Diplomasi itu bukan soal umur, tapi kapasitas.
Di forum G20, Wapres Gibran Rakabuming Raka @gibran_tweet berbincang hangat dgn Presiden Brasil—keakraban yg tidak bisa dibuat-buat.
Seperti seorang Ayah yg bertemu anaknya.😊
Sebenarnya, ada ketakutan politik yang cukup beralasan dari lawan politik itulah mengapa Gibran Rakabuming Raka terus diremehkan atau bahkan direndahkan martabatnya sebagai manusia.
Sebab, sosok Gibran telah menjelma menjadi Jokowi 2.0 — dengan energi individual yang kuat dan gaya komunikasi yang tidak banyak bicara.
Justru karena sikap diam dan ketenangannya itulah, lawan-lawan politiknya menjadi sangat khawatir. Dalam dunia politik, yang tidak bisa dipahami adalah senjata paling mematikan, dan mereka kini kebingungan harus menyerang dari sisi mana lagi.
Tuduhan politik bahwa Gibran sedang “diasingkan” hanyalah bentuk kebingungan dari para lawan yang mungkin menyadari bahwa ambisi politik mereka di masa depan bisa terhambat jika sosok ini terus menjadi bahan pembicaraan di hampir semua lapisan masyarakat.
Pada akhirnya, mari bersaing secara terbuka dan elegan. Ajarkan kepada rakyat Indonesia bagaimana cara berpolitik dengan terhormat. ✍️
Biasanya yg suka nyinyirin presiden,wakil presiden dan atau para menteri serta pejabat lainnya, itu karna keinginannnya, atau kelompoknya tak terpenuhi
Selamat kepada Ketum Bahlil Lahadalia atas Penghargaan Bintang Mahaputra Adipurna, yang diberikan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto atas jasa-jasanya dalam bidang energi dan investasi…🔥👍
Ia yang sudah berbuat banyak untuk Indonesia saja masih terus diremehkan, dilecehkan, dimaki-maki, diragukan, dll.
Bagaimana dengan kamu yang hanya bisa mengomel pinjam topeng kepalsuan tapi suaranya nyaring.
Seperti tong yang kosong tapi bunyinya nyaring.