Si zalim yang hanya merasa istrinya yang salah itu, kenapa aku enggan sekali. Luka yang dia torehkan, kemaafan yang sering kuberikan. Hahaha.
Mungkin sudah saatnya aku benar2 mencari pengganti dia.
Istrimu tidak akan dihisab jika tak menanyakan kamu sudah makan atau belum, sehat atau tidak. Sedangkan, kamu akan dihisab jika tak melakukan perhatian kecil tersebut. Ingat, nafkah tak hanya uang, nafkah batin pun tk hanya aktivitas seksual.
Aku berdoa agar aku beruntung dengan suamikum tp suamiku sama saja ternyata dg ayah dan abangku.
Akan aku habiskan perasan ini sampai benar2 hilang. Saat itu tiba, meninggalkannya bukanlah hal yg sulit.
Punya suami, tapi seperti tak punya suami. Kenapa ya, aku tidak seberuntung orang banyak.
Dia baik sih, tapi entah mengapa kebaikannya not fit in me at all.
Dia gak (blm ketauan aja mungkin?) selingkuh, tapi sering kali nyepelein dan bikin pelan2 kita lost interet & respect.
Bilang rindu, tapi gak ada nanya kabar samsek sebulan lebih. Kau pikir aku bisa percaya? Berapa kali emg aku bilang kalau act speaks louder than words? Kau bilang 1000 kali pun per detik kau syg aku kau rindu aku tapi tingkah kau enggak, ya aku ga akan percaya, lul.
Ternyata sudah semati rasa ini. Awal tahun aku masih sayang banget banget, bahkan setelah berbulan2 tanpa komunikasi aku masih rindu. (Makanya aku gak hapus tweet rindu aku ttg dia, biarkan itu jd jejak perjalanan hidupku).
Sekarang, aku di tahap diceraikan oke, bertahan hayuk.
@txtharihariWNI Terserah apapun kata suakimu, itu urusan dia dan Allah juga urusan dia sama istri pertamanya. Sementara kamu? Hanyalah binatang jalang.
@alayy Kalo kamu gak pernah nyakitin dia sebelumnya kayak selingkuh (makro atau mikro). Lebih baik lepaskan. Tapi jika pernah dan kamu ingin dia bertahan, maka terima saja dia yang begitu.