Update El Nino: Update El Nino 23 April 2026: pengamatan terkini menunjukkan El Nino mulai terbentuk ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik.
Di suatu negara yang aneh
Negara tropis = buah mahal
Negara maritim = ikan mahal
Negara CPO = migor mahal
Negara SDA = listrik dan BBM mahal
Negara hukum = tunggu viral
Swasembada pangan = beras mahal
Bebas aktif = ikut BOP
Negara religius = korupsi nya banyak, sampai kitab Tuhannya dikorupsi
Semuanya karena sistem yang buruk dan political will yang tidak berpihak rakyat tapi berpihak cepat balik modal dan nambah kekayaan pribadi hehe
Guys, ini info paling gila hari ini......
ada sesuatu yang nggak masuk akal banget lagi beredar soal program pemerintah ini dan jujur,
ini bukan cuma aneh…
tapi udah mulai keliatan ngeri + sistematis
Jadi gini…
Ada info kalau titik SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) itu terus nambah setiap hari.
Padahal di sisi lain, portal resmi buat daftar mitra katanya udah ditutup sejak 1 Desember 2025.
Sekarang coba pikir logikanya pelan-pelan…
- Portal pendaftaran ditutup
- Tapi jumlah titik terus bertambah
- Bahkan dilaporkan tiap hari ada penambahan
Pertanyaannya simpel:
Masuknya dari mana?
Ini bukan soal “ah mungkin ada update internal”…
Kalau sistemnya transparan, harusnya:
- Ada pengumuman resmi
- Ada mekanisme khusus
- Atau minimal ada penjelasan ke publik
Tapi kalau yang terjadi malah “tiba-tiba nambah”…
ya wajar kalau publik mulai mikir:
ini data real atau cuma angka di atas kertas?
Dan makin panas lagi ketika dikaitin sama isu bayaran…
Ketika satu titik SPPG bisa dapat sekitar 6 juta per hari.
Kalau itu benar, berarti:
Makin banyak titik → makin besar anggaran yang keluar
Makin besar anggaran → makin besar juga potensi “mainannya”
Kasarannya sppg nya tidak benaran ada
tapi insentifnya jalan terus
sppg bodong atau fiktif
Di sinilah mulai kerasa pedasnya…
Karena ini bukan cuma soal angka nambah.
Ini soal uang negara + transparansi + kepercayaan publik.
Yang bikin miris bukan cuma dugaan “aneh-aneh”-nya…
tapi pola yang sering kejadian:
- Sistem ditutup ke publik
- Data tetap berjalan di belakang layar
- Publik cuma dikasih hasil akhir tanpa tahu prosesnya
Kalau kayak gini terus, ya jangan heran kalau muncul kecurigaan:
Ini beneran program jalan… atau sekadar laporan yang ‘dibikin jalan’?”
Gue gak bilang ini pasti ada pelanggaran.
Tapi yang jelas:
Kalau logika sederhana aja gak nyambung,
berarti ada yang harus dijelasin.
Karena di era sekarang, masalahnya bukan cuma korupsi atau enggak…
tapi kepercayaan publik itu dibangun dari transparansi.
Dan kalau transparansi hilang,
yang muncul bukan cuma kritik
tapi ketidakpercayaan yang jauh lebih bahaya
coba di cek tuh situs bgn udah lama tutup
tapi hampir tiap hari laporan banyak sppg baru
Update April: prediksi ENSO dari berbagai model global menunjukkan El Niño akan dimulai Mei dan mencapai maksimum pada September. Persiapkan skenario terburuk untuk menghadapinya.
> Lagi browsing wikipedia versi Bahasa Indonesia.
> Ada artikel soal MBG.
> Baca-baca, ketemu lagi artikel judulnya “Daftar kasus keracunan makanan massal di dunia“
> List kejadian di Indonesia paling panjang dan lengkap.
