duh capek gak sih guys kejer karir... kyk.. sometimes... i just want to be HUMAN
aku mau main petak umpet, mau barter ubi hasil kebunku sm mangga tetangga, mau belajar bikin pottery...
why are all glorifying growing into.. pencetak uang.. is money really all that matters :/
Di sini ada yang, "waktu SD ranking satu terus & pinter banget. Namun semakin dewasa kemampuan akademik tersebut menurun?"
Menurut saya, itu karena gaada dukungan secara sustainable untuk growth dari lingkungannya. Iyaa bunga secantik apapun kalau tidak dirawat & dikasih air akan layu juga. Boro-boro mikirin akademik, beberapa masih mikirin, "besok makan apa".
Fansen ini salah satu yang termasuk beruntung. Selain sudah berbakat sejak kecil, bakat tersebut terus dikembangkan & didukung oleh orang tua & lingkungannya.
Privileges tentang makanan berkualitas, pilihan sekolah berkualitas, punya mentor yang proper, networking untuk masuk kampus berkualitas seperti MIT.
Mungkin, di luar sana ada Fansen-Fansen lain, namun lahir & tumbuh di lingkungan yang kurang beruntung. Saya kira ini suatu masalah yang perlu diperhatikan pemerintah. Akan sayang sekali kalau kehilangan talenta emas seperti itu.
Saya menyadari itu. Karena saya termasuk "Fansen yang beruntung" sehingga bisa sampai di titik sekarang.
Sebagai bentuk rasa syukur... saya punya cita-cita besar untuk bidang pendidikan di Indonesia ๐ฎ๐ฉ
Semoga saya bisa mewujudkannya... On progress
Kalau sekolah gua punya 1.000 hatters, gua salah satunya
Kalau sekolah gua punya 100 hatters, gua salah satunya
Kalau sekolah gua punya 1 hatters, itu adalah gua
Kalau sekolah gua gak punya hatters, berarti gua udah gak ada
indonesian genshin players taking a break from real world, playing the game and seeing the dendro archon.... a leader of the nation that is wise, knowledgeable, and cares for her people