Untuk mahasiswa ekonomi kelas Pengantar Ekonomi Makro.
Kasus yang menarik untuk dipelajari: Apa dampak menaikkan bunga deposito USD pada bank Himbara dengan tujuan menarik arus modal kembali ke Indonesia. Gunakan kerangka ekonomi makro.
Apakah akan ada capital inflow dengan policy ini? Apakah ada kemungkinan rupiah justru melemah?
1. Dampak pada Likuiditas Rupiah
•Jika bunga deposito dalam USD di Indonesia naik, akan muncul insentif bagi deposan untuk mengalihkan aset dari rupiah ke USD.
•Akibatnya, terjadi permintaan lebih besar atas USD → masyarakat/korporasi menukar rupiah ke dolar.
•Konsekuensi: likuiditas rupiah di pasar menurun karena rupiah keluar dari sistem perbankan (ditukar ke USD).
•Secara makro, ini bisa menimbulkan tightening likuiditas rupiah di pasar uang domestik → suku bunga pasar rupiah bisa naik.
2. Dampak pada Exchange Rate
•Permintaan dolar meningkat (karena deposito USD lebih menarik), sehingga tekanan depresiasi rupiah cenderung muncul.
•Apalagi kalau selisih bunga USD di bank Indonesia dengan rupiah mengecil, investor mungkin melihat USD lebih atraktif (lebih aman, mengurangi risiko kurs).
•Hasilnya: rupiah melemah terhadap dolar.
•Namun jika BI (Bank Indonesia) melakukan intervensi atau menaikkan bunga rupiah untuk menjaga daya tariknya, dampaknya bisa berbeda.
3. Dampak pada Perbankan
•Funding side (pendanaan): Bank bisa mendapat tambahan dana USD (deposito valas naik).
•Tetapi ini bisa membuat dana dalam rupiah berkurang, karena nasabah shifting ke USD.
•Asset-liability management: bank harus menyalurkan USD tersebut. Kalau demand kredit dalam USD rendah, bisa timbul mismatch.
•Risiko valas: bank berpotensi lebih terpapar mismatch antara kewajiban USD vs aset rupiah.
•Likuiditas sistem perbankan rupiah: bisa mengetat, mendorong persaingan bunga deposito rupiah naik untuk mempertahankan dana rupiah.
Ringkasnya:
•Likuiditas rupiah: menurun (tightening).
•Exchange rate: rupiah tertekan melemah karena permintaan USD naik.
•Perbankan: funding dalam USD bertambah, funding rupiah berkurang, risiko mismatch dan biaya dana rupiah naik.
Millennial cari rumah in this economy be like:
(1) Rumah subsidi 14 m2
(2) Rumah yang luasannya make sense, tapi milyaran & di ujung kota banget
Ada satu lagi inovasi yang underrated sebenernya. Under 1 M, tengah kota, 40-90 m2. Belum banyak digaungkan aja 👇👇👇
World's first autonomous delivery of a car!
This Tesla drove itself from Gigafactory Texas to its new owner's home ~30min away — crossing parking lots, highways & the city to reach its new owner
Anda sudah lapor SPT?
Pelaporan SPT di tahun ini masih pakai DJP Online
Tahun depan, baru pakai Coretax yang lebih detail
Ada baiknya format tahun ini sudah disesuaikan sehingga transisi tahun depan lebih mulus
Untuk Harta Kas dan Setara Kas sebagai berikut
@PaltiWest2024 Ya memang begitu adanya di semua faktor2 produksi, pasti ada nilai tambah. Kalau gak gitu, gak ada untungnya para pengusaha. Bahkan broker/calo aja ada nilai tambahnya sebagai ongkos capek atau biaya transport.
@PaltiWest2024 @DitjenPajakRI Yang Anda sebut efek bola salju itu karena di tiap tahap ada yg dapat “nilai tambah” Mas. Kalo dapat “nilai tambah” berarti bagus buat yg punya usaha, ada nilai tambah pada usahanya. Makanya PPN itu bahasa Inggrisnya:Value Added Tax (VAT), artinya pajak atas pertambahan nilai.