> "Oalah pantesan"
bukti nyata 1 langkah kecil bisa berarti besar..
meet Arief Kamaruddin
pemuda 34 tahun dari Ciliwung yang bikin gubernur Jakarta gelar rapat khusus soal ikan sapu-sapu
kenapa dia mulai gerak
> dari kecil hobi jala ikan
> dulu dapetnya udang atau lele liar
> sekarang isinya sapu-sapu semua
> spesies asli ciliwung hancur sisa 20 spesies
> sapu-sapu ini invasif dan nggak ada predator
cara kerjanya hardcore
> turun ke sungai 1-3 jam tiap hari
> kadang nyari sampe jam 2 pagi
> nyemplung ke air keruh beracun
> ngeraba akar pohon pake tangan kosong
> resiko: beling, paku, ulerdapet ikan, patahin lehernya, lalu kubur
impactnya nggak main-main
> viral sampe masuk podcast close the door
> gubernur dki langsung instruksi walikota
> dinas gelar operasi massal tiap jumat
> di jaksel kemaren tembus hampir 7 ton
> rilis warning bahaya makan sapu-sapu ciliwung
strateginya pinter
dia pake sapu-sapu cuma buat pintu masuk
tujuan utamanya nyentil isu sampah dan limbah
karena kalo bahas sampah doang publik gampang abai
dari jaring seadanya, dia sukses maksa birokrasi buat turun tangan.
di tempat kalian ada sosok
seniat ini nggak?
Strategi Wings dari dulu itu ATM: Amati, Tiru, MURAHIN
Dia nggak nyari kualitas premium, tapi ngasih persepsi produknya sama kayak market leader, tapi lebih murah. Pada jamannya, Unilever jual apa, dia jual versi murahnya
Contoh:
- Indomie ditempel Mie Sedaap
- Bango ditempel Kecap Sedaap
- Lifebuoy ditempel Nuvo
- Pepsodent ditempel Ciptadent
Konsep, kemasan, warna, nama kalo bisa dimiripin banget sama barangnya Unilever.
Biarin si Unilever capek ngiklan dan R&D buat jadi nomer satu, dia nyaman jadi yang lebih murah, lebih santai😎
Yg nipu kepala cabang nya..apakah kepala cabang bukan karyawan atau bagian dr BNI ?
Apakah bisa ngejalanin sendiri tanpa kantor dan menggunakam fasilitas BNI..?
Harusnya disini BNI ada 2 urusan
- BNI dengan oknum pegawainya
- BNI dengan paroki (nasabah)
Harus di pisah gk sih?
> nolak offer perusahaan luar negeri, milih TURUN gaji demi bantu negara
> hasilnya: dituntut 22,5 tahun penjara tanpa bukti aliran dana
emang kaga usah lagi dibantu ini negara
Ringkasan tulisan istri Ibam:
~ Ibam dikenal tidak money oriented dan sering bantu dengan tulus
~ Sudah ±16 tahun berkontribusi di bidang teknologi untuk negara
~ Pernah menolak tawaran puluhan miliar demi pengabdian
~ Dituntut 15 tahun penjara + denda Rp16,9 miliar
~ Jika tidak bayar → tambahan 7,5 tahun (total 22,5 tahun)
~ Bukan pejabat negara, hanya konsultan yayasan
~ Tidak digaji dari APBN dan tidak punya kewenangan pengadaan
~ Tidak pernah mengarahkan pengadaan, justru menyarankan uji coba
~ Keputusan pengadaan dibuat oleh pejabat Eselon I
~ Nama Ibam dicatut dalam SK tanpa sepengetahuan
~ Tidak ada tanda tangan Ibam dalam dokumen
~ Tidak ada aliran dana ke Ibam (diakui dalam tuntutan)
~ Kenaikan harta Rp16,9 M dari saham lama sebelum jadi konsultan
~ Bukti tersebut ditolak oleh JPU
~ Pejabat lain terima suap ratusan juta tapi tidak jadi tersangka
~ Ada yang terbukti terima miliaran, dituntut lebih ringan (6 tahun)
~ Ibam tanpa aliran dana justru dituntut 22,5 tahun
~ Ahli IT menyatakan masukan Ibam netral, profesional, sesuai prosedur
~ Keputusan tetap sepenuhnya di tangan kementerian
~ Keluarga kehilangan penghasilan selama 1 tahun
~ Tabungan habis untuk biaya hukum dan medis
~ Kondisi kesehatan Ibam (jantung) memburuk
~ Saat ini tinggal menunggu putusan hakim
~ Keluarga berharap keadilan sesuai fakta persidangan
~ Ibam dianggap korban, bukan pelaku
~ Ada dugaan dikambinghitamkan dalam sistem
~ Ajakan untuk menyuarakan keadilan agar tidak terulang lagi
Pada saat penipuan, suster Natalia tidak tau oknum, taunya @BNI yang menyimpan uangnya.
Setelah ketahuan uangnya tidak bisa diakses, @BNI sebut karyawannya oknum agar bisa lepas dari tanggung jawab.
Urusan nasabah adalah tanggung jawab bank, jangan jadi pengecut dan penjahat wahai @BNI
Gitu ya kira2.
