lebaran tahun ini adalah hal terberat bagiku. bersamaan dengan hari ulang tahunku.
ya, aku masih menyimpan banyak trauma pada tanggal itu. masih dengan ketakutan yang sama, yaitu tidur.
aku hanya berharap tak ingin bermimpi bukan tak ingin tidur.
pada akhirnya akan tetap sama,
hehe. iya. gampang sakit hati sama omongan orang yang ga pernah ngomong kasar tapi akhir² ini sering banget sarkas, salah sendiri. cuma bisa di gapapa in kan ya?
makin brutal aja pas dijadiin satu, ga beralih pandangan itu, fokus sama pacar temen sendiri ternyata.
enak banget liatin cwe goblok ga punya otak itu.
tahan lah, setahun lagi juga ga sering ketemu.
bayangin aja, punya temen bukannya ngedukung hubungan temennya malah bilang "bisa wae lho dia malah balas dendam dan mendekati siapapun tidak pandang bulu, bahkan aku yo bisa masuk ng targete"
haus banget ya mbak? sampe punya temen sendiri aja dipancing²
aku terlalu lelah hingga lengah, air mata turun tak berirama dan tanpa sapa. makin deras rupanya, sesak di dada semakin memompa darah yang terpacu menuju jantung.
hanya ada kantuk dan gelisah.
mari usaikan tangis malam ini lalu beranjak tidur dengan tenang.
kukira tidurku lelap, ternyata merindukan pelukmu yang tiap malam kau berikan itu sangat menyakitkan. esok kita akan saling memeluk lagi kan? bolehkah aku menangis di tubuhmu? bolehkah aku meminta kasih sayangmu seperti biasa yang kau berikan?
peluk erat diri sendiri saat seperti ini mengembalikkan rasa perih yang menjalar pada aliran saraf arteri dalam tubuh, degup jantung yang terpacu seakan menandakan bahwa kau sendirian tanpa peluk seorang kekasih yang menghangatkan.
sungguh, aku sangat merindukanmu sayang.