@literarybase Sebab mau seberapa banyak harap yang saya rapalkan, seberapa afirmasi yang saya coba berikan, bahkan seberapa banyak afeksi yang saya labuhkan. Jika perasaan ini hanya diemban oleh saya seorang maka kesimpulannya akan tetap sama, saya dan ia yang memang bukan dalam satu cerita.
Aku mengerjapkan mata, sepenuhnya memahami perkataan Caturangga. Lelaki itu kini mengamati sekelilingnya, gunung, karang, lautan, cakrawala, semesta—segala yang lebih besar dari dirinya.
"Meskipun cuma satu titik jika dibanding semesta, adanya kita tetap berharga."
"Aku percaya masing-masing kita berharga," katanya. "Punya peran yang nggak bisa dilakoni siapa-siapa."
Aku sibuk mencari peranku sebelah mana yang tidak bisa dilakoni orang lainnya. Kalau Catur, memang tidak ada yang bisa jadi sepintar dan secerdik dia. Teman-teman mengakuinya.