Masalah perbakingan ini adalah:
Dimakan sendiri, gendut. Dibagi cuma-cuma terus, lama-lama boros juga (tapi happy). Open PO, tidak tega kasih harga (tapi ngga mau juga turunin kualitas bahan)
Sekelompok orang melakukan eksperimen pada goa terdalam di bumi, goa veryovkina di Georgia, dengan melemparkan bongkahan batu besar ke dasar goa.
Suara gema aneh (seperti teriakan manusia) yg dihasilkan ketika batu menghantam permukaan membuat mereka semua panik.
Sound on 🎧
Di jalan raya minta di-istimewakan ✅
Di jalur lari minta di-istimewakan ✅
Di PRJ pun minta di-istimewakan ✅
Apa mereka ga sadar yg gaji mereka itu rakyat?
Telah sampailah aku pada era bilang ke anak magang “boleh ngga aku mau belajar ini cara bikinnya gimana” 🥹🥹
Apakah aku nenek yang terkepot-kepot ngikutin teknologi ituu 😭
Akhirnya gw diberhentiin polisi seberang Central Park depan Mandiri Livin tepat di depan jembatan yg ke arah Kebon Jeruk. Emang udah lama gw pengen diberhentiin disini.
Polisi bilang jalur tengah untuk lurus, bukan untuk naik jembatan. Gw bilang rambunya tengah untuk naik, kanan khusus untuk bus.
Tapi argumen gw kagak ditanggapin, malah dimintain surat-surat, gw kasih.
Lalu keluarlah pertanyaan sakti yg gw tunggu-tunggu.
👮🏻♂️: “Ini mau ditilang apa dibantu?”
😎: “Dibantu gimana pak? Saya yakin rambunya.”
👮🏻♂️: “Ya ini 500 ribu aja kalau mau saya bantu.”
😎: “Kalo bapak bantu saya, 500 ribu, pak??”
👮🏻♂️: “Iya kalo sidang 1 juta.”
Pfft. Gw tiap hari lewat sana, plus emang udah gw incar supaya diberhentikan, cuman emang sejak MBG, jarang banget ada polisi ngejebak orang disitu.
😎: “Gini aja pak, saya ada dashcam, kita cek sama-sama rambu itu di rekaman saya.”
Dia ngelihat dashcam gw,
👮🏻♂️: “Ooo, yaudah bapak silahkan jalan.”
Dia pun langsung jalan ke temannya.
😎: “Nggak, tunggu dulu pak, bapak namanya siapa? Pangkatnya apa? Satuan mana?”
Pas gw turun dari mobil sambil ngarahin HP ke dia, dia langsung kasih kode ke temannya.
Mereka berdua naik motor. Terus pergi.
Sayangnya, gw lupa nyalain kamera HP.
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Ini laporan keuangan BAZNAS, yg menarik dari laporan ini adalah pos penyaluran zakat untuk Amil ( pengurus ) lebih besar dari pos untuk Fakir dan Ghorimin, salah satu pos yg sangat besar di bagian Fisabilillah, kira2 yang masuk kategori Fisabilillah itu apa saja?
🙂