@bardanslm Anaku umur 2 tahun sdh 3x ke igd. Salah satunya pas mudik lebaran, lg main ketimpa bed gede bgt. Semua kakek nenek kuatir minta diperiksain. Krn masih suasana lebaran, banyak igd overkapasitas sampe pindah rs. Alhamdulillah langsung disuruh pulang dan dibilang bocahnya sehat" aja
Gw tuh baru tau ada "trend" provide pacar 😅.
Gw punya anak perempuan, gw bayarin dari sekolah, life style, branded bags, liburan, fancy restos dll. Insya Allah ga pernah diajarkan minta-minta ke pacar, hanya boleh minta ke ortu.
Kalo amit-amit ga punya duit? ya belajar cukupkan apa yang ada, nabung, kerja, magang. Bukan cari pacar untuk menutup kekurangan finansial.
Ngga minta ke pacar ini bukan gegayaan, ini tentang struktur nilai.
Anak perempuan (dan laki-laki) perlu tumbuh dengan rasa cukup, harga diri, dan kemandirian. Supaya ntar pas milih pasangan, pilihannya datang dari posisi setara, bukan dari kebutuhan, apalagi ketergantungan.
Karena hubungan yang sehat itu dibangun dari dua orang yang berdiri utuh. Bukan dari satu menopang, dan satu bergantung.
Dan menurut gw, ini bekal penting untuk hidup jangka panjang.
"Gimana kalo udah mau nikah?"
Kalo konteksnya mau menikah, ya beda cerita. Yang saya bahas adalah situasi baru pacaran, atau malah sebelum pacaran udah punya ide ntar pacar harus membiayai ini itu.
"Gimana kalo dikasi, si perempuan ga minta?"
Pacar kalo ngasi berlebihan (meski ga diminta) -- saya akan suruh balikin dan akan saya tegur pacarnya. Tidak boleh berlebihan selama pacaran. Ngga boleh ada salah satu pihak yang dibuat merasa "berhutang" "sungkan". Semua harus setara power-nya.
Kalau dari awal sudah terbiasa diberi, nanti akan sulit membedakan mana cinta, mana transaksi.
budaya makan2 di tempat orang meninggal, dan keluarga yg ditinggal yg harus menyiapkan, membayar semua, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. lagi kena musibah harus keluar uang lagi
jadi ingat dulu ayah saya meninggal, di saat semua sedang kalut, menangis, berusaha berlapang dada, di saat yg sama harus menyiapkan sekian juta untuk tenda, orang melayat, makanan, dll.
seharusnya orang yg bertamu yg membawa makanan, memberikan uang, dan menghibur keluarga yg ditinggalkan.
just my opinion.
Ulat Gagak (Orthomorpha coarctata) Bukan Sekadar Bau Wengur, tapi Bahasa Alam dari Tanah.
Di banyak daerah Jawa, hewan ini dikenal dengan nama “ulat gagak”. Tubuhnya hitam mengkilap, beruas-ruas dengan garis kuning cerah, jalannya pelan tapi konsisten, dan satu ciri yang paling khas: baunya wengur, menyengat, dan bikin eneg kalau terganggu.
Secara ilmiah, hewan ini bukan ulat kupu-kupu, tapi termasuk kaki seribu (Diplopoda), dengan salah satu spesies yang sering ditemukan yaitu Orthomorpha coarctata.
Titen Petani Jawa
Petani Jawa membaca kemunculan “ulat gagak” sebagai tanda :
tanah sedang lembab
kebun teduh
banyak bahan organik
kehidupan tanah lagi ramai
Ada yang bilang :
“Yen uler gagak betah, berarti lemah lagi subur lan sugih pangan.”
Artinya : tanah lagi hidup.
Penjelasan Ilmiahnya
Orthomorpha coarctata suka hidup di :
tanah lembab
serasah daun
kayu lapuk
tempat teduh
Perannya penting :
membantu menghancurkan daun & bahan organik
mempercepat pembentukan humus
memperbaiki struktur tanah
mendukung ekosistem mikro tanah
Jadi kehadirannya adalah tanda :
kelembaban tercukupi
bahan organik melimpah
ekosistem tanah sehat
Kenapa Baunya Wengur Menyengat?
