Kalian yang masih muda, jangan cuma scroll hp, joget di tiktok, ngeluh di twitter. Saatnya kerja nyata. Nih bisa jadi inspirasi kamu.
Saya yakin sekali si mbak ini ga ujug2 sukses. Saya yakin lernah berada di titik terendah juga.
Salah satunya: Cuma dijemput pake Innova.
Selamat malam
Sudahkah kamu membaca jurnal "The Political Economy of Oligarchy and the Reorganization of Power in Indonesia" karya Vedi R. Hadiz dan Richard Robison hari ini?
Untuk mahasiswa ekonomi, ekonom, pembuat kebijakan dan mereka yang tertarik ekonomi Indonesia
Berikut adalah buku terbaru tentang Indonesia yang diterbitkan oleh ADB.
Reza Anglingkusumo dan saya menulis satu bab mengenai kebijakan makroekonomi dan industrialisasi Indonesia.
Kami mengulas evolusi ekonomi Indonesia selama dua dekade terakhir, dengan fokus pada produktivitas, daya saing, serta peran tabungan dan alokasi investasi dalam pengembangan industri. Bab ini juga mengidentifikasi prioritas reformasi sisi penawaran, dengan penekanan pada perlunya strategi yang didorong oleh investasi dan berorientasi ekspor untuk mendukung diversifikasi menuju manufaktur dan jasa bernilai tambah tinggi.
Buku ini tersedia secara akses terbuka; tautannya tertera di bawah ini.
Please find a newly published book on Indonesia published by the Asian Development Bank (ADB).
Reza Anglingkusumo and I contributed a chapter on Indonesia’s macroeconomic policy and industrialization.
The chapter explores Indonesia’s economic evolution over the past two decades, focusing on productivity, competitiveness, and the role of savings and investment allocation in industrial development. It identifies priorities for supply-side reforms, emphasizing the need for an investment-driven, export-oriented strategy to support diversification into higher-value manufacturing and services.
The book is open access; the link is below
https://t.co/OZZlL1SSO0
selama ini kalau melihat ketidakberesan pembangunan saya selalu bertanya apa sebabnya: inkompetensi, atau niat jahat.
dan selama ini pula saya meyakini akar masalahnya inkompetensi: para pejabat dan pembuat kebijakan yang tak mampu.
tapi kini keyakinan saya nampaknya berubah.
Socratic Ignorance
Sabtu lalu saya terkejut dengan banyaknya fotografer di kota ini. Rasanya di Jakarta juga ada tp yg ini luar biasa. Creepy banget. Dan tidak nyaman.
Saya tidak ingin menjudge mereka. Ekonomi lagi sulit. Tapi saya juga merasa perlu ada diskursus terbuka.
Bagaimana caranya? Saya musti pakai teknik "socratic ignorance".
Ketika saya biasa buat analisis yg lengkap dan cerdas dengan gaya Drone Emprit, tak banyak terjadi diskusi. Tapi dengan socratic ignorance, diskusi bisa lebih luas.
Apa itu socratic ignorance?
Di dunia maya, banyak orang berlomba-lomba tampil pintar dengan argumentasi yang tajam. Namun ada teknik komunikasi klasik yang justru bekerja sebaliknya, yaitu berpura-pura tidak tahu.
Dengan melontarkan argumentasi dan pertanyaan sederhana, bahkan terkesan bodoh, kita dapat memancing orang lain untuk menjelaskan lebih dalam.
Strategi ini berakar dari metode Socrates, yang lebih suka bertanya ketimbang memberi jawaban, demi menstimulasi pemikiran kritis audiensnya.
Mengapa strategi ini ampuh? Karena secara psikologis, netizen terdorong untuk membuktikan diri lebih tahu. Mereka merasa bebas mengoreksi atau menambahkan penjelasan, sehingga diskusi tumbuh secara organik.
Dengan tampil seolah polos, kita sebenarnya membuka pintu bagi orang lain untuk mengambil peran utama dalam percakapan, menciptakan engagement yang jauh lebih kuat daripada sekadar memberi ceramah.
Socratic ignorance bukan sekadar gaya retorika, melainkan cara untuk mendemokratisasi pengetahuan. Di tengah arus informasi yang penuh klaim kebenaran, teknik ini menciptakan ruang dialog yang lebih hidup, jujur, dan mendalam.
Kadang, dengan “berpura-pura bodoh”, kita justru mendorong orang lain untuk menjadi lebih bijak dan kritis.
So, terimakasih kepada 5 juta view dan ribuan opini cerdas dan jujur. Creepy as hell ketika lari pagi tapi disorot puluhan kamera.
I don't mind at all dianggap naive dan bodoh. You have your voices heard.
Capek banget drama ART hari ini.. Art kesekian yang harus disuruh pulang krn ga cocok. Next kira2 akan ada drama apa lagi ya Allah, semoga bisa segera ketemu yg sehat akal dan jiwanya 😭😭
For frequent travelers the unspoken “considerate” rule is don’t put your seat back. If there’s a larger person behind you and you put your seat back it’s incredibly uncomfortable for that person. This is the airline issue. There is no room anymore for reclining seats. That said yes it’s your right to put it back.
Assalamualaikum pemirsa !nsert
Bosen sama yang santen-santen?
BERTEMU LAGI DALAM AJANG METGALA MOSLEM #LEBARANARTIS 1446 H!!!!
Inilah kurasi fesyen keluarga selebritas Indonesia di kala Hari Raya #Lebaran 2025✨
— a thread —