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Guys bennix baru bilang nih
Bennix bilang kejatuhan IHSG ke level 6.900 itu cuma permulaan alias cuma "geli-geli".
- Target IHSG: Dia mengklaim IHSG bakal hancur jauh di bawah itu bisa ke 3000 atau 4000
- Rupiah Sampah: Angka Rp17.000 per USD menurutnya masih receh. Dia meramal Rupiah bakal hancur lebur lebih dalam karena Indonesia "dipaksa" menggadaikan harga diri demi membeli Dollar untuk impor minyak. bisa ke 50 rb
Bennix menyebut Indonesia sebagai Bangsa Budak karena:
- Malah impor produk Amerika: Freedom, Democracy, dan Oil.
- Bukannya investasi ke baterai atau energi terbarukan kayak negara maju, kita malah hobi "bakar duit" (literally membakar minyak hasil impor pakai dolar).
- Kita gak punya mesin cetak Dollar, tapi gaya hidup ekonomi kita sangat bergantung pada Dollar.
Bennix menghina kemampuan komunikasi dan manajerial istana:
- Dia bilang komunikasi istana itu kelas "Cap Kaki Lima", jauh lebih jago dia dalam membangun narasi.
- Pemerintah Goblok & Bodoh: Dia menyebut para ekonom dan pemerintah "nggak punya otak" karena gagal mengelola trust (kepercayaan) investor.
-Efeknya: Investor asing kabur Rp23 Triliun dalam sebulan karena mereka lebih percaya propaganda luar daripada omongan pemerintah.
Bennix membawa-bawa nama besar untuk memprovokasi keadaan:
- George Soros Menang: Dia yakin George Soros bakal memenangkan pertarungan jilid 2 di Indonesia.
- Operasi Intelijen: Penurunan pasar saham ini menurutnya adalah By Design. Amerika sengaja bikin perang di Timur Tengah sebagai alasan cetak duit dan nodong raja Arab supaya harga minyak naik.
- Reset Indonesia: Dia meramal bakal muncul gerakan #ResetIndonesia, di mana negara dipaksa mulai dari nol lagi, ganti rezim, dan ujung-ujungnya cuma jadi "anjing peliharaan" asing.
Breaking News !!!
MBG ditolak oleh masyarakat Ekonomi Menengah Kebawah.
here we go !!!
Mengapa Warga Berpendapatan Menengah-Bawah Menolak MBG?
Hasil Survei Persepsi Publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Maret 2026 • 1.168 responden nasional • 80,4% penerima langsung MBG
Temuan Utama (Lintas Kelas, Satu Suara)
• 80,1% responden TIDAK setuju MBG dilanjutkan (hanya 19,9% yang mendukung).
• 88,5% menilai manfaat MBG dinikmati elite & pejabat politik (44,5%) serta pengelola/mitra SPPG (44%).
• Hanya 6,5% yang menyebut anak-anak sebagai penerima utama
ANOMALI FAKTA
🌱 Penolakan Tertinggi Justru dari Kelompok Sasaran. Kelompok berpendapatan menengah-bawah (sasaran utama MBG) paling banyak menolak:
RENTANG PENGHASILAN :
🌱 < Rp2 juta/bulan → 80,2% menolak
🌱 Rp2–4 juta/bulan → 74% menolak
🌱 Rp4–8 juta/bulan → 86,1% menolak (tertinggi)
Semua kelompok pendapatan menunjukkan penolakan tinggi (74–86%).
Empat Temuan Kunci :
🌱 87% warga yakin MBG rawan dikorupsi,
🌱 79% percaya kualitas makanan sengaja diturunkan demi keuntungan pengelola,
🌱 76% menyatakan makanan tidak sebanding dengan anggaran Rp8–10 ribu per porsi,
Indeks persepsi negatif rata-rata 4,22 (dari skala 5)
Suara Warga Berpendapatan Menengah-Bawah. Meski mayoritas sudah menerima MBG, mereka tetap menolak karena:
🌱 Makanan tidak bergizi (sering hanya cemilan atau roti biasa),
🌱 Program dianggap “maling berkedok gizi” — uang pajak rakyat menguntungkan elite,
🌱 Tidak transparan, rawan korupsi, dan suara warga tidak didengar,
🌱 Banyak yang lebih memilih diuangkan langsung kepada orang tua.
Masalah Struktural (Bukan Hanya Implementasi) :
🌱 Tata kelola buruk: top-down, opasitas anggaran,non-disclosure.