Bau itu bukan kebetulan.
Kaki seribu mengeluarkan cairan pertahanan (sering mengandung senyawa benzoquinone) yang:
aromanya kuat dan tidak enak
bikin predator enggan memakannya
jadi “tameng hidup” mereka
Makanya kalau diganggu, bau langsung keluar.
Bahasa lucunya “Aku kecil tapi aku bau… jangan ganggu aku yaaa” 😂
Kalau Populasinya Terlalu Banyak?
Itu tanda :
tanah terlalu lembab
serasah menumpuk
drainase kurang baik
Biasanya mereka tidak merusak tanaman sehat, tapi kalau jumlahnya sangat besar bisa mengganggu tunas muda.
Pengelolaannya cukup :
perbaiki drainase
kurangi genangan
bersihkan serasah berlebih tanpa perlu langsung racun karena mereka juga “pekerja tanah”.
Ulat gagak / Orthomorpha coarctata mungkin bau, tapi kehadirannya adalah bahasa alam yang memberi tanda bahwa tanah sedang hidup, kaya bahan organik, dan ekosistem bawah tanah berjalan baik.
Kearifan lokal & sains sepakat alam selalu memberi tanda, tugas kita membacanya dengan bijak.
Semoga Bermanfaat...🙏
My heart breaks thinking about how they have to rebuild their lives from nothing after losing their loved ones. Ya Allah, please replace everything they lost with much greater blessings.
WHITE FERTILITY COLLAPSED - THE REST OF THE PLANET DIDN’T
The generation now starting school is the first in recorded history that will grow up on a planet where people of European descent are a shrinking global minority.
Native fertility across the entire Western world has collapsed below replacement and shows no sign of recovery. Italy sits at 1.24 children per woman, Spain 1.23, Germany 1.36, Poland 1.26, Canada 1.33, Australia 1.58. Even the U.S. non-Hispanic white rate is only 1.64. Meanwhile Turkey is 1.99, Egypt 2.9, Nigeria 5.2, Pakistan 3.4, Indonesia 2.2, and most of sub-Saharan Africa remains above 4.
Layer on top the largest sustained migration in human history. Between 2000 and 2025 roughly 110 million people moved from the global South to Europe, North America, and Australia, with UN projections showing another 200-300M by mid-century. No previous empire, no previous century, has ever seen population movement on this scale.
The result is already visible in every major Western city. Native children are minorities today in the public schools of London, Paris, Amsterdam, Stockholm, Toronto, Sydney, and most large American metros. The rest of the West is simply next in line. By 2040-2050 the native-born of European descent will be minorities in the under-30 age group in every single Western country without exception.
This is no longer a national story. It is the biggest demographic turnover the world has ever witnessed, happening in one human lifetime, driven by fertility differentials no government has ever reversed and migration flows no democracy has ever stopped once they reach critical mass.
The same elites who spent 30 years dismissing these trends as racist fever dreams now quietly place their own children in private schools that remain 80-90% white or East Asian while lecturing the rest of us to celebrate the transformation they personally avoid.
History has watched founding populations lose demographic dominance before. It has never once ended with the old culture, language, or social trust intact. The West is running the experiment at global scale and warp speed.
The numbers don’t negotiate. They simply arrive, one kindergarten class at a time, until the old world is gone.
Telah nyata kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan manusia. (QS 30:41)
Catatan reflektif tentang bencana…
Rangkaian badai, tanah longsor, banjir bandang, gunung meletus, hingga satwa yang kelaparan belakangan ini jangan hanya kita pandang sebagai musibah alam, tetapi wajib dipandang sebagai cermin diri.
Badai, hujan lebat, gunung meletus, adalah peristiwa alam yang telah berlangsung jutaan tahun. Namun, kita memperparah dan mengubahnya menjadi bencana ketika kita memperlakukan alam tanpa etika. Tata ruang dilanggar, hutan ditebang habis, pesisir dicemari, habitat satwa dihancurkan.
Ingat kan di masa kampanye lalu kita pernah sama-sama membahas tentang pentingnya tobat ekologis, yaitu mengakui dosa kolektif kita pada bumi, lalu mengubah cara kita hidup dan cara negara mengelola kuasa?
