi karena energi lu udah abis cuma buat bertahan di survival mode instead of growing
kerja di perusahaan yang jelas, 8 hours max no shift, deket dari rumah, senin-jumat kerja, atasan dan teman baik, gaji tinggi, halal, ga menghalangi buat ibadah
sorry to say
tp jujur bgt, pendidikan bener bener se-ngaruh ituu ya ke attitude & gaya bicara seseorang. keliatan banget dr bahasa dan gaya ngomongnya, ga semua. tp mostly.
Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir.
Ya Allah, untuk satu minggu ke depan; mohon mudahkanlah urusan kami, lancarkan rezeki kami, tutup rapat aib kami, serta lindungi kami dari segala hal buruk.
Ya Allah permudah usaha kami dan kabulkan doa-doa kami. Aamiin..
seporsi adab :
“jangan suka merendahkan orang lain, setinggi apapun pendidikanmu, sepintar apapun dirimu, dan sebanyak apapun hartamu, tapi kalau kamu tidak punya manner, ‘you are a loser’”
gue tuh SUKAAAA BANGEET sama konsep doa dalam islam!
soalnya, kalo kita doain org lain, doanya bakal balik ke kita?!? thats why gue seneng bgt doain org lain yg baik baikkk🥹🌸
terus semua doa pasti dikabulkan! hanya saja beda beda bentuknya (bisa dikabulkan sekarang, bisa dikabulkan dlm bentuk atau waktu yg lain, bisa jg jd penghalang marabahaya atau tabungan akhirat)
gimana ga makin jatuh cinta sama Allah✨
ya Allah, hilangkan rasa malas, takut, dan cemas. jauhkan dari banyak hal yang menghambatku bergerak maju. jadikan esok hari penuh semangat. membawa kebahagiaan, keberuntungan dan rezeki yang lebih besar lagi.
penulis-penulis drakor barangkali butuh referensi cerita yg kaya orang penting saling serang dg cara buka kasus liat aja ini ada negara yg lagi rame bgttt
Cristiano Ronaldo ini adalah korban dari standar yang dia ciptakan sendiri.
Dia mengidentifikasikan dirinya sbg hero. Sosok yang mendefinisikan dirinya lewat penaklukan, kerja keras ekstrem, dan mentalitas nggak mau kalah.
Selama bertahun2, Ronaldo nggak pernah malu2 menyatakan secara verbal bahwa dirinya adalah yg terbaik, No. 1, dan sosok yg tak lelah mengejar kesempurnaan. Artinya Ronaldo telah menandatangani kontrak sosial dgn publik bahwa dia akan menaklukkan semuanya.
Konsekuensinya, publik sepakat dan mengamini standar tinggi itu. Maka, ketika Ronaldo gagal meraih Piala Dunia dan mencoba melunakkan kegagalannya itu dgn berkata Euro sudah cukup dan Euro dimensinya sama dengan Piala Dunia, maka publik merasa bahwa dia melakukan inkonsistensi.
Publik menuntut Ronaldo dengan standar tertinggi karena dia sendiri yang menolak diperlakukan sebagai manusia biasa saat berada di masa jayanya.
Lalu ketika dia mulai bersikap legawa yg dipaksakan saat kalah, publik melihatnya bukan sebagai kebijaksanaan. Tetapi sbg kerapuhan ego seorang pemenang yg sama sekali nggak paham cara utk memproses kekalahan.
Publik akhirnya menghakimi Ronaldo dengan narasi yang dia ciptakan sendiri.
Sepak bola dunia punya hierarki emosional dan sejarah yang sakral. Menyamakan Euro dengan Piala Dunia adalah bentuk penyerangan konyol terhadap mitos sepak bola itu sendiri.
Saat Ronaldo menyebut Euro setara dengan Piala Dunia, maka dia mengecilkan keringat, darah, dan sejarah komunal seluruh benua di luar Eropa demi mencocokkan realitas dunia dengan pencapaian dan ego pribadinya.
Ronaldo akhirnya tak lebih dari seekor rubah dalam fabel Aesop. Rubah itu gagal mencapai dan mengambil anggur di pucuk paling tinggi, lalu pergi sambil berkata, “Ah anggur itu pasti masam."
Fans sepak bola melihat tindakan ini sebagai bentuk kurangnya rasa hormat. Menolak mengakui Piala Dunia sebagai supremasi tertinggi adl tindakan yg tak sportif. Seorang pecundang yang tak mau menerima kekalahan dengan lapang dada.
Selamat tinggal Ronaldo.
Maaf, tdk ada farewell manis untukmu dan egomu.