Guys kata Raditya dan Mbak Prita seorang perencana keuangan ini yang paling penting lo pahami soal ngatur duit di 2026.
Mulai dari mana kalau mau benerin keuangan?
Bukan langsung invest.
Bukan langsung beli saham.
Bukan langsung ikut-ikutan beli emas karena lagi naik.
Tapi mulai dari satu hal yang paling membosankan tapi paling penting.
Tau pengeluaran lo berapa.
Kedengarannya simpel.
Tapi kenyataannya mayoritas orang Indonesia tidak tahu persis uangnya habis ke mana setiap bulan.
Dan kalau lo males catat trik paling gampang adalah pisah rekening.
Satu untuk kebutuhan wajib.
Satu untuk senang senang.
Satu untuk tabungan.
Biarkan aplikasinya yang nyatat otomatis.
Lo tinggal lihat mana yang habis duluan.
Terus urutan prioritasnya gimana?
Ini yang paling sering salah kaprah.
Pertama lunasi cicilan konsumtif dulu.
Kartu kredit.
Pinjol.
Apapun yang bunganya mencekik.
Kedua bangun dana darurat.
Minimal 3 kali pengeluaran bulanan lo.
Ini dulu sebelum kemana mana.
Ketiga baru invest.
Paralel sama dana darurat kalau udah nyampai targetnya.
Jangan dibalik.
Banyak yang langsung invest padahal dana daruratnya kosong.
Terus pas ada kejadian darurat investasinya dicairin rugi karena timing yang salah.
Soal piramida pengeluaran.
Ini yang paling gw suka dari penjelasan Mbak Prita.
Must have yang wajib ada.
Kos.
Makan.
Transport.
Ini tidak bisa diganggu gugat.
Should have yang harusnya ada tapi kadang dilewatin. Asuransi kesehatan.
Investasi jangka panjang.
Could have ini yang beda tiap orang.
Ada yang rela makan seadanya asal bisa liburan.
Ada yang tidak peduli liburan asal bisa beli barang yang dia mau.
Tidak ada yang salah.
Yang penting lo tau money dial lo sendiri.
Nice to have yang boleh ada boleh tidak.
Dan ini yang harus paling ketat dijaga kalau kondisi lagi susah.
Tangga keuangan lo sekarang ada di mana?
Ini yang paling bikin gw mikir.
Level pertama surviving.
Hidup dari gaji ke gaji.
Nabung tidak bisa.
Level kedua growing.
Udah bisa nabung tapi tidak konsisten.
Bulan ini bisa bulan depan tidak.
Level ketiga steady.
Sudah punya fondasi.
Badai apapun tidak terlalu goyang.
Level keempat comfortable.
Kerja atau tidak kerja kondisi keuangan tidak jauh berubah.
Dan kata Mbak Prita setelah pandemi mayoritas orang Indonesia masih ada di dua level paling bawah.
Bukan karena malas. Tapi karena banyak yang fondasinya bolong tanpa sadar.
Dan untuk 2026 yang situasinya makin tidak pasti ini.
Satu saran tambahan yang relevan banget punya cash buffer.
Bukan dana darurat biasa.
Tapi simpanan tambahan sekitar 30 juta rupiah yang liquid dan mudah diakses.
Penelitian nunjukkin orang yang punya buffer ini bisa berpikir lebih jernih di situasi krisis.
Stres finansialnya berkurang signifikan.
Dan tidak habiskan banyak waktu bengong mikirin duit.
Yang paling penting dari semua ini
Di tengah situasi global yang lagi kacau sekarang perang di Timur Tengah.
Harga minyak naik.
Rupiah tertekan fondasi keuangan pribadi lo adalah satu satunya hal yang bisa lo kontrol sepenuhnya.
Dunia di luar bisa chaos. Tapi kalau fondasi lo kuat lo bisa hadapi itu dengan kepala jauh lebih dingin.
Harga tiket di Traveloka NAIK setiap kali lo cek.
BUKAN karena seat makin dikit dan orang udah pada beli, tapi ini algoritma.
Gue cek tiket Jakarta-Bali kemarin. Rp850rb.
Cek lagi 2 jam kemudian. Rp1.1jt.
Pake HP temen? Balik ke Rp870rb.
Mereka pake dynamic pricing buat maksimalin revenue.
Kita bisa lawan algoritma mereka.
Ini cara yang gue lakuin buat hemat tiket pesawat yang Traveloka gak mau lo tau:
Ada anak kecil dicium penuh nafsu oleh pemuka agama di depan ortu dan ratusan orang lainnya.
Ada artis perempuan dibawah umur mengalami kekerasan seksual dan dipaksa nikah dengan laki-laki jauuh lebih tua.
Ada guru bikin konten genit ke muridnya SD -- yang malah dipuji followersnya yang mostly manusia dewasa.
Ada kasus Eipsten yang membongkar perilaku pedofil elite dunia.
Kita hidup di tengah dunia yang sakit.
Pengawasan pada anak yang makin rendah karena ortu sibuk cari nafkah, lingkungan yang ngga bisa sepenuhnya dipercaya buat menjaga anak, teknologi menyelinap masuk ke ruang private.
Banyak orangtua mengira:
- rumah pasti aman
- sekolah pasti aman
- guru pasti aman
- pengasuh pasti aman
- tempat ibadah pasti aman
- mentor pasti aman
- orang “terpandang’ pasti aman
- figur yang tampak religius pasti baik.
Bagaimana mencegah anak jadi korban?
Bagaimana mengajarkan anak batasan/boundaries?
Bagaimana membangun sikap waspada pada orangtua?
Hal apa yang harus dicermati dari para groomer dan pelaku pelecehan ini?
WEBINAR Queen Rides
"BLIND SPOT PARENTING
Waspadai Celah Masuk Grooming & Pedofilia pada Anak"
Pembicara: Vera Itabiliana H., Psi. (Psikolog Anak & Remaja)
Minggu, 15 Februari 2026 jam 19.00 – 20.30 WIB via Zoom
HTM: Semampumu.
Daftar ke: https://t.co/2EE8qyhCkE
pasangan pinter akan membuat kita berusaha pinter jg,
pasangan yg kritis akan membuat kita tumbuh dan berkembang,
pasangan yg menjaga sholat akan membuat kita berusaha menjaga sholat,
pasangan yg punya value akan mempengaruhi kita untuk jg punya value
pasangan yg suka investasi akan membuat kita tertarik dengan investasi.
pilih pasangan yg membuat kita terus tumbuh dan belajar.
tumbuh memang tidak selalu nyaman, tapi pada akhirnya kita akan sadar itu yg kita butuhkan.
[Breaking News] 14:55 “Nyaris gak bisa gerak… Beginilah jika nekat ngeblong di perlintasan Kereta. Palang kereta Krapyak, Klaten.”
(firmandwicahyono97)
Lari pagi di CFD bundaran HI, lanjut MRT LRT gocar ke soetta
drama pesawat delay, pulang keabisan tiket KA Bandara lanjut naik KRL
dijalani dlm keadaan badan demam dan bapil wkkwkw😂🏃🏼♀️
Terakhir makan indomie 17 Oktober pas makan rame rame di kelas. Sekarang sedang hujan dan pengen banget makan indomie, tapi takut sama ibu negara.
Setakut itu makan indomie dirumah🤣😆