universitas itu dibangun ga instan. makannya mereka punya legacy panjang di dunia penelitian. reputasi ga dibentuk hanya 1 malam. contohlah negara maju deh kek china. fokus mereka bikin kampus2 itu merger jd punya institusi riset raksasa. lah elu malah bikin univ baru wo.
Presiden kok makin alergi dengan kenyataan?
Yang keliru bukan foto itu, atau media yg menampilkan foto itu. Yang jelas keliru adalah jika negara lebih marah kepada cermin daripada kepada wajah yang dipantulkannya.
Foto anak-anak menikmati MBG di depan sekolah yang rusak bukanlah penghinaan terhadap negara. Justru itulah esensi jurnalisme, utk menghadirkan kenyataan yang penuh kontradiksi agar publik melihat persoalan secara utuh.
Pers seharusnya bukan humas pemerintah. Tugasnya bukan memoles citra kekuasaan, melainkan mengawasi penggunaan kekuasaan. Dalam tradisi demokrasi, media menjalankan fungsi watchdog, termasuk membuka keburukan yg ingin disembunyikan dr publik.
Ironi dalam foto itu bukan hasil rekayasa wartawan. Yang menciptakan ironi adalah kenyataannya. Anak-anak menerima makanan bergizi di depan ruang kelas yang reyot. Jika ada yang terasa memalukan, sumber rasa malu ya kondisi yang direkam kamera. Dan itu sumbernya kebijakan negara yg memang keliru.
Mengecam media karena menampilkan ironi seperti itu semakin menunnjukkan wajah junta otoriter. Seolah pers hanya boleh menampilkan keberhasilan pemerintah, sementara kegagalan harus disembunyikan. Padahal demokrasi justru membutuhkan kritik agar kebijakan terus diperbaiki.
Selama sekolah rusak masih berdiri, guru-guru sengsara, sementara MBG beracun dan jadi makanan bebek, publik terus memiliki alasan untuk mengabadikan paradoks pembangunan.
Pendirian Universitas RI (URI) yg dipimpin oleh Gubernur ini memperjelas ketidak-jelasan arah kepemimpinan Presiden Prabowo terutama dlm bidang pendidikan. Kebijakan2 nya tdk didasarkan pd fakta lapangan tapi oleh halunasinya. URI akan menambah keruwetan pengelolaan Diknas
Udah ada yg lihat teori konspirasi real madrid puasa gelar 2 musim? Jujur aku bukannya ga ikhlas real madrid puasa gelar tapi teori teorinya masuk akal semua gila
Prabowo: "Saya Diserang karena Ingin Beri Makan Bergizi"
Kawan kami yang juga diserang, dilindas, direpresi, diintimidasi, diancam, diteror, didoxing, bahkan ditangkap sewenang-wenang.
Mengkritik kebijakan adalah hak warga, sedangkan anda menganggap kritik sebagai serangan!
Saking banyaknya berita jelek tiap hari, berita-berita jelek minggu lalu jadi ketumpuk dan terlupakan padahal banyak yang belom kelar. Do we all realize how crazy this is??
Ini mah pemeriksaan pajak di bawah todongan senpi.
It's so fucking bad for business, @prabowo.
Kebijakan yang tak ada bijak-bijaknya ini cuma menambah ketidakpastian dalam berusaha. Pengusaha dan investor pasti melihat ini sebagai sebuah tindakan yang pasti merugikan mereka.
Kalau sudah pasti rugi, mereka tentu tidak akan mau berusaha dan berinvestasi di Indonesia. Akibatnya apa? Banyak usaha yang tutup, semakin banyak pengangguran.
Emang TNI Polri ngerti soal pajak? Menghitung pajak mereka sendiri saja belum tentu bisa. Apa guna mereka di dunia perpajakan selain mengintimidasi?
Ini kebijakan hasil wangsit lagi ya, Wo?
Pak Prabowo bilang “diserang” karena MBG dituduh pemborosan. Padahal programnya “mulia” banget utk anak, ibu hamil, dan lansia.
Wah, narasinya lamis sekali.
Jelas yang dikritik itu bukan niat baiknya, Pak. Yang dikritik sistemnya yang bloated, tidak fokus, dan membuka pintu korupsi lebar-lebar. Anggaran 7% APBN cuma buat makan siang? Sementara riset cuma 0,2% GDP dan gaji guru dan dosen masih merana.
Di Lembata, NTT, ibu-ibu masak makanan bergizi panas tiap hari, edukasi gizi, biaya < Rp10.000 per porsi, zero waste. Hasilnya? Sukses.
Sementara BGN korupnya naudzu billah.
Itu bedanya.
Jadi jangan bilang “diserang karena program mulia”. Kita kritik karena ada jalan yang jauh lebih benar, lebih murah, lebih tepat sasaran, tapi dipilih yang mahal dan berisiko tinggi.
Presiden kok lebih sibuk bangun narasi “saya baik, kalian jahat” daripada memperbaiki sistemnya.
Stunting itu penting. Tapi kalau caranya salah, yang terjadi bukan nutrisi anak, tapi nutrisi “tuyul” proyek.