kalau orang bilang lu punya warisan,,
kita jawab punya
kalau orang bilang terlahir dari orang yang punya
iya kita punya, kita mengusahakan
.
semua juga punya tinggal usaha niatnya aja
Kalau ada masalah kita ga sebrisik sebelah
Seberusaha mungkin nga melibatkan dia
Cuman mau ngajak meeting sebentar, yang di ajak oke oke aja, dianya berisik bangett
Tuhannn
H: rencana 2-3 tahun kedepan apa di perusahaan ini
aku dalam hati reflek resign pak😭
realita : belum ada gambaran
H: mungkin atasan anda menawarkan jadi leader atau pindah ke departemen lain
realita: 🤣
H: jangan pindah ke tetangga lo ya( perusahaan lain)
dalem hati mAh RESIGN
Allah SEBAIK baik PERENCANA
Me: berangkat jam 4 ah biar nanti pas sampe kos maghrib bisa langsung buka
Allah : jam set 5 aja buru buru banget, jagongan sek mbi Wong ngomah jam 6 tekan Kono rpp ngko magrib leren delok neng dalan, tekan kos seh nyandak magrib
katanya kalau pengen beli sesuatu harus punya minimun 2x lipat dari harganya
ini udah punya 2x lipat tapi kalau pengen lain belum 2x lipat. soalnya yang di pengen beli banyakkk
Gw punya temen yang kalau libur panjang atau weekend dia menghilang total.
Bukan pergi ke mana-mana.
Tapi literally tidak kemana-mana.
Di kos.
Sendiri.
Kasur + Netflix+ GoFood Dan jadi combo hibernasi buat dia.
Tidak ada interaksi sama siapa pun.
Tidak ada chat yang dibalas kecuali yang penting. Tidak ada nongkrong.
Tidak ada janjian.
Bahkan untuk makan dia tidak mau kelur GoFood saja supaya tidak perlu ketemu orang.
Gw tanya lu tidak kesepian?
Dia bilang tidak.
Ini justru yang gw tunggu-tunggu seharian kerja.
Dan gw mulai paham.
Dia bukan pendiam.
Di kantor dia normal.
Diajak ngobrol nyambung.
Diajak nongkrong mau.
Tidak ada yang curiga dia tipe yang suka menyendiri.
Tapi ternyata semua interaksi sosial itu buat dia ada harganya.
Setiap meeting.
Setiap small talk di pantry.
Setiap zoom call.
Setiap 'eh lu sudah makan belum' dari rekan kerja itu semua menguras energi dia secara diam-diam.
Dan weekend adalah waktu dia bayar semua utang energi itu kembali.
Kata dia kalau Senin gw belum rebahan cukup di weekend, gw masuk kantor pasti susah fokus.
Ini yang psikologi menyebutnya introvert bukan dalam artian pemalu atau antisosial.
Tapi orang yang recharge energinya bukan dari keramaian tapi justru dari kesendirian.
Dan yang menarik dia tidak merasa ada yang salah dengan dirinya.
Tidak merasa harus diperbaiki.
Tidak merasa harus dipaksa lebih sosial.
Dia tahu persis cara kerjanya sendiri dan dia desain hidupnya sesuai itu.
Gw rasa banyak orang yang sebenarnya sama kayak dia tapi selama ini merasa bersalah karena tidak mau keluar di weekend.
Merasa ada yang aneh karena lebih pilih kasur daripada cafe.
Tidak ada yang aneh.
Lu mungkin cuma belum sadar bahwa diam itu bukan kesepian.
Kadang itu justru cara paling efisien untuk jadi manusia yang berfungsi normal keesokan harinya.