Simbol Jagung Untuk Menyentil Keruntuhan Konstitusi Di Era Jokowi
Kemuakan barisan anak muda mengahadapi drama politik akhir-akhir ini mulai memuncak. Puluhan mahasiswa mengeluarkan suaranya, mereka menyatukan suara untuk menyuarakan tentang politik dinasti yang menjadi penyakit bagi demokrasi di negara Indonesia. Politik dinasti itu tidak menjunjung nilai keadilan di negara ini.
Bertitik kumpul di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Jakarta Pusat, Ketua BEM beserta perwakilan dari berbagai universitas, mereka membuat gerakan untuk menyuarakan Sumpah Pemuda 2.0 tentang politik dinasti yang membutakan mata hati rakyat Indonesia. Negara kita adalah negara demokrasi, negara yang besar, tidak boleh dikuasai hanya dengan satu keluarga.
Tapi yang kini nampak, pemimpin kita justru membenarkan tindakannya yang menyalahi etika politik, menubruk hukum dan meruntuhkan demokrasi di tanah air. Pesta demokrasi akan digelar, persiapan presiden Jokowi untuk lengser itu sudah mulai mengudara. Bukan berarti di masa akhirnya Jokowi menghalalkan cara untuk mengangkat anaknya menjadi penerusnya.
Tanah air kita bukan warisan, bukan pula bisnis yang diturunkan turun-temurun kepada anak dan sanak familinya. Demokrasi itu memberi hak semua rakyatnya untuk bersuara, berpendapat agar mendapat rumusan siapa pemimpin yang akan meneruskan Jokowi.
Tapi semua ditepis dengan Mahkamah Konstitusi dan juga Keluarga Solo Jokowi yang berkonspirasi untuk mengajukan Gibran menjadi cawapres Prabowo. Pun dengan KPIU yang melancarkan semua urusan itu. Aparat negara yang sudah diteriaki agar netral nyatanya juga berkonspirasi di belakang untuk mendukung Prabowo-Gibran. Itu bukan demokrasi.
Apa Prabowo dan Gibran mau merubah pemerintahan Jokowi menjadi seperti Pak Soeharto yang menggunakan Kades untuk menang? Mereka adalah barisan ASN yang dipercaya membawa demokrasi tetap hidup di perdesaan. Tapi mirisnya mereka justru digunakan dengan semena-mena demi anak presiden.
Hari ini Melki Sedek Huang dan semua kawan-kawannya menyuarakan dengan membawa Jagung muda. Simbol Jagung ini yang mengingatkan kita bahwa umur demokrasi negeri ini masih kecil seumur jagung. Baru bangkit dari Orba, kami tidak mau lagi kembali ke zaman dimana presiden memerintah lama dan menindas rakyatnya dengan kebijakan yang merugikan dan membuat rakyat menderita. Maka hanya satu pilihan hari ini dan nanti untuk menyikapi politik dinasti itu, LAWAN, lawan dengan kekuatan bersama untuk menegakkan demokrasi di negara demokrasi ini.
Mengapa anak-anak muda Indonesia memilih Jagung sebagai bentuk perlawanan? Karena ๐๐ข๐ฆ๐๐จ๐ฅ ๐๐๐ ๐ฎ๐ง๐ menjadi sebuah peringatan apabila demokrasi kita masih seumur jagung.
Dulu rakyat, termasuk mahasiswa turun ke jalan demi menyembuhkan Indonesia dari rasa sakit yang di derita bangsa ini selama puluhan tahun. Hingga datanglah obat itu berupa demokrasi. Ya, demokrasi adalah penyembuh lara masyarakat Indonesia.
Tapi baru 25 tahun era demokrasi ini berjalan, eh malah akan direbut oleh penguasa negara. Melalui putra mahkota yang namanya disodorkan agar mengikuti jejak ayahnya, meskipun harus menodai konstitusi negara.
Tapi percayalah, suara anak-anak muda Indonesia akan menumbangkan ke-egoisan penguasa. Suara anak muda akan berhasil meruntuhkan benteng kekuasaan penguasa dan mengembalikan sistem demokrasi yang sehat, berdaulat serta adil dan beradab.
Pesan Perdamaian Ganjar Dan Cita-cita Besar Indonesia
Oleh : Rahman Hartala
Ing Ngarsa Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. 3 prinsip itu yang dibuat Ki Hajar Dewantara dalam menghidupkan dunia pendidikan di tanah air. Di depan memberi contoh, di tengah membangun semangat, di belakang mendorong untuk merealisasikan pendidikan yang unggul.
Keunggulan sebuah negara bisa dilihat dari akses pendidikan dan kualitas SDM di dalamnya. Sudah seharusnya bukan bahwa perhatian setiap pemimpin itu ada pada pendidikan generasi mudanya.
Hal itu yang kini sedang digaungkan oleh @ganjarpranowo . Selain menggarap bidang lain saat mengomandoi Jawa Tengah, dia fokus membangun daerahnya lewat pendidikan. Mulai dari sekolah gratis, dia mengawal realisasinya agar terhindar dari pungli, yang dapat merebut hak anak-anak karena beberapa oknum di setiap jenjang sekolah.