Kita perlu mengakui bahwa kerusakan ini adalah hasil pilihan kolektif, mulai dari kebijakan yang lemah, mengabaikan analisis risiko, pengawasan yang longgar, serta ketidakpedulian ketika aturan dilanggar demi keuntungan jangka pendek yang hanya dinikmati sebagian orang.
Hari ini kita harus jujur bahwa kita terpaksa hidup berdampingan dengan bencana. Terlalu sulit untuk mencegah semuanya. Iklim sudah berubah, bentang alam sudah banyak dilukai. Namun, kita masih bisa mengurangi risikonya, sembari terus berusaha memperbaiki kerusakan alam.
Caranya, dengan tata kelola yang transparan, penegakan hukum yang tegas, gaya hidup yang lebih ramah bumi, keberanian berkata “tidak” pada proyek yang merusak, serta mendidik dan membiasakan mitigasi bencana secara serius bagi seluruh masyarakat.
Ini mungkin unpopular opinion: bumi tidak peduli pada kita, dan bumi tidak butuh kita peduli padanya. Bumi akan terus berputar, dengan atau tanpa manusia. Yang sedang terancam punah bukanlah planetnya, tapi keberlangsungan hidup kita sendiri. Maka kitalah yang butuh peduli pada bumi.
Tobat ekologis, sebuah pengingat dari Paus Fransiskus, adalah upaya yang harus kita jalankan untuk mengembalikan batas. Batas serakah, batas abai, batas melanggar aturan. Demi bumi yang lebih layak dihuni untuk anak dan cucu kita semua. •••
Sekitar tahun 2016 itu pernah terjadi banjir bandang di Garut. Saya turun ke sana. Menyampaikan sedikit bantuan dana. Lalu ngobrol-ngobrol dengan relawan di sana.
Ada satu hal yang menarik. Terlalu banyak orang ngasih bantuan baju. Akhirnya menumpuk tidak bisa digunakan. Kalau dibagikan pun tidak bisa.
Dari sana saya tahu bahwa memberi bantuan pun perlu ada analisis kebutuhan agar bisa efektif membantu yang terdampak bencana.
Makanya @LAZISMU membuat paket family kit dan school kit sebagai bantuan yang paling pas untuk korban bencana.
KORBAN
WARGA CIBONTO
YANG BELUM TERSELAMATKAN MASIH TERTIMPA
RT 6 RW 3
PAK DISLAM
- PAK DISLAM *70 AN* Masih hidup sedang diselamatkan
- JULIA *20 AN*
PAK DARYANA
- BU YUNI *45 TH*
- MAYA *SMP*
NINA
- NINA *35 AN*
- FANI *6 MI*
- FATIM *3 TAHUN*
LILIS
- LILIS *30Th*
- ANAKE *SMP*
- ANAKE *SD*
BREAKING NEWS❗
telah terjadi Longsor di Dusun Cibonto,Desa Cibeunying, Kec. Majenang, Kabupaten Cilacap.
13-11-2025 malam ini
Saat ini masih proses pencarian korban yang tertimbun material longsoran.
Mohon doanya semoga segera diketemukan.
Kenapa setiap milestone bayik itu lucu banget ya Allah. Dari usaha tengkurep, isep jempol, ongong", joget", mulai jail, nyanyi random, dan mulai hobi dandan niru ibuk
@tanyakanrl Dulu waktu kkn dipisah. Yg cewek di rumah kosong, yg cowok brg sm warga tp sebelahan. Pas akhir kkn ngobrol sm pemilik rumah dia ngerasa serem bbrp kali denger suara ayam sebelum subuh. Ternyata itu alarm temen cowk buat bangun sholat 1/3 malam
BREAKING NEWS❗
innalillahi wainnailaihi rojiun
Mbok Yem, penjaga warung Tertinggi Di Pulau Jawa yang berada di dekat puncak Gunung Lawu, meninggal dunia karena pneumonia.
🥀
TWITTER PLEASE HELP & DO YOUR MAGIC
PENCULIKAN ANAK DI JAKARTA TIMUR
Identitas korban :
nama : eva thalita zahra
umur : 13 tahun
tempat tinggal : kontrakan di daerah pasar rebo jakarta timur daerah trikora. tinggal bersama kedua orang tua ayah & ibu