🌱 Semua partai politik memiliki SPPG (termasuk keluarga pejabat)
🌱 Program redistribusi dibajak menjadi arena rent-seeking elite
🌱 Respons publik tinggi (97,8% ingin bertindak), tapi kelompok miskin paling banyak “pasrah”
Kesimpulan dari Lembaga Porec.
🌱 Program MBG telah kehilangan legitimasi sosial. Bukan lagi pertanyaan “apakah dilanjutkan?”, melainkan “untuk siapa dan dalam kerangka apa?”
🌱 Tanpa perubahan struktural, MBG berisiko menjadi regressive redistribution in disguise — tampak pro-rakyat, tapi justru memperkuat ketimpangan.
Sumber :
Laporan Policy Research Center (Porec) • Maret 2026
https://t.co/rJKkLVY3kq
Link : https://t.co/BlSiWpwFaG
cc :
@dosenkesmas @iPoopBased @gibran_tweet@prabowo
Ini beneran terjadi di kantor gue 11 tahun yang lalu. Jadi, Payroll Officer di kantor gue kongkalikong dgn Head of Personalia. Mereka bikin 2 slip gaji pegawai di kantor gue, satu untuk laporan ke bag. keuangan dan satu ke pegawai yang bersangkutan. Tiap slip gaji beda 500rb - 2 juta. Ketauannya pas boss gue bikin acara outing, ada acara feedback dari karyawan ke jajaran pimpinan. Di situ ada karyawan bilang gajinya cuma 6 juta sementara tanggung jawab yang dia kerjakan itu Job desc 2 department. Kagetlah kepala bagian keuangan gue. Akhirnya pulang outing crosscheck semua karyawan harus menyerahkan slip gaji terakhir kemudian dicocokkan sama slip gaji yang dilaporkan Payroll officer di sistem payroll (komputer). Dari total 148 karyawan, ditemukan ada selisih nyaris 250 juta tiap bulannya. Gila kan ? Nih konspirasi 2 orang ya dzholim ke karyawan ya dzholim ke perusahaan 😡😡😡
Bangsaaaaatt!!! 😭😭
Level koordinasi antar lembaga dan kementerian di jajarannya si tua bangka delusional itu kok bisa sebobrok ini sihh??
Kirain jumlah kementerian yang gendut secara kuantitas tuh bikin koordinasinya makin ciamik. Gak taunya malah 😭😭😭
Bangsatlah, celeng!
kalian percaya ga ternyata selama ini kalian itu pelihara miskinnya oleh negara? dikasih upah tidak layak dengan sengaja dan legal.
Jadi gini ada kajian dari gabungan lintas lembaga ada Kementerian Ketenagakerjaan, DEN, BPS dan ILO menghitung secara akademis mengenai KHL.
"KHL : Kebutuhan Hidup Layak"
intinya KHL ini adalah hitungan untuk orang bisa hidup layak lah dalam 1 bulan yg mempertimbangkan dari bahan pokok, keperluan rumah tangga dll.
harusnya Penetapan Upah minimum angkanya diatas kebutuhan hidup layak dong?
karena kalo penetapan upah minimumnya dibawah KHL masyarakatnya hidup dengan tidak layak dong?
Nah itu dia, penetapan upah minimum ini masih banyak yg di bawah kebutuhan hidup layak di masing masing daerahnya.
Contoh Jogja
Hidup layak dijogja itu minimal : 4,6 jt
tapi penetapan upah minimum nya adalah : 2,4 jt
selisihnya : 2,2 jt
nah yaudah deh tuh kalian di biarkan hidup ga layak dengan gaji 2,4 jt dan itu dilegalkan negara dengan ketetapan upah minimumnya.
“Battle line”
Pertarungan akhir massa udara kering dan basah masih berlangsung.
Hujan jadi lebih sporadis & lokal disertai cuaca ekstrem yang kontras.
Gambaran klasik pancaroba makin terlihat jelas di fase peralihan musim.
Siang cerah panas, sorenya hujan lebat disertai angin kencang & petir.
Namun hukum alam akan tetap mengakhiri pertarungan ini.
“Sisa energi” massa udara basah pada akhirnya nanti akan habis berganti kering.
Sebentar lagi...
Guys lu pada tau dulu presiden habibie pernah selamatin rupiah dari Rp17.000/USD ke level Rp6.500–Rp7.000-an per dolar AS dalam kurun waktu sekitar 17 bulan pada masa krisis ekonomi 1998–1999.