Di tingkat teratas, dia membangun SMKN Jateng gratis untuk membantu anak tidak mampu, dengan mengutamakan kerja lapangan agar langsung bisa disalurkan ke perusahaan maupun instansi negara. Sehingga hal tersebut menjadi bentuk efektifitas program pendidikan, untuk menurunkan kemiskinan sekaligus membangun negara yang lebih unggul.
Ada bonus demografi di masa depan yang harus dimanfaatkan negara kita untuk mencapai Indonesia emas 2045. Ganjar terus mengingatkan kesempatan langka itu, agar persiapannya tidak luput dalam merealisasikan Indonesia emas nanti.
Konsentrasi Ganjar untuk meningkatkan mutu pendidikan, juga berjalan dengan program lainnya. Diantaranya sekolah virtual untuk warganya yang putus sekolah, sekolah vokasi yang berisi pelatihan sebelum masuk dunia kerja, sampai gubernur mengajar dan menggaungkan kurikulum antikorupsi sebagai upaya preventif untuk menghadang bahaya KKN di kalangan generasi muda.
Pendidikan memang hal penting dan krusial, yang dipakai pemimpin untuk membawa negaranya meraih masa kejayaan. Ganjar menggarap semua demi masa depan generasi muda, yang menjadi tonggak bangsa di masa mendatang.
Hari ini saja partisipasi mereka menciptakan perpaduan kinerja yang penuh inovasi, untuk membawa Indonesia berprestasi di kancah internasional. Jadi Ganjar tidak mau main-main dalam hal pendidikan. Dia menjadi satu bukti dimana pendidikan adalah hal yang penting. Dengan ilmu pengetahuan dia sekarang bisa berdiri di titik ini, menjadi seorang calon pemimpin negara Indonesia di tahun 2024 nanti.
Dia tidak mau hal sepenting pendidikan menjadi masalah untuk anak-anak yang kurang mampu, dalam meraih cita-citanya sekaligus mengganggu mereka untuk meneruskan tongkat estafet para pendiri bangsa.
Dia sudah merasakan susahnya mengenyam pendidikan, karena pernah kekurangan biaya. Di era lebih modern ini, hal itu tidak boleh terjadi. Cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa itu kembali digaungkan Ganjar kepada dua kawannya dalam kontestasi pilpres nanti.
Kepada Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, Ganjar mengingatkan bahwa pendidikan adalah program utama untuk membangun negara ini. Dalam moment tukar kado di acara 13 tahun mata Najwa, Ganjar memberi topi merah putih lengkap dengan logo Tut Wuri Handayani. Itu adalah pesan kuat, agar mereka tidak melupakan program besar negara kita menuju Indonesia emas 2045 dengan meraup bonus demografi.
Dan untuk berjalan ke arah sana, pendidikan menjadi kebutuhan primer bagi setiap warga Indonesia sebagai mozaik untuk menapaki tangga Indonesia unggul. Kenapa Ganjar menyampaikan pesan itu kepada keduanya, disaat pendidikan itu adalah bagian dari visinya sebagai calon pemimpin tahun 2024 nanti?
Mainnya gini ya? Dikasih posisi langsung, trs dibilang dukung om wowok sm botjil, gt ya? Gamenya gampang amat ditebakโฆ
Sejauh mata memandnag bu susi yg br membantah. Kalo kayak bu khofifa bs membantah? Kang Emyl, Pak Erik, dan mungkin masih banyak lainnya, yakin mereka ga terpaksa masuk kubu sana?
Mkmkmkmk (gaya ketawa baru๐, biar inget pamannya mas gibs), pada akhirnya diklarifikasi bilangnya โtinggal tunggu waktuโ, maksudnya sednag di lobby dengan penawaran speltakuler atau malah ada something buat menyandera mereka buat kasih dukungan ke anak pak pres???
Ditempa berbagai ujian, lewat sikon perpolitikan negeri yang hari ini terus berkembang, tidak membuat @ganjarpranowo lengah. Mendapat beberapa kecurangan membuatnya awas dan terus mengobarkan semangat untuk menang.
Ganjar tidak punya pasukan khusus, Ganjar tidak punya kemampuan pula untuk menggerakkan alat negara, kalaupun punya dia tidak mau semena-mena menggunakan mereka karena itu adalah sebuah kecurangan. Hanya semangat usaha dan doa yang dia panjatkan untuk meraih kem3nangan.
Menjaga demokrasi agar tetap sehat dan berjalan pada relnya adalah sebuah kewajiban bagi setiap anak bangsa. Hal itu tidak boleh terabaikan. Kepada barisan Ganjar Pranowo, dia menggelorakan semangat persatuan untuk M3nang Bersama Rakyat dengan menjaga penuh demokrasi. Karena itulah gambaran penimpin masa depan di negeri kita, yang merangkul rakyat menuju Indonesia Emas 2045.
Mari bergandeng tangan untuk mewujudkan semua itu. Bersama Rakyat, Kita M3nang. Bersama Ganjar, Indonesia Unggul.