Kemarin byk sok pintar bilang kenaikan PPN dari 11% menjadi 12% menyebabkan tambahan harga barang 9,09% pd konsumen akhir
Pdhal yg benar kenaikan hanya 0,9% mrk licik tdk ikutkan harga barang
Contoh harga barang 7000
PPN 11%= 770, harga yg dibayar 7770
PPN 12% = 840, harga yg dibayar 7840
Jadi tambahkan harga barang 7000 dari PPN 11% menjadi 12% adalah:
7840-7770/7770 × 100% = 0,9%
Sebuah surat elektronik masuk dengan subyek: IEA Fellow Award 2024. Saya tidak membaca nya dengan saksama. Saya kira pemberitahuan seminar.
Namun saya terkejut dan tidak percaya ketika membaca surat elektronik dari Elhanan Helpman dan Dani Rodrik (International Economic Association (IEA)), mengabarkan : saya terpilih sebagai satu dari 10 penerima IEA Fellow Award 2024.
Mereka menulis: sejak beberapa tahun yang lalu, International Economic Association (IEA) memperkenalkan penghargaan tahunan IEA Fellow yang dirancang untuk memberikan penghormatan bagi ekonom yang memberikan kontribusi yang signifikan dalam penelitian ekonomi, penulisan populer berbasis penelitian, dan pembuatan kebijakan ekonomi.
Dalam surat itu tertulis: “This is a recognition of outstanding work and is awarded to at most 10 individuals in the world”.
Sebuah kehormatan besar bagi saya dan bagi Indonesia menerima IEA Fellow Award 2024. Sebenarnya saya malu dan merasa belum pantas menerimanya. Tahun tahun sebelumnya award ini diberikan kepada nama nama besar dalam pemikiran ekonomi, termasuk Daron Acemoglu, yang kemudian memenangkan nobel ekonomi 2024.
Saya baca lagi pesan surat elektronik itu. Benar tak salah alamat!
Ada baiknya saya mem posting kabar ini sebelum committee berubah pikiran dan mengubah nama penerima IEA Fellow Award tahun ini 🤣🤣🤣
https://t.co/PEPvIfTpxL
Apa bedanya PPN dengan PPn?
Masih soal PPN. Lepas soal pro kontra, ini saat tepat diskusi ttg teori. Ada obrolan ttg cascading effect PPN. Secara teori, PPN mengatasi kelemahan PPn (Pajak Penjualan), yaitu dampak komponen pajak menjadi variabel harga, konsekuensinya harga naik. PPN meminimalkan dampak ini.
Solusinya: mekanisme mengurangkan pajak masukan (PPN saat beli) terhadap pajak keluaran (PPN saat jual). Maka yg tersisa pertambahan nilainya saja.
Tapi ini kan teori? Ya demikian. Teori lahir dari proses evaluasi thd praktik. ini tercermin dlm administrasi. Lagi2, praktiknya perlu monitoring dan evaluasi.
Skema perbandingannya bisa dilihat di bawah ya.
Sumber:
1. Pokok-pokok PPN (Untung Sukardji)
2. Teori Pajak Pertambahan Nilai (Haula Rosdiana)
Leaders with good judgment listen for what’s unsaid. They surround themselves with people who will tell them what they need to know — not what they want to hear. And they think carefully about the risks of implementation — even for small projects. https://t.co/wO8iNoTyI2
Mau nyumbang kas negara? Ikut lelang aja!
Berikut #InfoLelang beberapa unit mobil yang akan dilelang oleh DJKN melalui KPKNL Jakarta IV, KPKNL Surabaya, KPKNL Pekanbaru dan KPKNL Pontianak.
#AyoIkutLelang@KemenkeuRI
Bagaimana APBN 2025 disusun?
