MILAN, LAGI MAIN-MAIN DENGAN NERACA KEUANGANNYA — PART III
Jendela transfer sudah tutup.
Enam hari lalu saya menulis ada dua kemungkinan: neraca Milan berakhir hampir seimbang di angka +€21–24 juta, atau tetap defisit besar di −€98,5 juta.
Angka resminya sekarang sudah keluar*. Bukan salah satu dari dua skenario itu, dan yang menariknya cerita di baliknya bukan cuma soal empat nama yang selama ini jadi sorotan.
Ini datanya, satu per satu.
1/ Belanja final: €165,05 juta, 18 transfer masuk
Selain Ramos (€74 juta) dan Gila (€30 juta) yang sudah saya bahas di Part I, ternyata ada satu angka besar yang lewat dari radar saya: Diego Moreira dari Strasbourg, €50 juta. Ditambah Hutchinson (loan fee €4,2 juta), Kostić (€3,5 juta), dan Diawara (€2 juta).
Artinya belanja riil Milan musim ini bukan "sedikit di atas €100 juta" seperti perkiraan awal saya di Part I, tapi €165,05 juta. Jauh lebih agresif dari yang terlihat di permukaan.
Sumber: Transfermarkt, AC Milan Transfers 26/27 — https://t.co/Yf1ceH2pLA
2/ Leão: satu-satunya penjualan besar yang benar-benar cair
Rafael Leão ke Galatasaray, permanen, €38 juta. Ini tetap penjualan tunggal terbesar musim ini.
Football Italia (resmi klub): https://t.co/n1rrstdsWa
OneFootball: https://t.co/5po549APJU
3/ Penjualan senyap yang justru menyelamatkan neraca
Ini bagian yang saya lewatkan sepenuhnya sebelumnya. Selain Leão, Milan ternyata menjual lima pemain lain dengan fee, tanpa banyak keributan di media:
- Álex Jiménez → Bournemouth, €18,50 juta
- Álvaro Morata → Como, €12,00 juta
- Lorenzo Colombo → Genoa, €7,00 juta
- Tommaso Pobega → Bologna, €7,00 juta
- Samuele Ricci → Como, loan fee €1,50 juta
Total dari lima nama ini saja: €46 juta. Ditambah Leão €38 juta dan Nkunku (loan fee €3 juta), total pemasukan resmi jendela transfer ini: €87 juta dari 14 transfer keluar.
Poin pentingnya: kalau cuma mengandalkan drama Leão, Fofana, Tomori, dan Gimenez seperti fokus saya di Part II, saya akan melewatkan lebih dari separuh total pemasukan Milan musim ini. Penjualan pemain lapis kedua yang sepi liputan ternyata jauh lebih menentukan buat neraca dibanding drama deadline day yang ramai diberitakan.
Sumber: Transfermarkt, AC Milan Transfers 26/27 — https://t.co/Yf1ceH2pLA
4/ Yang pergi tanpa uang cair sama sekali
Gimenez ke Porto dan Fofana ke Sevilla, keduanya resmi berstatus "loan transfer" tercatat tanpa fee. Ditambah tiga nama lain yang juga pergi tanpa fee: Zachary Athekame (ke Lyon), David Odogu (ke Toulouse), dan Andrej Kostić yang baru dibeli dari Partizan langsung dipinjamkan ke Sparta Rotterdam. Bennacer juga resmi keluar tanpa klub, kontraknya habis, tanpa fee.
Yahoo Sports (Gimenez ke Porto): https://t.co/w6VtoKOdGm
MilanReports (Fofana ke Sevilla): https://t.co/VpMPzIuqmq
5/ Yang gagal pergi
Tomori dan Bondo tetap di Milan sampai jendela transfer tutup.
SempreMilan (live blog deadline day): https://t.co/cRjGT7PHaL
6/ Angka final resmi (koreksi dari estimasi saya sebelumnya)
Income: €87,00 juta (14 transfer keluar)
Expenditure: €165,05 juta (18 transfer masuk)
— Overall balance: −€78,05 juta —
Sebagai catatan, angka −€60 juta yang saya sebut sebelumnya memang meleset. Saat itu saya cuma menghitung dari penjualan Leão, padahal ada lima penjualan senyap lain yang belum masuk hitungan, ditambah biaya Diego Moreira sebesar €50 juta yang juga belum saya masukkan. Jadi angka €78,05 juta dari Transfermarkt inilah yang jadi patokan resmi.
Kalau dibandingkan skenario pesimis di Part II (−€98,5 juta), hasil akhirnya sebenarnya lebih baik sekitar €20 juta. Tapi kalau dibandingkan skenario optimis (+€21–24 juta), Milan masih tertinggal sekitar €100 juta dari target tersebut.
Sumber: Transfermarkt, AC Milan Transfers 26/27 — https://t.co/Yf1ceH2pLA
7/ Bonus tak terduga, di luar jendela transfer ini
Dua transfer lama Milan tetap menyumbang uang tunai riil musim panas ini, di luar hitungan jendela transfer 2026 karena pemainnya sudah lama pergi.
Tonali (dijual ke Newcastle 2023) menyumbang sekitar €10 juta lewat klausul sell-on 10 persen, setelah Newcastle menjualnya ke Tottenham senilai €116 juta bulan Juli lalu.
Reijnders (dijual ke Man City 2025) menyumbang lebih besar: klausul khusus bikin Man City wajib membayar penuh paket bonus €14 juta begitu Reijnders dijual lagi dalam setahun pertama. Reijnders resmi pindah ke Al-Qadsiah 19 Agustus lalu senilai €61 juta, klausul itu langsung aktif. Total yang diterima Milan dari penjualan Reijnders kini hampir €70 juta, untung bersih €56 juta dari harga beli awal €13 juta ke AZ Alkmaar.
Dua windfall ini murni bonus dari kontrak lama, di luar angka −€78,05 juta di atas, tapi tetap bagian dari gambaran keuangan RedBird musim ini.
MilanReports (Tonali-Spurs): https://t.co/V0ymEwoipN
Yahoo Sports (Reijnders windfall): https://t.co/imrFi5T5T5
Kesimpulan
Strategi "invest first, balance later" yang saya bahas di Part I berjalan, tapi hasilnya defisit €78,05 juta, bukan surplus seperti skenario optimis saya. Yang menarik, penyelamat neraca bukan drama-drama besar yang jadi sorotan media (Leão, Fofana, Tomori, Gimenez), tapi lima penjualan lapis kedua yang nyaris tanpa berita utama.
Fondasi finansial RedBird memang nyata, seperti saya tulis di Part I. Tapi jendela transfer ini membuktikan satu hal: klub yang sehat secara fatturato belum tentu efisien di meja negosiasi. Defisit €78 juta ini harus ditutup entah dari performa tim musim ini, entah dari penjualan besar lain di Januari.
Sebagai fans Milan, saya melihat jendela transfer ini sebagai bukti bahwa manajemen Milan lebih jago jual pemain kecil diam-diam dibanding menuntaskan kasus besar tepat waktu.
Menurut kalian, apakah defisit €78 juta ini angka yang wajar untuk klub sebesar Milan, atau ini tanda manajemen transfer perlu dievaluasi ulang?
Forza Milan. 🔴⚫
*Disclaimer: Data ini dari Transfermarkt, sudah resmi per penutupan jendela transfer 1 September 2026. Ini analisis pribadi berdasarkan data publik, bukan laporan resmi klub. Anggap sebagai bahan diskusi, bukan kepastian.