Bayangin lagi krisis tapi bisa buat nilai rupiah menguat
segila dan sejenius itu beliau
Bayangin ini dulu:
Tahun 1998, Indonesia itu hampir runtuh total:
Rupiah tembus hampir Rp17.000/USD
Bank-bank kolaps
Perusahaan bangkrut massal
Rakyat narik duit → panic everywhere
Dunia internasional:udah gak percaya sama Indonesia
Lalu masuk Habibie.
Bukan ekonom.
Bukan banker.
tapi Engineer.
Tapi justru di situ letak “gila”-nya.
Habibie ngerti satu hal:
Kalau bank hancur, ekonomi pasti mati.
Langkahnya brutal tapi perlu:
Bank yang gak sehat → ditutup
Bank yang masih bisa diselamatkan → direstrukturisasi
Hasilnya:
Lahir Bank Mandiri (gabungan 4 bank bobrok)
Bank Central Asia diselamatkan dan jadi raksasa
Banyak bank lain ikut pulih
Ini bukan sekadar “nyelamatin bank”
ni balikin kepercayaan orang buat naro uang lagi
Sebelum Habibie:
Bank sentral bisa “diatur” pemerintah
Habibie ubah total:
Lewat UU No. 23 Tahun 1999
Bank Indonesia jadi independen
Kenapa ini penting?
Karena dunia luar mikir:
Kalau bank sentral bisa diintervensi politik → negara ini gak bisa dipercaya.”
Dengan langkah ini:
Investor mulai balik
Rupiah mulai stabil
Indonesia dapat bantuan besar dari International Monetary Fund (~$43 miliar)
Tapi bedanya Habibie:
Dia gak nurut 100%
Contoh:
IMF mau subsidi dicabut
Habibie nolak
Kenapa?
Kalau subsidi dicabut saat rakyat lagi hancur → daya beli mati total
Jadi dia:
Pakai dana IMF buat stabilisasi
Tapi tetap jaga rakyat bawah
Ini yang bikin kebijakan dia tegas tapi manusiawi
Masalah waktu itu:
Banyak perusahaan utangnya dolar → tiba-tiba meledak
Solusi Habibie:
Restrukturisasi utang
Konversi ke rupiah
Bentuk lembaga khusus (INDRA)
Perusahaan yang selamat:
Astra International
Sinar Mas Group
Kalau ini gak dilakukan:
PHK massal bisa jauh lebih parah
Ekonomi gak akan pulih kalau politik chaos.
Habibie:
Buka kebebasan pers (UU Pers 1999)
Legalin banyak partai politik
Siapin Pemilu 1999
Dunia lihat:
Indonesia berubah.
Dari otoriter → demokratis.
Dan ini efeknya besar:
Kepercayaan internasional balik
Hasil Nyata (Bukan Teori)
Dalam ±17 bulan:
Rupiah: dari ~16.800 → ~7.000/USD
Inflasi mulai turun
Perbankan stabil
Investor mulai masuk lagi
Ini bukan recovery biasa
Ini comeback ekstrem dalam waktu super singkat
comeback tergila sepanjang republik ini berdiri
Tapi sekarang berbanding terbalik
bank indonesia mulai disusuti orang2 yang kompeten
gk pernah kerja di bank indonesia
tapi tiba2 bisa jadi deputi bank indonesia
karna keponakan presiden
jadi kalau lu lihat rupiah melemah
ihsg melemah
ekonomi lesu
asing keluar terus
yaa ini kebalikan dari semua yang dilakuin pak habibie dulu
ya tinggal copas aja deh
apa yang dilakuin sama pak habibie
pasti gk bakal mau
orang niat nya jadi pemimpin juga udah jelek
Kejeniusan Habibie bukan karena dia ekonom.
Tapi karena dia berpikir seperti engineer:
lihat masalah → bongkar sistem → perbaiki dari akar
Dia berani ambil keputusan gak populer, tapi benar.
Waktu sidang Nadiem Makarim, jaksa jg sempat curiga karena kepemilikan saham nadiem “meledak” dari 500 juta lembar jadi 15 miliar lembar.
Padahal itu cuma proses IPO + stock split.
Jumlah lembar dipecah, nilainya tetap sama.
Nadiem bahkan kasih analogi sederhana:
Bayangin punya Rp100 ribu, terus dipecah jadi recehan seribuan.
Lembarnya jadi banyak, tapi nilainya tetap Rp100 ribu.
Bukan meledak pak jaksa… cuma dipecah aja 😭