Penyusunan APBN merupakan ritual tahunan, diatur oleh UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan PP No. 17 Tahun 2017. Proses standard sebagaimana tampak pada timeline di bawah ini. Mulai dari proses internal Pemerintah, meliputi antara lain:
1. Penetapan tema, sasaran, arah kebijakan, dan prioritas pembangunan nasional
2. Penyusunan kapasitas fiskal
3. Reviu baseline/angka dasar K/L
4. Penyampaian KEM PPKF dan Ketersediaan Anggaran ke Presiden (Maret)
5. Pagu Indikatif (Maret)
6. Pagu Anggaran (akhir Juni, setelah pembicaraan pendahuluan dengan DPR)
7. Penelahaan RKA-KL (akhir Juli), Penyusunan Nota Keuangan (awal Agustus)
8. Penerbitan Perpres rincian APBN TA 2025 (setelah ditetapkan sebagai UU).
Selanjutnya sekitar bulan Mei dan seterusnya, berproses dengan DPR:
1. Penyampaian KEM PPKF ke DPR (minggu ketiga Mei)
2. Pembicaraan Pendahuluan RAPBN (Mei-Juni)
3. Penyampaian RUU APBN 2025 & Nota Keuangan ke DPR
4. Pembahasan RUU APBN 2025 & NK (Agt-Sep)
5. Penetapan APBN TA 2025 (Okt)
APBN 2025 bertepatan dengan transisi pemerintahan di tahun 2024. Ini mirip dengan tahun 2014, saat transisi dari pemerintahan SBY ke Jokowi. Proses koordinasi dan komunikasi secara intens terjadi, justru demi memastikan keberlanjutan.
Maka sambil menunggu hasil Pemilu melalui penetapan oleh KPU, pemerintah melakukan proses penyusunan RAPBN 2025 sesuai ketentuan. Dipimpin Presiden Jokowi, pembahasan asumsi, proyeksi, dan indikator tentu dapat sekaligus mempertimbangkan program Presiden terpilih, dengan tetap memperhatikan kondisi APBN dan kepentingan menjaga kesinambungan fiskal yang sehat.
Hal ini tentu wajar dan realistis mengingat APBN 2025 akan dijalankan oleh pemerintahan baru. Mari terus kawal agar proses berjalan baik, transparan, dan akuntabel. APBN yang sehat merupakan pondasi penting bagi transformasi Indonesia untuk kesejahteraan bersama.
Empat tahun garap timnas bersama Mills, sejak 2020 sampai 2024, bisa saya bilang spt sebuah petualangan yg seruuu!!! Dari yg dulu diragukan, tp skg berhasil membuktikan dan dipercaya
-
Masih ingat kalimat pertama dari Mills yg to the point dan langsung bikin saya bilang okay utk join,
"jar, kami punya tawaran yg ga mgkin kamu tolak. Kami tau cita2 kamu, mau design utk jersi timnas kan?"
Pas dapat text itu, ada bingungnya dulu, soalnya ketika itu santer berita, timnas berakhir dg Nike dan akan bekerjasama dg salah satu apparel dr Thailand. Tapi setelah itu ngobrol dg Mills, mereka meyakinkan saya
"udah jar, tenang aja, timnas akan kerjasama dg kita"
nah setelah itu dealnya adalah, gue akan resign dr kantor lama, ketika sudah ada pengumuman official dari federasi dan dari Mills
-
skip ke skg, Mills dan timnas baru saja ikut serta di ajang terbesar utk Asia, yaitu Piala Asia di Qatar. Setelah dulu di awal kemunculan banyak yg meragukan Mills, dan saya akui jg memang di awal kita masih jauh dari sempurna, tp semakin kesini Mills berkembang, berkomitmen utk membuat produk yg berkualitas
Dan sekarang, alhamdulillah sudah banyak testimoni bagus utk Mills, diakui oleh publik dan komen2 positif lainnya. Terima kasih utk semua pihak yg sudah support Mills, dan kita ga berhenti utk "research n development", Mills akan selalu melakukan itu, utk memberikan produk yg bagus utk konsumen, dan bersaing secara sehat jg dg teman2 brand lain di industri apparel ini #mills
btw poster epic ini lahir dr temen2 marketing di mills, arahan langsung dr bapack @fniskandar_